Tawasul

Submitted by admin on Sat, 2007-12-22 13:26

Artikel tawasul dapat dibaca di http://www.kawansejati.org/tawasul/

dian ramadhan (not verified)

Sun, 2008-02-24 16:19

Asss.....Wb Maaf aq mo nanya tentang tawasul aq bingung nihhh, sebenernya tawasul itu boleh gak, masalahnya aq tuh selalu bertawasul nabi dan para wali khusunya syeh abduk qadir, knp sih kok byk ulama yg bilang haram dan tidak termasuk dlm sariat islam mohon dongk bimbingannya, kirim yah ke dianhunterx@yahoo.com. atam sms aja ke 081519448185 ksh opininya yahhh blh gak .makasih

admin

Tue, 2008-02-26 14:31

In reply to by dian ramadhan (not verified)

Tawasul itu hukumnya adalah sunat, jika dikerjakan mendapatkan pahala , sedangkan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa.
Dalil berdoa dengan tawasul dapat dibaca di http://kawansejati.ee.itb.ac.id/dalil-berdoa-tawasul , dikutip dari buku "40 Masalah Agama"

Mengenai ulama yang menyatakan bahwa tawasul itu haram, umumnya adalah dari kelompok Wahabi / pengikut Ibnu Taymiah, dan juga dari orang-orang yang tidak mengerti tentang perkara ghaib.

Amalan tawasul umum dilakukan oleh para sahabat, para salafus soleh, dan juga oleh para ulama Ahlusunnah Wal Jamaah (Sunni).

Berdoa dengan ber-Tawasul adalah meminta kepada Tuhan dengan "perantaraan". Tawasul secara umum ada 2 jenis ; tawasul yang sifatnya lahiriah dan maknawiyah ( ruhani ).

Yang lahiriah contohnya : Kita minta tolong pada dokter untuk menyembuhkan sakit kita, dst.
Yang maknawiyah contohnya : Kita minta pada Tuhan dengan berkat guru yang bertaqwa kita supaya dimudahkan beribadah, dst.

Berdoa bertawasul adalah meminta menggunakan perantaraan yang memiliki kelebihan dibandingkan kita. Misalnya dokter, jelas dia ada ilmu tentang sakit dibandingkan kita. Lalu tawasul kepada wali Allah, jelas mereka itu lebih dekat kepada Allah dan lebih makbul doanya. Tawassul ibaratnya surat rekomendasi.

Tawasul adalah perkara syariat, bukan akidah. Syariat ini akan jadi sesat atau syirik jika akidahnya ( iktikadnya, atau keyakinannya ) salah.

Misalnya : kita minta tolong pada Dokter, kalau kita saat itu berkeyakinan bahwa dokter yang dapat menyembuhkan, maka sudah jatuh SYIRIK. Dokter hanya sebagai perantaraan yang Tuhan berikan untuk kesembuhan sakit kita. Iktikad kita mestinya tetap, bahwa yang punya Kuasa Menyembuhkan adalah ALLAH.

Begitu juga kiasan pada hal2 tawasul yang lain baik lahiriah maupun maknawiyah.

Sebetulnya seluruh hidup kita tidak terlepas dari Tawasul, kita ingin kenyang maka kita tawassul dengan nasi, namun bukan nasi yang mengeyangkan melainkan Allah yang memberi kenyang, dst..
Boleh dikiaskan pada hal2 lain...

Tawasul selain kepada mayat itu memang di contohkan dan dianjurkan. Tapi adakah Hadits yang shahih yang bisa menjadi dalil bahwa tawasul kepada Mayat itu pernah Rasulullah anjurkan atau dilakukan oleh para sahabat ..??

nanda djuhanda (not verified)

Tue, 2009-11-03 08:13

Tawasul kepada mayat...ya enggak ada. Mayat itu benda mati..ti.
Yang ada adalah tawasul kepada rukh...jasad yang mati itu. Tidak setiap rukh mampu diamanati sebagai "perantara".

http://pecintamajlisrasulullah.blogspot.com/2010/01/tentang-tawassul-da…

Pertama: Pendapat Sekte Wahabisme
Kedua: Pendapat Ahlusunnah wal Jamaah (bahkan Islam secara keseluruhan).
Ketiga: Pendapat Ibnu Taimiyah al-Harrani

Ayat-Ayat al-Quran tentang Legalitas Tawassul / Istighotsah
Tawassul dengan Nama-Nama Agung Allah
Tawassul melalui Doa Rasul
Tawassul melalui Doa Saudara Mukmin
Tawassul melalui Kedudukan dan Keagungan Hamba Saleh

Add new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack