Tentang istilah Sayyid, Syarif dan Habib

Dalam Islam, dikenal istilah 'Sayyid', 'Syarif', dan 'Habib' yang sering dipakai untuk menyebut para Ahlul Bait. Berikut ini ulasan singkatnya.
==
Istilah 'As-Sayyid' dalam bahasa Arab berarti 'ketua' atau 'pemimpin'. Bentuk jamaknya adalah 'Saadat' atau 'Asyad'.

Istilah 'Sayyid' disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari sebagai berikut: "Sungguhlah bahwa puteraku ini (sambil menunjuk kepada Al-Hassan RA) adalah Sayyid. Mudah-mudahan melaluinya Allah akan mendamaikan (pertikaian) antara dua golongan besar dari kaum muslimin". Dalam sejarah memang ternyata beliau memang mendamaikan pertikaian yang timbul setelah wafatnya Khalifah Ali.

Rasulullah SAW juga pernah menyebut puterinya Fatimah sebagai pemimpin wanita Islam (sayyidah nisa' ummati), dan cucunya Al-Hussein, sebagai 'pemimpin kaum belia di syurga (sayyid syabab ahlal-jannah).'

Istilah Sayyid dalam konteks lain berarti 'ketua suku' (sayyid al qabilah) atau orang bangsawan.

Istilah 'Syarif', (jamak: 'Asyraaf) berarti ketua atau pemimpin, sama maksudnya dengan istilah 'Sayyid'.

Gelar 'Syarif' dipakai untuk Bani Hasyim di awal-awal Islam sebagai nama sebutan / gelar. Orang pertama Bani Hasyim yang memakai gelar 'Syarif' adalah Syarif Ar-Radhiy dan saudaranya Al-Murtadho. Di Hijaz, sebutan 'Syarif' tidak digunakan kecuali untuk para penguasa Mekah dari keturunan Al-Hassan.

Menurut ada kebiasaan umat islam, predikat 'Sayyid' diberikan kepada ahlul bait dari keturunan Al-Hussein, sementara 'Syarif' untuk keturunan Al-Hassan.

Predikat 'Habib' yang berarti 'orang yang dikasihi', umumnya diberikan kepada keturunan Sayyid dari Hadhramaut, sebuah tempat di Yaman.

Referensi

  • "Ahlul Bait (Keluarga) Rasulullah SAW dan Kesultanan Melayu" karangan Hj Muzaffar Mohamad dan Tun Suzana Othman.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer