Tasawuf

Submitted by admin on Sat, 2007-12-22 14:29

NEIQ (not verified)

Mon, 2008-05-26 17:12

mulai saat ini kita harus mencoba memahami segala sesuatunya dengan utuh.
memahami ilmu tasawuf artinya titik awal yang harus kita pahami adalah APA, KENAPA, DAN BAGAIMANA. karena ketika kita sudah betul2 paham, barulah kita tau tujuan dan sasaran ilmu tasawuf itu.
ada beberapa hal dalam konteks MANUSIA adalah DIMENSI MATERIL (LAHIR) dan NON MATERIL (BATIN). oke, misalkan pada tingkatan lahir kita tidak pernah (lagi) melakukan hal-hal yang dosa, misal : zina, dusta, mencuri, membunuh. tapi pada tingkatan batin, apakah kita sudah benar2 tau kita sudah terjaga atau tidak lagi menyimpan penyakit2 dalam hati kita. misal : hawa nafsu, emosi yang berlebih2 an, hasud, dendam, riak, takabbur, sombong.
banyak yang berkembang saat ini ilmu tasawuf yang berkembang dalam nuansa tradisi dan budaya2 anemisme atau semacamnya. tinggal lagi kita yang memilih sebenar2nya tempat atau seorang guru tasawuf yang bagaimana; di dalam islam selalu dikatakan bahwa segala sesuatu akan menjadi baik seandainya akarnya sudah menjadi baik. di dalam diri kita ada akar yang harus kita perbaiki dulu jika kita ingin menjadi baik. apa itu? "HATI NURANI"
jalan satu2nya adalah cuma dengan berzikir (baca: mengingat Tuhan) agar AKAR itu memiliki jati dirinya dengan AKHLAK KARIMAH atau BUDI PEKERTI YANG BERETIKA DAN BERADAB.
maka,
CARILAH JALAN (THORIQOH)_MU...
dengan MENCARI GURUMU!!!
jadikan
GURUMU SEBAGAI JEMBATANMU!!!

Memang ilmu Tasawuf punya peranan yang sangat penting dalam pembentukan pribadi seorang muslim. Namun, kita juga harus mengimbanginya dengan kemampuan Ilmu Fiqih kita. Ada Qoul 'Ulama yang menyatakan bahwa barangsiapa yang bertasawuf tapi tidak berfiqih, maka dia orang yang fasik, dan barangsiapa yang berfiqih dan tidak bertasawuf maka dia kafir zindiq. Dalam hal ini mungkin ilmu tasawuf bisa diwakili dengan istilah Toriqot yang ada bermacam-macam jenisnya. Bahkan ada ulama yang mensyaratkan untuk menguasai ilmu fiqih terlebih dahulu sebelum kita terjun ke dunia Toriqot. Mudah-mudahan kita bisa menyeimbangkan antara dua ilmu yang saling berkaitan satu sama lain ini. Amin...

Seorang guru Thoriqoh yang haq, dalam hal ini saya contohkan adalah Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At TAmimi, mengajarkan ilmu tauhid, fiqh dan tasawuf secara komplit. NGgak ada ceritanya guru tasawuf yang haq mengajarkan secara parsial. Nanti kalau hebat dalam ilmu fiqh tapi tauhid dan tasawufnya nggak jago hasilnya jadi seperi Snuk hurgonje yang sempat jadi Imam MAsjid besar Aceh.
Dia orang kafir (tidak bertauhid) tapi jago fiqh.

Abuya Ashaari At TAmimi, mengenalkan Allah menggunakan kaedah Imam Abu Hasan Asy'ary yang sudah di sesuaikan dengan zaman ini. Selain mengajarkan murid-muridnya mengenai sifat 20 yang dibukukan dalam buku berjudul akidah MUkmin (3 jilid), Abuya juga membuat sajak2 yang memudahkan umat akhir zaman untuk mengenal Allah, mengenal peranan Allah sehingga bisa sampai merasakan cinta dan takut kepada Allah.

Abuya Ashaari At TAmimi, juga mengajarkan kembali ilmu bersuci dan sholat sebagai dasar keislaman. Selanjutnya Abuya juga mengajarkan berbagai macam ilmu fiqh yang bisa langsung dipraktekkan dalam jamaahnya: sistem ekonomi, pendidikan, pertanian, penerangan, dll

Abuya Ashaari juga mendisiplinkan murid-muridnya dalam mengamalkan amalan tambahan berupa wirid dan zikir dan berbagai ilmu tasawuf agar murid-muridnya menjadi manusia yang sensitif dengan Tuhan dan menyayangi manusia lain.

Ada memang tarekat yang mensyaratkan calon anggotanya untuk beres dulu semua ilmu tauhid (sifat 20) dan ilmu syariat fardhu 'ain. Saya dengar langsung dari kawan saya yang pernah ikut tarekat Naqsyabandiah. Memang di tarekat tersebut kalau tauhid & syariat nggak beres, bisa langsung kejeblos aqidahnya, misalnya pada waktu melakukan tawassul, ataupun jika terjadi perkara-perkara yang tidak umum terjadi (khawariqul 'adah). Namun di tarekat Aurad Muhammadiyah tidak disyaratkan demikian, karena di situ pembinaan tasawuf dilakukan bersamaan dengan tauhid & syariat.

Ini sebenarnya kemudahan untuk umat akhir zaman, yang sudah sangat tipis ilmu-ilmu dasarnya. Kalau untuk umat Islam yang lebih awal, di kalangan awam pun masih lumayan kuat dasar tauhid & syariatnya.

sebenarnya tarekat itu bertujuan untuk benar-benar membentuk pribadi seseorang menjadi yang lebih baik. dengan begitu ia akan lebih mendekatkan diri pada Allah. hanya saja dalam praktiknya terjadi banyak kesalahpahaman. utamanya ketika ada sebuah jalan yang mengharuskan seseorang itu untuk melakukan mutih(makan dengan nasi doank). kebanyakan dari banyak orang menganggap halmitu menyimpang. padahal jika ditelusuri lagi, hal tersebut tergantung dari niatnya.

ilmu fiqih?? engkau mengoleksi banyak kitab, sampai satu lemari penuh akan kitab berbagai karangan, tp sayang isinya hanya halal & haram, tntg aturan "boleh/tidak, baik/tidak"?? setiap hari memoles kulit, berharap "isi" akan sebaik yg dipoles tp sayangnya kadang tdk sesuai yang diharapkan? berapa lamakah kita terjerembab dalam aturan seperti itu?? akankah makna akan teraih?? sungguh sangat kasihan!! semoga sj engkau msh selalu sesuai dengan yg dikehendkiNYA!?!?

didi (not verified)

Thu, 2009-12-10 09:54

pendapat sdr ttg tasawuf sangat bijak karena telah berhasil memadukan ilmu dengan af'al. saya sependapat jika tasawuf merupakan ilmu yang menekankan pembersihan jiwa. Hal ini mengingatkan pada peristiwa isra mi'raj Muhammad saw. Sebelum isra mi'raj dilaksanakan Jibril diperintah untuk mensucikan batin Muhammad saw. Proses tersebut berlangsung tidak lama, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju masjidil aqsa. Selesai melaksanakan sholat sunat perjalanan dilanjutkan menuju sidratul muntaha, menghadap sang khalik. Salah satu pokok perbincangan Beliau dengan Allah adalah perintah sholat 5 waktu dalam sehari semalam, yang menjadi kewajiban setiap umat islam.
Makna yang dapat dipetik dari peritiwa tersebut adalah upaya untuk bertemu dengan Allah harus dimulai dengan batin yang bersih, suci. Upaya - upaya membersihkan batin inilah yang menjadi sasaran utama tasawuf .
Batin yang bersih akan berbuah pada perbuatan yang tidak akan bertentangan dengan perintah Allah dan sunah Rasul. Sehingga pada tataran ini akan terjadi insan kamil atau berada pada tingkat ihsan.

Salam Tadzim,

Saya berjumpa dengan seseorang, Kakah, begitulah ku sapa dirinya...
"...sejak usia 20 tahunan ia telah meninggalkan dunia ramai, usia yang cukup muda pada zamannya. 43 tahun lebih ia berpuasa, dalam setahun hanya di hari tasyrik saja ia tak berpuasa. Selain sholat 5 waktu yang wajib, tiap hari ia melakukan seluruh sholat sunnah, sunnah-sunnah nawafil, tanpa kealpaan. Begitulah Kakah dalam kesendiriannya bermunajat mengejar CintaNya".

Kini usianya telah mencapai 69 tahun. Tak ada keinginan insaniyah kecuali terus riyadhoh, bermunajat menanti jawaban yang dijanjikanNya. Kini beliau sedang riyadhoh di Gunung Halimun Sukabumi...
Jika saya diperkenankan bertanya ke Antum, "Kakah" termasuk dalam kategori apa?
Sufikah, Walikah, Ulamakah atau apa?

Mohon dengan keridhoannya Antum dapat menjawab pertanyaan bodoh saya ini...

Wassalam,
-al faqir

http://revolusiana.blogspot.com/2010/05/blog-post.html

ass wr wb
mhon maaf kalo tanggapan sy ini salah...
kakah kalo di ibaratkan sarjana S2 / S3 sedangkan kt ini cuma SD/SMP jd soal tingkatan hanya Allah yg tau krn mana mungkin SMP mengoreksi S2/S3 kecuali sama2 S2/s3 atou Profesor.
jd kita lihat hikmah nya saja dan menorong kita untuk selalu mengingkatkan kualitas ibadah kita , dari ibadah karena takut dosa menjadi kwajiban terus menjadi kebutuhan naik lagi menjadi kecintaan dst dst sampai tingkatan Allah sendiri yg tahu
sekian smga bermanfaaat
wassalam

benny (not verified)

Sat, 2011-03-12 07:23

ass wr wb
sebenarnya sejak kanak2 kita sudah belajar tasawuf tp banyak yg tdk memahaminya yaitu Wudlu sebelum sholat
coba renungkan pahami makna yg terkandung dlm wudlu apakah sekedar basuh muka tangan kaki dll ? coba terapkan dlm prilaku kita kalo wudlu sdh jadi prilaku kita sehari hari baru sholat,,,,
kita tahu kalo najis gak boleh masuk masjid / sholat jadi gmn dengan najisnya hati ,perilaku , perbuatan , ucapan , penglihatan , pendengaran dll
jadi Marilah kita belajar menerapkan wudlu dalam kehidupan kita seiring dengan upaya meningkatkan kwalitas ibadah kita ,,,,
jangan berharap tingkatan krn yg menaikan tingkatan kita mulai dari muslim ke mukmin trs ke mukhlis mukhsin dst dst bukan GURU tapi Allah ,Guru wajib kt taati sepenjang dia tdk lari dr qur'an dan sunnah
wassalam

assalamualaikum

walaupun kita mempelajari ilmu tasawuf dari kecil, tidak semestinya kita dapat memahaminya kerana ilmu tanpa amal tidak akan sempurna,

tujuan ilmu tasawuf dan tarikat adalan mencari kesempurnaan hati yang mampu mengigati allah sempanjang masa

maksud iman dalam bahasa sufi ialah : bukan sekadar yakin dan percaya tetapi mengetahui bagaimana perhubungan manusia dengan allah dari sudut rohani.

zikirullah seutama-utama ibadah dan dirikan solat

wsalam
ghazali

ya,benar itu..bahwa kita wajib mengikuti Guru kita selagi mana tidak bertentangan apa yg disuruhnya itu dgn ajaran Agama Islam..
mengenai tingkatan itu, jikalau dia meniatkan untuk menambah tingkatan maqamnya,maka Allah hnya akan beri apa yg dia niaatkan itu, dan kalau dia meniatkan untuk pergi ke Allah, maka Allah lebih menyukai itu. Allah itu apabila kita mndekatiNya, maka Allah itu akn dtg kepada dia dgn lebih dekat lg,begitu kita dtg ke Allah dgn "berlari" pada maknanya nescaya Allah akan dtg kepada dia dgn secepat kilat dn lebih dri kepantasan angin.

Menuru saya tasawuf merupakan ajaran mulia yang punya fokus pada kebenaran tertinggi. Dalam rangka mencapai kebenaran tertinggi maka tiap hamba diharapkan menempuh jalan untuk mensucikan hati dari perbuatan dosa. Secara mudahnya tasawuf sangat memperhatikan keindahan dan kehalusan budi bekerti dibandingkan penampilan luar yang kadang menipu. tasawuf adalah sarana untuk kembali mensucikan akidah dan hanya berharap pada ridlo Alloh swt dalam tiap perbuatannya

Tentu sekali boleh ......hati mau bersih beb baru boleh cakap.Selagi kita masih ada ujud bukan kata koran isteri pun tak boleh sentuh ....

Tentu sekali boleh ......hati mau bersih beb baru boleh cakap.Selagi kita masih ada ujud bukan kata koran isteri pun tak boleh sentuh ....

wawan (not verified)

Mon, 2012-03-26 21:15

saya ingin belajar ilmu tasawuf, sya mohon sarannya dimanakah dg siapakah sya harus belajar adakah yg mau membimbing sya ,,karena dtempat sya sulit mencari yg bisa mengajarkan ilmu tasawuf.

mungkin anda bisa mendown load mp3 pengajian tasawuf namun sebelum melangkah ke tasawuf ada baiknya mempelajari ilmu tauhid sebagai pondasi dasar dalam melangkah menuju tasawuf agar tidak terjadi tumpang tindih problematikan pengertian dan ini sudah saya ikuti sejak mondok di tambak beras dan saya lanjutkan dengan ikut pengajian tauhid dan tasawuf melalui poengawasan dan bimbingan seorang mursyid(guru spritual)darilah smoga anda mendapatkanya...

lidah pahit (not verified)

Sun, 2012-08-26 17:08

Ass.
Jalan tasawuf;
1. Sariat-jalan lahiriah (syahadat,sholat,zakat,puasa,haji) muslim namanya
2. Hakikat-jalan batin (memahami arti syariat) mukmin namanya
3. Tarikat-jalan rahasia (mengerti rahasia dalam rahasia) mukhlis namanya
4. Marifat-menyatu dg kehendak allah (jadi penerang seluruh umat/alam semesta/ rahmatan lil alamin) mutaqin/taqwa namanya

lidah pahit (not verified)

Sun, 2012-08-26 17:21

"Kenali dirimu niscaya kau kenal tuhan mu"

1. Allah: adalah sifat dalam zat, zat wajibal wujut mutlak, haq, allah namanya
2. Alah berkomunikasi dg kalam (baca tulis, kejadian seharihari, getaran hati)

More info : 0721 7563402

n4518 (not verified)

Sat, 2012-11-24 23:06

tassawuf...........mudah terucap, tapi sangat sulit dilakukan di era yang seperti ini, bagi yang sudah mampu atau sedang mencoba melakukanya,bersyukurlah karena Allah memberi kemudahan dan kekuatan maupun kesempatan.

Tasawuf itu adalah ilmu mengenai cara-cara membersihkan lahir dan batin daripada dosa dan kesalahan. Bahkan kesalahan lahir ini berpunca dari kesalahan batin. Dosa lahir ini berlaku setelah berlakunya dosa batin. Maka sebab itulah ia dikatakan ilmu tasawuf.>>>http://belajarilmutasawuf.blogspot.com/

Assalamualaikum semua....
Saya juga pemula yang mengkaji ilmu Tasawuf,,,
Saya masih bingung dan mau tanya, siapapun silakan jawab,,,
" katanya Ibadah itu Harus Iklas Lillahi Ta'ala,,, tapi mengapa masih banyak orng yang beribadah ingin mendapatkan surga...
bukankah surga itu hanyalah bonus karena ketaatan kita kepada Allah...
dan bukan berarti kita beribadah untuk mencari Surga, tetapi mencari Ridho Allah Swt...
Bagaimanakah tanggapan Saudara-saudaraKu yang suadah mendalami kajian Ilmu Tasawuf!

Mohon KomentarNya :)

Punya guru mursyid tidak?

Ilmu tasawuf, bila hanya dikaji tanpa ada guru mursyid maka kajiannya hanya akan sampai ke akal saja, tidak akan sampai ke hati.

Jika kita niat ingin mensucikan hati kita, carilah guru mursyid. Yaitu, guru yang mempunyai bashirah (pandangan tembus) yang mampu membimbing rohani kita. Dia yang tau penyakit hati kita dan dia pula tau obatserta dosis yang tepat buat kita.

selamat mencari :)

Walaikumusallam Waromahtullohi Wabarokahtu...

Keikhlasan itu datangnya dari Hati, Dari Hati lah kita bisa menilai segala sesuatunya, apakah perbuatan yangkita kerjakan itu Ria, Sombong Hati, Hasad, Atau Mencari Tujuan Lain Ketika Melakukan suatu Perbuatan.

Hati tidak dapat dibohongi, seseorang yang terlatih Lidah, Lisan dan Pikirannya Akan Terjauh dari Perbuatan ini, karena senantiasa Mentasbihkan Ismul Al Adzhom, Nama2 Allah, Ayat-ayat Allah.
Keikhlasan itu, Apabila Dikerjakan Ada Kelapangan di dada, dihati, ada kesejukan dijiwa.
Keikhlasan itu datang, karena Hati Tergerak Untuk Melakukan Perbuatan itu.
sebagai sebuah Contoh: Apabila kita melihat seorang Pengemis, Timbul Rasa Ibah, kasihan, sehingga tergerak hati untuk memberikan.
maka selanjutnya kita merasakan hal yang luar biasa, yaitu kedamaian, ketenangan dan kesejukan hati.

Inti dari Keikhlasan kerjakan karena niat beribadah kpd Allah, Jgn Mengharapkan apapun (Mengharapkan Pahala dll) apabila mengerjakan itu, karena Allah Maha Pemberi, Maha Meluaskan, Maha Melapangkan, Maha Membalas, Maha Berbuat Baik, dan Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Jangan Ragukan Itu, Dia Lah Tempat Sebaik2nya Kembali.

Yng namanya beribadah itu harus ikhlas .. Tanpa mengharapkan imbalan seperti surga dan neraka.. Karna kalau mengharapkan bukan iklas namanya tapi cuman menjalankan .. Contohnya seperti bekerja .. Sebaiknya kita beribadah saja , tidak usah memikirkan imbalannya .. Karna kalau itu beribadah secara ikhlas lahir batin karena allah swt saja pasti akan mendapatkan yang terbaik .. Kalau seseorang mengaku sudah mendalami ilmu tasauf secara dalam tapi kalau sholat,puasa,naik haji dll masih mengharapkan imbalan . Itu sudah bukan yng dinamakan beribadah .. Jadi singkatnya. Beribadah itu tidak usah memikirkan imbalannya , salahnya atau benarnya yang penting kalau sudah niatnya karena allah swt pasti akan ber ujung baik ..
Trimakasih wassallam

Tambahan wawasan ilmu. Dalam beribadah itu yang penting ada2: 1. Ikhlas karena Allah semata 2. Ittiba' yaitu sesuai dengan tuntunan Rasulullah Dan dalam beribadah boleh kita berharap pahala (Raja')

Tambahan wawasan ilmu. Dalam beribadah itu yang penting ada2: 1. Ikhlas karena Allah semata 2. Ittiba' yaitu sesuai dengan tuntunan Rasulullah Dan dalam beribadah boleh kita berharap pahala (Raja')

Add new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack