• warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.
  • warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Aqidah

Lima Peringkat Iman

PERINGKAT IMAN

Iman antara satu orang dengan seorang yang lain tidak sama. Ulama Islam telah membagi iman menjadi 5 peringkat :

Kebenaran hanya datang dari Tuhan

Kebenaran hanya datang dari Tuhan

Allah berfirman dalam al Quran yang maksudnya :

" Kebenaran itu datang dari Tuhanmu dan janganlah kamu menentangnya." (Al Baqarah 147)

Ringkasan Akidah Ahlusunnah Wal Jamaah




Untitled Document




Perkara-perkara yang wajib diyakini berkaitan dengan Iman dikenal sebagai Rukun Iman, yang meliputi:

  1. Keyakinan kepada ALLAH dan sifat-sifatNya baik sifat-sifat yang wajib, sifat-sifat yang mustahil dan juga sifat-sifat yang boleh.
  2. Keyakinan kepada para rasul dan sifat-sifatnya.
  3. Keyakinan kepada kitab-kitab yang pernah diturunkan oleh Allah seperti Al Quran, Zabur, Injil dan Taurat.
  4. Keyakinan kepada para malaikat.
  5. Keyakinan kepada akhirat yang meliputi Syurga dan Neraka serta perkara-perkara lain yang merangkumi perkara di alam ghaib.
  6. Keyakinan kepada Qadha dan Qadar ALLAH.

Uraian tentang iman dalam Ahlusunnah Wal Jamaah telah disusun oleh Imam Abu Hasan Al-Asyari.

Keyakinan Dengan Allah

Uraian tentang ketuhanan ini telah disusun oleh Imam Abu Hasan Al-Asyari dan dikenal sebagai "Tauhid Sifat 20". Dari sifat-sifat Allah yang sempurna dan tak berhingga itu yang wajib diketahui secara ringkas oleh setiap orang Islam yang sudah baligh dan berakal adalah :

  • 20 sifat yang wajib (mesti ada ) pada Allah
  • 20 sifat yang mustahil (tidak mungkin ada) pada Allah
  • 1 sifat yang mubah (boleh ada-boleh tidak) pada Allah

Adapun sifat yang 20 yang mesti ada dan yang 20 mustahil pada Allah itu adalah :

  1. Wujud : Allah itu ada, mustahil Allah tidak ada.
  2. Qidam : Allah tidak berpermulaan ada-Nya. Mustahil Ia berpermulaan ada-Nya.
  3. Baqa : Allah kekal selama-lamanya, mustahil Ia akan lenyap (habis)
  4. Mukhalafatuhu Lil Hawaditsi : Allah berlainan dengan sekalian makhluk, mustahil Ia serupa dengan makhluk yang Ia ciptakan.
  5. Qiyamuhu Binafsihi : Allah berdiri sendiri dan tidak memerlukan pertolongan pihak lain, mustahil memerlukan pertolongan pihak lain.
  6. Wahdaniah : Allah Allah Maha Esa, mustahil Ia banyak (berbilang).
  7. Qudrat : Allah berkuasa, mustahil Ia lemah (dhaif)
  8. Iradah : Allah menetapkan sesuatu menurut kehendak-Nya dan mustahil Ia dipaksa oleh kekuatan lain untuk melakukan sesuatu
  9. Ilmu : Allah tahu seluruhnya, tahu yang telah dijadikan-Nya dan tahu yang akan dijadikan-Nya, mustahil Ia tidak tahu.
  10. Hayat : Allah hidup, mustahil ia mati.
  11. Sama : Allah mempunyai sifat sama, yaitu mendengar, mustahil Ia tuli.
  12. Basyar : Allah melihat, mustahil Ia buta
  13. Kalam : Allah berkata, mustahil Ia bisu.
  14. Kaunuhu Qadiran : Allah tetap selalu dalam keadaan berkuasa, mustahil Ia dalam keadaan lemah.
  15. Kaunuhu Muridan : Allah tetap selalu dalam keadaan menghendaki, mustahil Ia dalam keadaan tidak menghendaki
  16. Kaunuhu 'Aliman : Allah tetap selalu dalam keadaan tahu, mustahil Ia dalam keadaan tidak mengetahui
  17. Kaunuhu Hayyan : Allah tetap sealu keadaan hidup, mustahil Ia dalam keadaan mati.
  18. Kaunuhu Sami'an : Allah tetap dalam keadaan mendengar, mustahil Ia dalam keadaan tuli.
  19. Kaunuhu Basyiran : Allah dalam keadaan melihat, mustahil Ia dalam keadaan buta.
  20. Kaunuhu Mutakalliman : Allah tetap dalam keadaan berkata, mustahil Ia bisu.

Sifat yang boleh/mubah pada Allah adalah boleh membuat dan boleh pula tidak membuat sekalian pekerjaan. Tidak wajib bagi Allah untuk menjadikan segala makhluk, dan tidak wajib pula untuk meniadakan segala makhluk.

Keyakinan Dengan Para Rasul

Nabi dan rasul jumlahnya banyak sekali sampai 124,000 orang, dan rasul-rasul itu ada 313 atau 315 orang. Nabi yang pertama sekaligus merupakan manusia yang pertama yang Allah utus ke muka bumi adalah Nabi Adam. Nabi penutup, penghulu sekalian nabi dan para rasul adalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sesudah Baginda, tidak ada lagi nabi dan rasul. Baginda adalah rasul bungsu untuk ummat akhir zaman. Nabi-nabi dan rasul-rasul yang wajib diketahui adalah 25 orang, yaitu seperti yang tersebut di dalam Al Quran sebagai berikut:

  1. Nabi Adam Alaihissalam
  2. Nabi Idris Alaihissalam
  3. Nabi Nuh Alaihissalam
  4. Nabi Hud Alaihissalam
  5. Nabi Shaleh Alaihissalam
  6. Nabi Ibrahim Alaihissalam
  7. Nabi Luth Alaihissalam
  8. Nabi Ismail Alaihissalam
  9. Nabi Ishaq Alaihissalam
  10. Nabi Yaqub Alaihissalam
  11. Nabi Yusuf Alaihissalam
  12. Nabi Ayub Alaihissalam
  13. Nabi Syuaib Alaihissalam
  14. Nabi Musa Alaihissalam
  15. Nabi Harun Alaihissalam
  16. Nabi Zulkifli Alaihissalam
  17. Nabi Daud Alaihissalam
  18. Nabi Sulaiman Alaihissalam
  19. Nabi Ilyas Alaihissalam
  20. Nabi Ilyasa Alaihissalam
  21. Nabi Yunus Alaihissalam
  22. Nabi Zakaria Alaihissalam
  23. Nabi Yahya Alaihissalam
  24. Nabi Isa Alaihissalam
  25. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Diantara mereka dipililih 5 rasul Ulul Azmi, karena kesabaran mereka yang luar biasa yaitu:

  1. Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
  2. Rasulullah Ibarahim Alaihissalam
  3. Rasulullah Musa Alaihissalam
  4. Rasulullah Isa Alaihissalam
  5. Rasulullah Nuh Alaihissalam

Rasul-rasul itu adalah manusia pilihan Allah. Mereka manusia seperti kita yang menerima wahyu dari Allah dan memiliki sifat-sifat kerasulan. Ini yang membedakan para rasul dengan manusia biasa. Mereka memiliki sifat-sifat yang wajib bagi mereka yang wajib kita ketahui dan kita yakini. Selain itu ada sifat-sifat yang mustahil bagi mereka dan ada satu sifat yang harus (jaiz).

Sifat-sifat yang wajib bagi para rasul adalah sebagai berikut:

  1. Siddiq (benar), mustahil pendusta.
  2. Amanah (dipercaya), mustahil khianat.
  3. Tabligh (menyampaikan), mustahil menyembunyikan
  4. Fathanah (bijak) mustahil dungu.

Adapun sifat yang jaiz bagi para rasul ialah sifat-sifat kemanusiaan yang tidak merendahkan darjat kerasulannya. Umpamanya makan minum, tidur, kawin, bergaul dalam masyarakat, menjadi imam dalam solat, menjadi jenderal dalam peperangan dan lain-lain sebagainya.

Kitab-kitab Suci

Kitab suci yang wajib diketahui dan diyakini ada 4, yaitu:

  1. Kitab Suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam.
  2. Kitab Suci Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam.
  3. Kitab Suci Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam
  4. Kitab Suci Al Quran yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah saw.

Semua kitab suci itu dari Allah dan isinya semuanya benar, tidak boleh ada sedikitpun keraguan terhadapnya. Hanya kitab Taurat dan Injil yang ada ditangan penganut-penganutnya sekarang ini yang tidak lagi menurut yang aslinya, sudah banyak diubah oleh pendeta-pendetanya dulu, sehingga tidak dapat lagi dipercaya isinya, demikian keyakinan ummat Islam.

Allah menerangkan hal ini di dalam Al-Quran dengan firmanNya yang bermaksud:

Sebahagian orang-orang Yahudi mengubah-ubah kitab sucinya dari keadaan yang asli. (Annisa : 46).

Mengenal Malaikat

Wajib bagi setiap mukallaf mengenal malaikat-malaikat Allah secara tepat, mengenal nama-namanya yang wajib diketahui, mengenal sifat-sifatnya serta mengenal tugas-tugasnya. Pengenalan kita mesti dilandasi dengan ilmu yang memadai, dihayati, hingga terasa di hati kita betapa Maha Kuasa Allah serta betapa maha sempurna dan maha hebat pemerintahan Allah terhadap manusia dan alam semesta ciptaanNya.

Malaikat adalah makhluk halus, tidak berwujud fisik seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda fisik. Dijadikan dari nur atau cahaya. Hakikat jasadnya, Allah Maha Tahu. Dengan izin Allah mereka dapat menyerupakan dirinya menjadi seperti manusia dan lain-lain.

Malaikat tidak berjenis kelamin, tidak makan dan minum seperti manusia, tidak tidur, tidak pernah istirahat dari melaksanakan tugas-tugasnya, melainkan senantiasa taat setia kepada Allah, tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan walaupun sekecil-kecilnya.

Malaikat-malaikat yang wajib kita kenali ada 10, mereka itu adalah sebagai berikut:

  1. Malaikat Jibril , tugasnya adalah menyampaikan wahyu kepada nabi-nabi dan para rasul. Terutama kepada Baginda Rasulullah SAW. Kadang-kadang Malaikat Jibril itu datang menyerupai laki-laki yang gagah dan tampan dan ada kalanya para sahabat pun mendengar dan menyaksikan ia berdialog dengan Baginda.
  2. Malaikat Mikail , tugasnya dalam soal kesejahteraan manusia seperti mengantar hujan, mengantar angin, soal kesuburan tanah dan kesuburan-kesuburan lainnya.
  3. Malaikat Israfil , tugasnya dalam soal-soal yang berhubung kait dengan qiamat, seperti meniup sangkakala tanda qiamat, meniup sangkakala tanda manusia dibangkitkan di padang mahsyar dan lain-lain.
  4. Malaikat Izrail , tugasnya adalah mencabut nyawa dan membawa nyawa itu kemana mestinya.
  5. Malaikat Munkar dan
  6. Nakir , tugas kedua-duanya adalah menyoal manusia yang sudah mati di alam kubur. Datang dengan wajah yang seram dan menakutkan bagi orang-orang yang mati membawa dosa dan hati yang tidak selamat. Dan sebaliknya wajah yang mereka tampilkan akan sangat indah dan menyejukkan pada mereka yang matinya husnul khatimah
  7. Malaikat Rakib , tugasnya adalah menuliskan amalan baik manusia.
  8. Malaikat Atid , tugasnya adalah mencatat amalan jahat manusia. Kedua-dua malaikat rakib atid itu senantiasa mengiringi manusia dimana saja mereka berada dan kemana sana mereka pergi. Malaikat rakib atid itu merupakan sekelompok malaikat yang jumlahnya sebanding dengan jumlah manusia sepanjang zaman.
  9. Malaikat Malik , tugasnya adalah menjaga Neraka dengan penampilan yang sangat menakutkan dan mengerikan bagi para penghuni Neraka.
  10. Malaikat Ridwan , tugasnya adalah menjaga Syurga dengan penampilan yang sangat menyenangkan para penghuni Syurga.

Mengenal Akhirat

Berkaitan dengan hari Akhirat, ada beberapa perkara yang wajib kita ketahui dan yakin, sebagai berikut:

  1. Tentang Kematian : Setiap makhluk yang bernyawa pasti mati (Ali Imran : 185). Umur manusia sudah ada jangka waktunya yang telah Allah tetapkan. Apabila waktu yang sudah ditetapkan (ajal) bagi seseorang itu tiba maka pasti ia mati. Tidak ada seorangpun yang dapat melambatkan atau menyegerakan. Setiap manusia pasti mati sesuai dengan ajal yang telah Allah tetapkan.
  2. Alam Barzah : Diantara alam dunia dengan akhirat, adalah satu alam yang disebut alam barzah atau alam kubur. Ia adalah satu alam yang memisahkan antara alam dunia dengan alam akhirat. Di sini manusia yang sudah mati diberi ruh kembali, sehingga sadar dengan segala peristiwa yang berlaku di dalamnya.
  3. Yaumul Baats : Setelah hari akhirat tiba, ketika tidak ada lagi seorang manusia pun yang hidup, maka waktu itu manusia dibangkitkan kembali (Al Haj : 6-7), kemudian dikumpulkan di padang mahsyar.
  4. Yaumul Hisab : Setelah itu ditimbang amal bakti manusia yang baik dan yang buruknya. Hari itu disebut hari hisab (yaumul hisab).
  5. Titian Siratul Mustaqim : Setiap manusia akan melalui titian siratul mustaqim yang dibentangkan di atas Neraka, kecuali segolongan orang-orang betaqwa yang dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab.
  6. Menerima Catatan Amal Baik dan Buruk : Orang-orang soleh, setelah ditimbang amalnya, mereka menerima buku catatan amal dari sebelah kanan, diberi gelar ashabul yamin, kemudian dimasukkan ke dalam Syurga. Adapun orang-orang yang berdosa, yang timbangan amal jahatnya lebih berat daripada amal baiknya, mereka menerima kitab catatan amal dari sebelah kiri, diberi gelar ashabussyimal, kemudian dimasukkan ke dalam Neraka.
  7. Tentang Neraka : Orang-orang mukmin yang berdosa, yang menerima catatan amal dari sebelah kiri, dimasukkan ke dalam Neraka, setelah itu diangkat, kemudian dimasukkan ke Syurga. Tetapi orang-orang kafir dan munafik, yang matinya tidak membawa iman, mereka kekal di dalam Neraka selama-lamanya.
  8. Tentang Syurga: Orang-orang bertakwa, tempat peristirahatannya di sana adalah Syurga, sesuatu yang terlalu hebat tiada tandingnya. Masya Allah, patah lidah untuk mengungkapnya. Tiada bahasa yang dapat menggambarkannya.Tiada mampu mata pena untuk menuliskannya.
    Bagi orang bertaqwa, hadiahnya bidadari-bidadari yang cantik jelita. Bukan seorang tapi berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus orang. Nikmatnya tiada tolok ukurnya di dunia. Selain itu semua, orang-orang bertaqwa, dengan rahmat dan kasih sayang Allah mereka dapat melihat Allah (Al Qiyamah : 23). Inilah nikmat yang maha besar dan tiada bandingnya di akhirat sana. Bukan Allah ada di sana, tapi waktu itu kita dapat merasakan indah dan nikmatnya pertemuan agung itu. Maha Besar dan Maha Suci Allah dari menyerupai makhluk.

Qadha & Qadar

Qadha ialah ketentuan atau hukum yang telah Allah tetapkan sejak azali bagi seseorang atau sesuatu perkara, seperti sakit, sehat, miskin, kaya dan lain-lain. Segala kejadian mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya sudah Allah tetapkan sejak azali.

Adapun qadar adalah rincian dan batasan-batasan ketentuan yang telah Allah tetapkan sejak azali lagi.


Demikianlah secara ringkas mengenai akidah Ahlusunnah Wal Jamaah.

=== sekian ===

11 Mengenal Qadha & Qadar


18 MENGENAL QADHA DAN QADAR Qadha ialah ketentuan atau hukum yang telah Allah tetapkan sejak azali bagi seseorang 
atau sesuatu perkara, seperti sakit, sehat, miskin, kaya dan lain-lain. Segala 
kejadian mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya sudah Allah 
tetapkan sejak azali. Adapun qadar adalah rincian dan batasan-batasan ketentuan 
yang telah Allah tetapkan sejak azali lagi. 

Kita lihat beberapa contoh berikut ini.

1. Seorang manusia diciptakan oleh Allah menjadi bangsa lemah dan tertindas, dilahirkan di satu negara yang miskin dan terbelakang. Apakah orang itu dapat menolaknya?
2. Seseorang dilahirkan dari keluarga si fulan dan fulanah. Apakah ada orang yang mampu membantahnya? Dapatkah ia mengganti ibu ayahnya dengan orang lain?
3. Anak yang akan lahir tidak dapat dikuasai oleh ibu bapanya. Mereka harus menerima taqdir Tuhan, apakah anak yang lahir itu laki-laki atau perempuan, tidak dapat ditolaknya.

Kalau kita berkuasa, tentu akan dicari negara lain yang lebih baik daripada negara tempat kelahirannya. Maka di tempat itulah kita akan dilahiran. Kalau ada kekuasaan kita, tentu kita akan mencari ayah ibu yang gagah dan kaya raya. Kalau ada kekuasaan kita, tentu anak yang lahir dari keluarga kita akan sesuai dengan kehendak kita.

Kerana itu kita yakin bahwasanya taqdir baik dan buruk semuanya dijadikan oleh Tuhan. Dia membuat apa saja sesuai dengan kehendakNya yang telah digariskanNya sejak ajali lagi. Tidak ada seorang pun yang dapat melawan kehendak-kehendak Allah.

Firman Allah:

"Tiada suatu bencana yang terjadi di muka bumi atau pada dirimu sendiri melainkan hal itu sudah ada ketentuannya (sejak azali) sebelum Kami melaksanakan terjadinya, bahwasanya hal demikian mudah sekali bagi Allah" (Surah Al Hadid : 22).

Jadi apa saja yang telah, sedang dan akan berlaku semuanya dalam qadha Allah, semuanya terjadi sesuai qadarNya.

Firman Allah:

Sesungguhnya segala sesuatu itu Kami jadikan dengan taqdir.

Bahwasanya Allah SWT telah mentaqdirkan sesuatu sejak azali dan Tuhan tahu bahwa sesuatu itu akan terjadi pada waktu yang Dia tentukan. Maka sesuatu itu terjadi sesuai dengan taqdirnya. Demikian keyakinan kita, bahawa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini sudah ditaqdirkan oleh Tuhan, kita hanya mendapatinya saja. Ingatlah bahwa setiap takdir Tuhan yang berlaku ke atas diri kita itu pasti yang terbaik untuk kita. Persoalannya adalah sejauh mana pengetahuan dan penerimaan kita terhadap Tuhan, sifat-sifatNya, kerja-kerjaNya, serta qadha dan qadarNya.

Sering kali sesuatu yang kita sangka negatif, sesungguhnya ia adalah positif. Misalnya, ketika kita hendak bermusafir tiba-tiba jatuh sakit. Awalnya boleh jadi kita sangka jahat dengan Tuhan. Kita sangka Tuhan menjadikan yang negatif untuk kita. Tetapi ketika satu saat diketahui bahwa jalan yang mungkin kita lalui, jika kita jadi bermusafir, ternyata merbahaya. Waktu itu baru kita tahu dan merasa bahawa peristiwa sakit yang menimpa kita itu positif, bahkan yang terbaik untuk kita.

Mesti kita selalu ingat dengan Tuhan. Allah adalah Pencipta, Pentadbir, dan Penentu terhadap segala sesuatu. Kita dapat berusaha, itu pun gerakan dari Allah. Kita tidak berkuasa mencipta usaha. Hanya terasa seperti ada kuasa. Kita berusaha mengikut apa yang digariskanNya. Di hujung usaha sudah ditentukan. Kalau hasilnya baik, pujilah Tuhan. Kerana itu adalah anugerahNya dan nikmatNya. Jika hasilnya negatif, mengakulah salah kita sendiri, sebagai beradab dengan Tuhan.

Kenalilah Tuhan melalui sifat-sifatNya, fahami sifat-sifatNya dan kerja-kerjaNya. Dengan begitu kita tidak akan sombong ketika mendapat kejayaan. Kalau kita gagal dalam usaha, kita mesti redha menerimanya, sebab tentu ada maksud yang tersirat dibalik kejadian itu. Sebagai hamba, mestinya kita menerima saja. Usaha ikhtiar adalah syariat yang diperintahkan untuk kita laksanakan. Disinilah letaknya pahala. Tetapi ia tidak menentukan nasib kita, sekalipun kita diperintahkan untuk berusaha. Nasib kita Tuhanlah yang menentukannya.
Taqdir Tuhan terhadap sesuatu itu, kita tidak tahu kepastiannya. Kerana itu kita tidak boleh menunggu saja tanpa bekerja. Bekerjalah, berusahalah sekuat tenaga, dan serahkanlah kepada Allah apa saja yang akan terjadi.

Begitu juga anak kita, peliharalah ia sebaik-baiknya, berilah makan, pelihara kesehatannya, didiklah mereka secara tepat seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah, kemudian serahkanlah kepada Allah apa yang akan terjadi.

Imam Al Gazali berkata: Orang yang meletakkan benih di atas batu dan sesudah itu ia tunggu taqdir agar benih itu tumbuh dan berbuah dengan sendirinya, maka orang itu termasuk orang dungu dan sangat bodoh.

=== sekian ===

09 Mengenal Para Rasul


16 MENGENAL PARA RASUL 

Firman Allah:
Katakanlah (wahai Muhammad), Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kamu. (Ali Imran : 31)

Dari ayat di atas kita dapat faham bahwa jalan untuk mencintai Allah mesti mentaati Baginda Rasulullah, dan untuk mentaatinya mesti kita mengenal serta mencintainya. Tak kenal maka tak cinta. Tiada cinta susah kita untuk mentaatinya, bahkan akan menderita. Oleh karena itu kita mesti mengenal dan mencintai para rasul terutama Baginda Rasulullah saw.

Kita mesti mengenal peribadinya lahir dan batin. Kita mesti memahami dan melaksanakan sunnah-sunnahnya dalam setiap apek kehidupan. Selain itu kita juga mesti memperjuangkanya agar syariat dan sunnahnya menjadi cara hidup kita dan masyarakat sekitar kita.

Firman Allah:

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu ikuti (Al Ahzab : 21)

Rasulullah datang ke tengah-tengah masyarakat manusia untuk dicontoh, untuk diikut dan ditauladani. Maka wajib kita yakin dan mentaatinya. Padanya ada aqidah yang tepat dan sempurna, ada akhlak mulia yang amat indahnya, ada cara hidup yang berlandaskan syariat yang agung dan sesuai fitrah.

Untuk kita mencintainya dan mentaatinya serta taat kepada Allah dengan sepenuh hati, marilah kita mengenalnya. Mudah-mudahan Allah bantu dan pimpin kita agar sampai kepada Nya.

1. Nama-Nama Rasul Yang Wajib Diketahui

Nabi dan rasul jumlahnya banyak sekali sampai 124,000 orang, dan rasul-rasul itu ada 313 atau 315 orang. Nabi yang pertama sekaligus merupakan manusia yang pertama yang Tuhan utus ke muka bumi adalah Nabi Adam. Nabi penutup, penghulu sekalian nabi dan para rasul adalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sesudah Baginda, tidak ada lagi nabi dan rasul. Baginda adalah rasul bungsu untuk ummat akhir zaman.

Nabi-nabi dan rasul-rasul yang wajib diketahui adalah 25 orang, yaitu seperti yang tersebut di dalam Al Quran sebagai berikut:

  1. Nabi Adam Alaihissalam
  2. Nabi Idris Alaihissalam
  3. Nabi Nuh Alaihissalam
  4. Nabi Hud Alaihissalam
  5. Nabi Shaleh Alaihissalam
  6. Nabi Ibrahim Alaihissalam
  7. Nabi Luth Alaihissalam
  8. Nabi Ismail Alaihissalam
  9. Nabi Ishaq Alaihissalam
  10. Nabi Yaqub Alaihissalam
  11. Nabi Yusuf Alaihissalam
  12. Nabi Ayub Alaihissalam
  13. Nabi Syuaib Alaihissalam
  14. Nabi Musa Alaihissalam
  15. Nabi Harun Alaihissalam
  16. Nabi Zulkifli Alaihissalam
  17. Nabi Daud Alaihissalam
  18. Nabi Sulaiman Alaihissalam
  19. Nabi Ilyas Alaihissalam
  20. Nabi Ilyasa Alaihissalam
  21. Nabi Yunus Alaihissalam
  22. Nabi Zakaria Alaihissalam
  23. Nabi Yahya Alaihissalam
  24. Nabi Isa Alaihissalam
  25. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Hanya 25 nabi/rasul itulah yang wajib kita ketahui secara terperinci dan kita percayai adanya serta kebenarannya. Yang lainnya cukup diyakini adanya.

Diantara mereka dipililih 5 rasul Ulul Azmi, karena kesabaran mereka yang luar biasa yaitu:

  1. Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
  2. Rasulullah Ibarahim Alaihissalam
  3. Rasulullah Musa Alaihissalam
  4. Rasulullah Isa Alaihissalam
  5. Rasulullah Nuh Alaihissalam

Firman Allah:

Dan beberapa rasul yang dahulu ada yang kami ceritakan kepadamu (Hai Muhammad) dan ada pula rasul-rasul yang tidak kami ceritakan padamu. (Annisa : 164)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ada rasul-rasul yang dikhabarkan dalam Al Quran dan ada pula yang tidak dikhabarkan. Yang wajib dikenal secara terperinci adalah 25 nabi/rasul yang namanya tersebut dalam Al Quran. Yang lain cukup diyakini saja adanya.
Dalam ayat ini dapat dipetik pengetahuan bahwa yang dikabarkan namanya dalam Al Quran, itu semuanya selain nabi, juga rasul. Kerana dalam ayat ini dikatakan rasul-rasul. Fatwa yang mengatakan Adam bukan rasul, Zulkifli bukan rasul, Ilyasa bukan rasul tidak perlu dihiraukan, kerana bertentangan dengan ayat tersebut. Jadi 25 nabi yang wajib diketahui itu semuanya juga rasul.

2. Sifat-Sifat Rasul

Rasul-rasul itu adalah manusia pilihan Tuhan. Mereka manusia seperti kita yang menerima wahyu dari Tuhan dan memiliki sifat-sifat kerasulan. Ini yang membezakan para rasul dengan manusia biasa. Mereka memiliki sifat-sifat yang wajib bagi mereka yang wajib kita ketahui dan kita yakini. Selain itu ada sifat-sifat yang mustahil bagi mereka dan ada satu sifat yang harus (jaiz).

Sifat-sifat yang wajib bagi para rasul adalah sebagai berikut:
1. Siddiq (benar), mustahil pendusta.
2. Amanah (dipercaya), mustahil khianat.
3. Tabligh (menyampaikan), mustahil menyembunyikan
4. Fathanah (bijak) mustahil dungu.

Wajib bagi para rasul bersifat siddiq ertinya benar (QS Maryam : 41), yakni mesti benar dalam perkataan dan perbuatannya, benar dalam hukum-hukum yang disampaikan kepada ummatnya dan benar dalam perjuangannya. Kerana mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan yang diangkat menjadi RasulNya. Mustahil Tuhan memilih orang-orang pembohong manjadi rasulNya.

Wajib bagi para rasul bersifat amanah ertinya dipercayai (QS Maryam : 41), mustahil bersifat khianat yang perkataan dan perbuatannya tidak dipercaya. Dalam sifat amanah ini termasuklah sifat maksum, yakni terpelihara dari dosa. Rasul-rasul tidak membuat dosa sama sekali.

Wajib bagi para rasul bersifat tabligh ertinya menyampaikan wahyu (QS Maryam : 41), kerana tugasnya menyampaikan wahyu yang mereka terima dari Tuhan kepada ummatnya, mustahil mereka menyembunyikan wahyu itu.

Wajib bagi para rasul bersifat fathonah artinya cerdik dan bijaksana (QS Maryam : 41) mustahil para rasul itu orang-orang yang dungu, kerana kalau dungu mereka tidak akan dapat melaksanakan tugasnya.

Para rasul itu adalah orang yang paling pintar di zamannya. Di dalam bahasa Arab untuk kata pintar digunakan istilah Dzakiy. Tidak ada seorang manusia pun yang lebih pintar daripada mereka atau yang dapat mengatasi kekuatan akal mereka di waktu itu.

Walaupun begitu, mereka tidak menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekuatan akal mereka. Akan tetapi mereka menggunakan panduan yang datang dari Allah. Oleh kerana itu mereka dikatakan memilki sifat fathonah, bukan dzakiy. Ertinya lebih mendahulukan wahyu daripada akal mereka.

Adapun sifat yang jaiz bagi para rasul ialah sifat-sifat kemanusiaan yang tidak merendahkan darjat kerasulannya. Umpamanya makan minum, tidur, kawin, bergaul dalam masyarakat, menjadi imam dalam solat, menjadi jeneral dalam peperangan dan lain-lain sebagainya.

3. Mari Mengenal Baginda Rasulullah SAW.

Apakah kita benar-benar mengenal Nabi Muhammad SAW, iaitu mengenal secara lahir dan batin, jasmani, maknawi dan rohaninya? Atau kita hanya mengenal secara lahirnya saja, tidak lebih dari itu? Atau mengenal secara rambang saja?

Sebenarnya kalau manusia mengenal peribadi Nabi Muhammad SAW secara lahir dan batin, jasmani, rohaniahnya, pasti manusia jatuh hati kepadanya. Kita akan cinta, menyebut selalu namanya, melalui selawat dan ingatan terhadapnya. Kita akan terasa terhutang budi kepadanya, kerana kedatangannya dan jasanya kepada dunia.

Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW seorang manusia yang istimewa, luar biasa yang tiada taranya. Dia adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah Taala. Mari kita bercerita tentangnya secara ringkas agar kita mengenal Nabi kita sendiri, siapa dia yang sebenarnya?

Dia adalah Sayidina Muhammad bin Abdullah, ibunya Aminah. Bangsa Quraisy dari Bani Hasyim. Nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim. Dia adalah anak yatim piatu. Seorang anak yang tidak pernah dapat bermanja dengan ibu bapanya seperti orang lain. Dia lahir dari keluarga yang miskin dan dipelihara oleh keluarga yang miskin.

Dia adalah makhluk yang pertama dan utama yang paling dicintai oleh Tuhan. Iaitu yang diberi nama Nur Muhammad. Dari Nur Muhammad itulah seluruh yang ada dicipta dan diwujudkan. Syurga, Neraka, dunia, Akhirat, para malaikat, Arasy, Kursi, Syirat, manusia, jin, haiwan, jamadat dan lain-lainnya, kalau bukan karena Nabi Muhammad SAW, tidak akan diwujudkan.

Kalau begitu, rupanya Nabi kita membawa rahmat lahir dan batin kepada semua makhluk Tuhan. Dia adalah makhluk yang awal wujud nisbah roh, yang akhir nisbah jasad dikalangan para nabi. Dia adalah satu-satunya Nabi yang diisrakkan dan dimikrajkan. Mukanya laksana bulan purnama karena cahayanya yang terang.

Dia hamba Allah yang paling bertaqwa dan paling takut dengan Tuhan. Kerana itulah dia dipanggil Habibullah oleh Allah, ketua seluruh para rasul dan para anbiya, penghulu seluruh orang yang bertaqwa, imam seluruh manusia. Syariatnya untuk seluruh jin dan manusia dan penutup seluruh syariat. Orang yang memberi syafaatul kubra di Akhirat dan orang yang pertama masuk Syurga.

Al Quran kitab yang diturunkan kepadanya paling lengkap. Merupakan mukjizatnya yang kekal dan paling agung. Tiada siapa yang dapat menirunya. Dia memiliki ilmu dunia dan Akhirat, sekalipun dia tidak menulis dan membaca. Nabi kita mempunyai akhlak yang paling mulia yang tiada taranya. Bahkan lebih mulia daripada para malaikat. Terutama kasih sayangnya kepada manusia begitu nyata sekali. Tawadhuknya atau merendah diri, pakaian peribadinya. Kerana itulah dia sanggup duduk, makan, minum, tidur, baring dengan fakir miskin, menziarahi orang sakit dan mengiringi jenazah. Tiada seorang pun yang melihat mukanya melainkan jatuh cinta kepadanya. Bahkan macam orang mabuk tidak akan melupakannya. Sangat kasih dan simpati dengan fakir miskin, anak-anak yatim dan janda-janda. Pemurahnya laksana angin kencang yang sangat lajunya. Orang yang bergaul dengannya macam-macam dapat dirasa.

Adakalanya laksana ibu dan ayah, adakalanya macam kawan yang membela dan setia, adakalanya dirasakan guru, adakalanya bagaikan pemimpin, dan adakalanya juga bagaikan ketua tentara. Setiap orang yang semajlis dengannya merasakan dapat layanannya yang memuaskan darinya. Kerana akhlaknya yang tinggi, dia dapat pujian daripada Tuhannya. Keberaniannya luar biasa. Dia sanggup berjalan di hadapan musuh-musuhnya seorang diri, tidak sedikit pun takut dengan raja-raja. Setiap orang yang meminta, tidak pernah dikecewakan, sekalipun terpaksa berhutang dengan manusia.

Ibadahnya banyak sekali, terutama solat hingga bengkak-bengkak kakinya kerana begitu lama berdiri di hadapan Tuhannya. Tidak pernah mendoakan musuh-musuhnya dengan kejahatan. Sangat suka meminta maaf dan memberi maaf kepada sesiapa saja. Dia membalas kejahatan orang dengan kebaikan, satu perbuatan yang luar biasa. Tidak pernah menghina, mencaci dan merendah-rendahkan orang lain. Sangat pemalu dan merendah diri. Sangat menerima keuzuran orang. Sangat tahan menerima ujian yang berbagai-bagai keadaan dan bermacam-macam bentuknya. Karena itulah dia dapat menjadi ketua Ulul Azmi dari keseluruhan para rasul alaihimusshalatu wasallam. Dia suka kepada seseorang kerana Allah dan murka juga kerana Allah.

Hatinya begitu jaga, matanya saja yang tidur tapi hatinya tidak tidur. Kerana itulah dia tidur tidak membatalkan wudhuknya. Di dalam hidupnya 74 kali berlaku peperangan 27 kali dia ikut sama atau ikut serta, tapi pelik, dia tidak pernah membunuh musuh-musuhnya walaupun seorang. Anak-anak didikannya, itulah dia para Sahabat hingga dia berkata: Sahabat-Sahabatku laksana bintang-bintang di langit, yang mana satu yang kamu ikut, kamu akan mendapat petunjuk. Para ulama umatku, laksana para-para nabi Bani Israil. Julukan ini tidak didapati oleh umat-umat nabi sebelumnya.

Kerana menegakkan kebenaran, pernah dilemparkan dengan najis, dilempar dengan batu hingga berdarah, dibuang daerah selama tiga tahun, dikepung hendak dibunuh, berhijrah meninggalkan tanah air dan mendapat berbagai-bagai kesusahan dan penderitaan.

Kemuliaannya di sisi Allah Taala begitu ketara dan nyata, iaitu namanya digandingkan dengan nama Tuhannya, yaitu di dalam dua kalimah syahadah. Bahkan tidak sah Islam seseorang kalau tidak diucapkan namanya bersama dengan nama Tuhannya. Doa yang hendak dikabulkan, di awal dan akhirnya hendaklah menyebut namanya. Doanya sangat makbul, bahkan siapa yang berdoa, bertawasul dengannya lebih diterima doanya. Siapa yang banyak berselawat dengannya, diberi syafaat di Akhirat. Siapa yang selalu menyebut namanya diturunkan rahmat dan berkat.

Mukjizat-mukjizatnya yang begitu banyak menunjukkan kebenarannya. Tertulis di belikatnya khatamun nubuwwah. Peluhnya bak mutiara, wanginya lebih wangi daripada kasturi. Orang tidak dapat menentang matanya karena kehebatannya yang amat nyata di wajahnya. Terutama musuh-musuhnya, pasti menundukkan pandangannya bila bertatap pandang dengannya. Banyak perkara-perkara ghaib yang dibuka oleh Allah Taala kepadanya, sehingga sebagian perkara-perkara yang belum terjadi, seperti peristiwa akhir zaman dapat diceritakannya.

Begitu kuat tawakalnya kepada Allah Taala hingga makanan yang berlebih tidak disimpan di malamnya, bahkan diberikan kepada yang berhak. Apabila dia buang air, tidak ada kesannya selepas membuangnya. Lalat tidak pernah hinggap pada badannya. Kalau dia berpaling, dia berpaling dengan seluruh badannya. Tidak pernah makan seorang diri melainkan berkawan. Tidak pernah mencerca makanan. Kalau dia tidak suka, dia tidak makan makanan itu. Sangat menghormati dan memuliakan tetamunya. Begitu menjaga hak-hak jirannya sekalipun orang kafir. Lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri. Tidak pernah melaknat, sekalipun terhadap binatang.

Apa yang diperkatakannya, ibarat mutiara. Kerana itulah sangat mempengaruhi orang yang mendengarnya. Didikan dan pimpinannya sangat berjaya. Di antara kesan didikan dan pimpinannya yang telah berlaku yang telah dicatat dalam sejarah, dapat melahirkan manusia yang sangat mencintai dan menakuti Allah Taala. Bahkan Tuhan dijadikan idola mereka. Dapat menyatupadukan manusia yang berbagai-bagai etnik, puak, kaum, bangsa dan yang berlainan warna kulit, bahasa dan budaya. Bahkan dapat menanamkan kasih sayang satu sama lain di kalangan manusia. Melahirkan manusia yang begitu taat dan patuh kepada syariat Tuhannya. Berjaya melahirkan manusia yang tinggi akhlak dan moralnya. Mampu menjadikan dunia bersih daripada noda dan dosa. Berjaya menjadikan setiap orang rasa berpuas hati di bawah naungan pimpinannya, sekalipun yang bukan Islam. Mereka merasakan dia adalah pelindung dan penyelamat kepada seluruh makhluk, sekalipun binatang.

Itulah dia Muhammad Rasulullah SAW. Itulah dia nabi kita, manusia luar biasa, yang istimewa, yang kejadian dan akhlaknya paling sempurna, tidak ada tandingannya. Baru sedikit saja kita ceritakan tentangnya, sudah mengagumkan kita. Apakah peribadi yang semacam ini kita tidak jatuh hati kepadanya? Apakah manusia seumpama ini kita bisa melupakan begitu saja? Apakah kita tidak terasa, dia adalah manusia yang begitu berjasa kepada seluruh manusia? Apakah kita tidak terasa terhutang budi kepadanya? Bahkan patut bersyukur kepadanya sepanjang masa. Bolehkah kita samakan dia dengan pemimpin-pemimpin yang lain di dunia? Jauh panggang dari api, macam langit dengan bumi.

Lantaran itulah, orang yang benar-benar mengenal Nabinya bersama Tuhannya, sanggup mati kerananya. Patut sangatlah dia menjadi idola dan ikutan kita, agar kita menjadi satu bangsa yang bertuhan, merdeka, bersatu, berakhlak mulia, bertamadun, berkasih sayang, bertolong bantu, berharmoni, bermaruah, bersih dari noda dan dosa. Allah dan Akhirat menjadi matlamat hidup kita.

4. Mukjizat

Mukjizat ialah hal-hal kejadian-kejadian yang berlaku, yang Allah kurniakan kepada rasul-rasul atau nabi-nabi yang menyalahi adat (khawariqul adah) atau ia berlaku di luar logik. Tujuannya untuk kemuliaan dan kebenaran di pihak para rasul dan juga untuk melemahkan musuh-musuhnya.

Mukjizat itu terbagi kepada dua bentuk yaitu:
1. Mukjizat lahir
2. Mukjizat batin (maknawi)

1. Mukjizat Lahir

Ia adalah perkara yang menyalahi adat yang berlaku pada seorang nabi atau rasul, yang dapat dilihat dengan mata lahir. Antara contohnya, tongkat dicampak berubah menjadi ular, manusia atau binatang mati dapat dihidupkan kembali, penyakit kusta dan sopak dapat disembuhkan, mata yang buta dapat disembuhkan, air yang sedikit dapat diminum oleh ratusan orang, dibakar tidak hangus, tongkat dipukulkan kepadda batu mengahasilkan pancrutan air, bulan terbelah dua, tongkat dapat membelah lautan dan sebagainya.

2. Mukjizat batin (maknawi)

Mukjizat ini hanya pada maknanya saja, tidak pada rupa. Terasa adanya dan dapat dinilai dengan mata hati (basyirah) saja. Tidak dapat dilihat oleh mata lahir. Antara contohnya, wahyu-wahyu yang disampaikan kepada nabi dan rasul yang mengandungi bermacam-macam ilmu dan hukum-hukum tanpa melalui belajar seperti manusia biasa, ia tidak dapat dilihat oleh mata kecuali setelah ditulis. Mukjizat batin lainnya, dapat tundukan nafsu tanpa mujahadah, Allah kurniakan bersih dari dosa dan kesaslahan, hati tidak terpaut dengan dunia, kelezatan dan keindahannya, mendapat tarbiyah dan ilmu terus dari Allah atau mendapat wahyu, manusia jatuh hati dan cinta luar biasa kepadanya, musuh merasa gerun dengan kehebatannya, sangat sabar dengan ujian-ujian dari kaumnya, azamnya terlalu kuat, hati terlalu teguh, cintanya dengan Allah terlalu tinggi dan lain-lain.

Mukjizat itu bukan diberi mengikut kehendak nabi dan rasul itu sendiri. Tapi dicatu sesuai dengan hal semasa serta keperluan nabi dan rasul itu. Tidak boleh dipelajari tetapi hadiah atau mauhibah atau wahbiyah dari Allah. Dalam sejarah para nabi diberi mukjizat yang berbeza antara seorang nabi dengan yang lainnya. Kebiasaannya mereka diberi mukjizat di kedua peringkat, kalau seorang nabi, ertinya dia bukan seorang pemimpin, yakni bukan untuk masyarakat. Maka Allah beri mukjizat sesuai bengan wataknya sebagai seorang abid. Mungkin mukjizat lahir atau batin yang diberikan itu sesuai dengan keperluannya.

Tapi seorang rasul ia adalah pemimpin ummatnya, maka Allah kurniakan mukjizat lahir dan batin sesuai dengan keperluannya berhadapan dengan umat yang dipimpinnya. Rasul-rasul yang paling banyak mendapat mukjizat ialah rasul-rasul ululazmi, karena mereka ini paling tahan, paling sabar berhadapan dengan ujian-ujian berat dari karenah kaumnya.

Pemberian mukjizat pada nabi dan rasul ini juga tidak sama, kerana keperluan merka juga berbeza antara satu dengan yang lainnya. Mukjizat nabi Musa tidak sama dengan mukjizat nabi Khaidir. Padahal nabi Musa as itu darjatnya lebih tinggi daripada nabi khaidir as, kerana ia adalah sorang ululazmi. Sedangkan nabi Khaidir hanya nabi saja, bukan rasul. Sesetengah ulama masih mempertikaikan tentang kenabian nabi Khaidir. Ada yang menganggap beliau hanya seorang soleh yang bertaraf wali saja, bukan rasul.
Antara mereka berdua di satu ketika, nabi Khaidir diberi mukjizat maknawiyah (batin). Walhal di waktu itu, tidak diberi kepada nabi Musa. Tiga hari saja mereka berkawan. Sedangkan sebelum itu nabi Khaidir sudah mengingatkan nabi Musa: Kau takkan sanggup ikut aku, kau takkan tahan sabar.

=== sekian ===

10 Mengenal Hari Akhirat


17 MENGENAL HARI AKHIRAT 

Hari Akhirat (yaumul qiyamat), baik kita suka atau pun tidak pasti terjadi (Albaqarah : 177). Ia berawal dari kematian seluruh manusia, di saat malaikat Israfil meniupkan angin sejuk, maka setiap manusia yang masih ada iman dihatinya mati seluruhnya. Maka yang tinggal adalah orang-orang yang engkar dan sentiasa membuat dosa dan kelalaian hingga tidak ada seorang pun di muka bumi yang masih menyebut nama Allah. Setelah itu, ketika malaikat Israfil meniup sangkakala yang pertama, berlakulah qiamat qubra atau qiamat yang besar dimana bumi, langit dan seluruh isinya dihancurkan. Satu peristiwa yang sangat mengerikan, sangat dahsyat, tak dapat digambarkan.

Di akhirat sana hanya ada dua tempat kembali, iaitu Neraka dan Syurga. Setelah manusia seluruhnya dimatikan, demikian juga bumi langit dan seluruh isinya dihancurkan, kemudian malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua, maka manusia seluruhnya dihidupkan kembali. Mereka diberi jasad lagi dengan bentuk rupa yang bermacam-macam sesuai dengan kualiti hati masing-masing, kesan dari amal ibadah mereka sediri selama hidup di dunia.

Kemudian mereka dikumpulkan di padang mahsyar. Diriwayatkan bahawasanya manusia yang hidup sepanjang zaman sejak zaman nabi Adam as hingga qiamat, dibariskan menjadi 120 barisan. Hanya sebahagian kecil dari mereka, iaitu 3 baris yang kembali menghadap Allah dengan membawa iman. Diantara mereka ada yang langsung dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab, ada yang dimasukkan ke dalam syurga setelah melalui masa hisab serta melalui titian syiratul mustaqim dan sebahagian yang lainnya ada yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam Neraka, baru selepas itu diangkat dan dimasukkan ke dalam Syurga. Sebahagian besarnya adalah manusia yang mati tidak membawa iman (117 barisan) dimasukkan ke dalam Neraka, dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Syurga, Neraka dan seluruh isinya termasuk penghuni-penghuninya dikekalkan oleh Allah. Tidak ada batas akhir wujudnya. Sekalipun sebenarnya Allah berkuasa memusnahkan semuanya. Tentu ada hikmah yang banyak dibalik segala kejadian yang Allah tetapkan. Tidak ada sesuatu yang Allah jadikan sia-sia, walau sekecil apapun.

Berkaitan dengan hari Akhirat, ada beberapa perkara yang wajib kita ketahui dan yakin, sebagai berikut:

1. Tentang Kematian

Setiap makhluk yang bernyawa pasti mati (Ali Imran : 185). Umur manusia sudah ada jangka waktunya yang telah Allah tetapkan. Apabila waktu yang sudah ditetapkan (ajal) bagi seseorang itu tiba maka pasti ia mati. Tidak ada seorangpun yang dapat melambatkan atau menyegerakan. Setiap manusia pasti mati sesuai dengan ajal yang telah Allah tetapkan.

2. Alam Barzah

Diantara alam dunia dengan akhirat, adalah satu alam yang disebut alam barzah atau alam kubur. Ia adalah satu alam yang memisahkan antara alam dunia dengan alam akhirat. Di sini manusia yang sudah mati diberi ruh kembali, sehingga sadar dengan segala peristiwa yang berlaku di dalamnya.

Di sini manusia akan berhadapan dengan Malaikat Mungkar dan Nakir, dua malaikat yang tinggi besar, hitam legam kebiru-biruan. Matanya merah menyala umpama periuk tembaga. Bila bersuara, bertanya kepada orang-orang yang berdosa, orang-orang kafir dan munafik, keluar dari mulutnya api yang menyambar dan membakar mayat. Suaranya bagai halilintar yang membelah langit, bahkan lebih dahsyat daripada itu. Munkar Nakir datang untuk menyoal kepada si mayat dengan beberapa persoalan yang mesti dijawab dengan tepat, mengenai siapa Tuhan, siapa nabi, siapa imam, dan lain-lain.

Di alam kubur, ada siksa kubur bagi orang-orang yang derhaka dan ada berbagai-bagai macam nikmat kubur bagi orang-orang yang soleh. Seksa kubur yang ditimpakan kepada orang derhaka, munafik dan kafir berterusan hingga hari qiamat. Demikian juga nikmat yang diberikan kepada orang-orang beriman, orang dan orang-orang bertaqwa berterusan hingga hari qiamat.

3. Yaumul Baats

Setelah hari akhirat tiba, ketika tidak ada lagi seorang manusia pun yang hidup, maka waktu itu manusia dibangkitkan kembali (Alhaj : 6-7), kemudian dikumpulkan di padang mahsyar.

4. Yaumul Hisab

Setelah itu ditimbang amal bakti manusia yang baik dan yang buruknya. Hari itu disebut hari hisab (yaumul hisab).

5. Titian Siratul Mustaqim

Setiap manusia akan melalui titian siratul mustaqim yang dibentangkan di atas Neraka, kecuali segolongan orang-orang betaqwa yang dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab.

6. Menerima Catatan Amal Baik dan Buruk

Orang-orang soleh, setelah ditimbang amalnya, mereka menerima buku catatan amal dari sebelah kanan, diberi gelar ashabul yamin, kemudian dimasukkan ke dalam Syurga. Adapun orang-orang yang berdosa, yang timbangan amal jahatnya lebih berat daripada amal baiknya, mereka menerima kitab catatan amal dari sebelah kiri, diberi gelar ashabussyimal, kemudian dimasukkan ke dalam Neraka.

7. Tentang Neraka

Orang-orang mukmin yang berdosa, yang menerima catatan amal dari sebelah kiri, dimasukkan ke dalam Neraka, setelah itu diangkat, kemudian dimasukkan ke Syurga. Tetapi orang-orang kafir dan munafik, yang matinya tidak membawa iman, mereka kekal di dalam Neraka selama-lamanya.

Adanya Neraka di akhirat sana wajib kita yakini dan mesti kita rasakan ke lubuk hati kita betapa dahsyat azabnya. Penderitaannya amat mengerikan. Tidak dapat hendak di tuliskan dengan mata pena betapa dahsyatnya penderitaan di sana.

Api Neraka yang dahsyat itu 70 kali ganda berbanding dengan api di dunia. Api duniapun kita tidak mampu memegangnya, apatah lagilah api neraka. Di waktu itu kita berada di rumah api, dinding api, bumbung api, lantai api, tempat tidur api, makanan api, minuman api dan segala-galanya dalam api. Diganti dengan daging baru, dibakar lagi, hingga jadi bara, diganti lagi dan begitulah seterusnya tiada henti. Rasakan di hati aduh sakitnya, dahsyat dan ngeri. Rasakan di hati takut yang amat sangat.

Di penjara akhirat itu seluruh kaki tangan diikat dan disatukan. Dihumban dan tenggelam di dalam gelombang api yang menggulung dan membakar. Dibakar hangus, diganti dengan kulit baru lagi. Disamping itu malaikat Zabaniah yang tidak pernah senyum-senyum mencemeti terus menerus setiap detik hingga hancur lebur, bersepah-sepah. Gambarkan betapa dahsyatnya azab yang pedih itu, yang tidak akan tertanggung oleh kita. Itu baru sedikit gambaran yang sesungguhnya tidak dapat digambarkan. Tidak akan tertulis hal keadaan yang sebenarnya, betapa rasa azab itu. Yang digambarkan itu sudah cukup untuk menggambarkan betapa ngerinya.

Pertemuan dengan Allah di Syurga

Orang-orang bertakwa, tempat peristirahatannya di sana adalah Syrga, sesuatu yang terlalu hebat tiada tandingnya. Masya Allah, patah lidah untuk mengungkapnya. Tiada bahasa yang dapat menggambarkannya.Tiada mampu mata pena untuk menuliskannya.

Mahligainya saja sudah seluas langit dan bumi, dibuat dari emas dan permata. Dindingnya berkilau-kilau cahayanya. Atapnya intan berlian tiada terkata indanya. Betapa nikmat kita berada di dalamnya.

Seorang yang bertaqwa saja memiliki berpuluh-puluh bandar. Kalau rumahnya saja seluas langit dan bumi, agaknya berapa luas sebuah bandar? Apatah lagi kalau berpuluh-puluh bandar. Tentulah tidak dapat hendak dibayangkan betapa luas bandar-bandarnya. Tidak ada dalam ukuran dunia.

Perlatan dalam mahligai itu tidak pernah rosak. Bahkan makin dipandang makin cantik, semakin terasa nikmat memandang. Sekali pandang lain cantiknya. Dua kali pandang lain pula cantiknya, tidak pernah jemu-jemu menikmatinya.

Kenderaan akhirat apa saja yang kita inginkan. Teringat saja, sekelip mata datang. Teringat hendak naik kapal terbang, niat saja terus terus berada dalam kapal terbang yang diidam-idamkan. Terbanglah selaju yang kita mahu dan ke mana saja temapat yang hendak kita tuju. Di dalamnya tidak pernah rasa bimbang, cemas jatuh. Kalau pun jatuh, jatuh juga tetapi tidak sakit, bahkan terasa nikmat.

Di sana tidak pernah rasa lapar, tidak pernah rasa haus, tetapi sentiasa kenyang. Makan yang kita makan tidak pernah menjemukan. Suap pertama dengan kedua lain rasanya. Satu buah, berpuluh-puluh rasanya. Demikian pula dengan jenis makanan yang lain. Makanlah sebanyak mana yang kita mahu, tidak pernah memudharatkan dan tidak pernah menyakitkan. Tidak juga mesti susah payah hendak kejamban, buang hajat. Tidak ada istilah buang najis yang busuk itu. Tidak istilah tahi lagi, tahi telinga, tahi gigi, semuanya lezat-lezat, sedap-sedap dan indah-idah.

Bagi orang bertaqwa, hadiahnya bidadari-bidadari yang cantik jelita. Bukan seorang tapi berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus orang. Nikmatnya tiada tolok ukurnya di dunia. Selain itu semua, orang-orang bertaqwa, dengan rahmat dan kasih sayang Allah mereka dapat melihat Tuhan (Al Qiyamah : 23). Inilah nikmat yang maha besar dan tiada bandingnya di akhirat sana. Bukan Allah ada di sana, tapi waktu itu kita dapat merasakan indah dan nikmatnya pertemuan agung itu. Maha Besar dan Maha Suci Allah dari menyerupai makhluk.

SEKIAN

=== sekian ===

07 Mari Mengenal Malaikat


14 MENGENAL MALAIKAT 

Wajib bagi setiap mukallaf mengenal malaikat-malaikat Allah secara tepat, mengenal nama-namanya yang wajib diketahui, mengenal sifat-sifatnya serta mengenal tugas-tugasnya. Pengenalan kita mesti dilandasi dengan ilmu yang memadai, dihayati, hingga terasa di hati kita betapa Maha Kuasa Allah serta betapa maha sempurna dan maha hebat pentadbiran Tuhan terhadap manusia dan alam semesta ciptaanNya.

Malaikat adalah makhluk halus, tidak berjirim seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda fisik. Dijadikan dari nur atau cahaya. Hakikat jasadnya, Tuhan Maha Tahu. Dengan izin Tuhan mereka dapat merupakan dirinya seperti manusia dan lain-lain.

Mereka tidak berjenis kelamin, tidak makan dan minum seperti kita, tidak tidur, tidak pernah rehat dari melaksanakan tugas-tugasnya, melainkan sentiasa taat setia kepada Allah, tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan walaupun sekecil-kecil kesalahan.

Firman Allah:
Malaikat-malaikat itu tidak pernah derhaka kepada Tuhan dalam sekalian perintahNya, mereka tetap mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka (Attahrim : 6).

Malaikat itu bilangannya banyak sekali. Setiap malaikat mempunyai tugas masing-masing dari Tuhan. Ada diantara mereka yang rukuk sepanjang hidupnya. Ada yang sujud saja. Ada juga yang sepanjang hidupnya menjaga arasy. Bahkan setiap kejadian, setiap kerja-kerja Tuhan ada malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menunaikan dan memeliharanya.

Ini bukan bererti Tuhan tidak kuasa untuk menjadikan dan memelihara segala sesuatu tanpa malaikat.Demikianlah diantara kehebatan dan kesempurnaan sistem Tuhan. Segalanya sangat tersusun, sangat teratur. Bahkan segalanya boleh terjadi hanya dengan berkata jadilah maka terjadilah segala sesuatu.

Ada seribu satu team Tuhan yang sentiasa taat setia kepadaNya yang disebut malaikat. Mereka sentiasa siap sedia membantu orang-orang yang beriman. Adapun malaikat-malaikat yang wajib kita kenali ada 10, mereka itu adalah sebagai berikut:

1. Malaikat Jibril , tugasnya adalah menyampaikan wahyu kepada nabi-nabi dan para rasul. Terutama kepada Baginda Rasulullah SAW. Kadang-kadang Malaikat Jibril itu datang menyerupai laki-laki yang gagah dan tampan dan ada kalanya para sahabatpun mendengar dan menyaksikan ia berdialog dengan Baginda.

2. Malaikat Mikail , tugasnya dalam soal kesejahteraan manusia seperti mengantar hujan, mengantar angin, soal kesuburan tanah dan kesuburan-kesuburan lainnya.

3. Malaikat Israfil , tugasnya dalam soal-soal yang berhubung kait dengan qiamat, seperti meniup sangkakala tanda qiamat, meniup sangkakala tanda manusia dibangkitkan di padang mahsyar dan lain-lain.

4. Malaikat Izrail , tugasnya adalah mencabut nyawa dan membawa nyawa itu kemana mestinya.

5. Malaikat Munkar dan

6. Nakir , tugas kedua-duanya adalah menyoal manusia yang sudah mati di alam kubur. Datang dengan wajah yang seram dan menakutkan bagi orang-orang yang mati membawa dosa dan hati yang tidak selamat. Dan sebaliknya wajah yang mereka tampilkan akan sangat indah dan menyejukkan pada mereka yang matinya husnul khatimah

7. Malaikat Rakib , tugasnya adalah menuliskan amalan baik manusia.

8. Malaikat Atid , tugasnya adalah mencatat amalan jahat manusia. Kedua-dua malaikat rakib atid itu sentiasa mengiringi manusia dimana saja mereka berada dan kemana sana mereka pergi. Malaikat rakib atid itu merupakan sekelompok malaikat yang jumlahnya sebanding dengan jumlah manusia sepanjang zaman.

9. Malaikat Malik , tugasnya adalah menjaga Neraka dengan penampilan yang sangat menakutkan dan mengerikan bagi para penghuni Neraka.

10. Malaikat Ridwan , tugasnya adalah menjaga Syurga dengan penampilan yang sangat menyenangkan para penghuni Syurga.

Itulah sepuluh malaikat yang wajib kita mengenal dan meyakininya sungguh-sungguh tanpa dicelahi keragu-raguan walaupun sedikit. Bukan hanya difikiran tetapi sampai terasa kewujudannya dihati. Sampai kita dapat membaca salam kepada mereka dan berkomunikasi dengan mereka.

Untuk itu tentu kita tidak cukup hanya belajar ilmu tauhid berkenaan dengan malaikat itu, tetapi mesti kita sentiasa bertafakkur, mujahadah, menghayati ibadah dan berdoa selalu, memohon kepada Allah agar kita diberi keyakinan yang sempurna kepada Allah dan apa-apa yang Tuhan perintahkan kepada kita untuk meyakininya. Dengan itu mudah-mudahan subur rasa bertuhan dan rasa kehambaan di hati kita, hingga benar-benar bersih hati kita, hijab dibukakan oleh Allah dan tidak ada batas lagi antara kita dengan malaikat.

=== sekian ===

08 Mari Mengenal Kitab-kitab Suci


15 MENGENAL KITAB-KITAB SUCI 

Wajib kita meyakini bahwa dengan kasih sayangNya, Allah SWT menurunkan kitab-kitab suci untuk panduan hidup manusia lahiriah dan batiniah secara lengkap dan menyeluruh yang sesuai untuk sepanjang zaman. Kitab-kitab suci itu Allah turunkan secara beransur-ansur hingga diturunkannya kitab suci Al Quran sebagai kitab penutup, membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Diturunkan kepada manusia melalui utusan-utusanNya atau para Rasul Alaihimussolatu wassalam.

Al Quran adalah kalamullah atau kumpulan firman-firman Tuhan Yang Maha Suci, yang hakikatnya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata, tidak tersusun dari huruf-huruf dan tidak terdiri dari lafaz-lafaz dan kalimah-kalimah. Kita dapat memahami dan mengamalkan firman Tuhan itu melalui bahasa rasul-rasulNya. Maha Suci dan Maha Besar Tuhan. FirmanNya tidak serupa dengan perkataan manusia. KebesaranNya dapat difahami dan dirasakan melalui firman-firmanNya yang termaktub dalam kitab suciNya terutama Al Quran.

Kitab suci Al Quran, kebesarannya dikagumi dan ditakjubi. Bahasanya mudah tetapi indah. Susunan ayatnya bukan syair, bukan sajak dan bukan gurindam, bukan novel dan bukan cerpen. Ada cerita membawa berita, bukan falsafah tetapi di dalamnya ada falsafah, ada hukum ada panduan, ada perintah ada tegahan, ada hiburan ada ingatan. Dalam cerita ada hukum. Dalam hukum ada cerita, ada perbandingan ada perumpamaan. Di dalamnya membuka segala rahasia Akhiratnya, dunianya, jasmaninya, rohaninya, mukminnya, kafirnya, munafiknya, watak-watak manusia, malaikat dan jinnya. Peristiwanya ada yang sudah terjadi dan akan terjadi. Ramalannya berlaku. Sebab bukan ramalan para normal atau para pakar, tapi jadual Tuhan ke depan yang diberitahukan kepada rasulNya untuk panduan. JanjiNya pasti terjadi, mustahil Allah ingkar janji. Ada ilmu di dalam ilmu, hikmahnya di dalamnya hikmah. Bahasanya mudah tetapi sukar ditiru.

Membacanya tidak jemu, menatapinya menimbulkan kekuatan jiwa, mengobati hati dan menajamkan mental. Petunjuknya adalah kedamaian, keselamatan, keharmonian, membersihkan kemungkaran, penzaliman dan penindasan. Hukumannya berhikmah. Mengamalkannya melahirkan tamadun dan kebudayaan. Bahasanya, susunannya, isinya dikagumi oleh ahli bahasa, ditakjubi oleh para sasterawan, dianggap pelik oleh filasof, dianggap sihir di zaman jahiliyah, mencabar cerdik pandai. Mereka tercabar tidak dapat mencabar. Menceduk mutiaranya tidak habis-habis. Tidak dapat diubah, dibuang dan ditambah. Telah terbukti beberapa kali dicoba oleh musuhnya, dikesan juga akhirnya. Pusaka abadi, mukjizat Nabi, Sayidul Anbiya wal Mursalin, wakhotamun nabiyyin.

Diwaktu ini telah muncul mujtahid-mujtahid baru, mentafsir Quran mengikut nafsu atau mengikut fikiran secara sekular. Dengan sombongnya dan mendabik dada timbullah pendapat-pendapat yang berbahaya, bak racun yang diluarnya gula.

Mentafsirkan Quran memerlukan ilmu yang banyak, mengikut kaedah nahu, sarafnya, faham hadis dan mustalahannya, mahir balaghah dan kawaid-kawaidnya, faham usul tafsir dan usul feqah. Kalau tidak, tafsiran-tafsiran itu pasti salah. Paling kurang mesti tahu mujmal dan mubayannya serta mutlak, mukaiyadnya tidak boleh tinggal, arif tentang am dan khasnya, agar Quran dapat difaham dengan tepat. Asbabunnuzul juga difaham. Nasikh mansukh diambil kira, agar Quran jangan disalah faham. Baru boleh mengeluarkan hukum-hakam seperti ulama-ulama zaman silam. Bahkan ada ilmu-ilmu yang lain mesti diketahui yang tidak perlu disebut disini.

Jika ilmu-ilmu tersebut tidak menjadi pengukurnya sudah tentu mentafsirkan Quran dengan fikirannya. Nabi telah berpesan kepada kita, siapa mentafsirkan Quran dengan fikirannya, neraka jahannam disediakan baginya sebagai tempat kembalinya.

Kitab suci yang wajib diketahui dan diyakini ada 4, yaitu:
1. Kitab Suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam.
2. Kitab Suci Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam.
3. Kitab Suci Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam
4. Kitab Suci Al Quran yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah saw.

Semua kitab suci itu dari Tuhan dan isinya semuanya benar, tidak boleh ada sedikitpun keraguan terhadapnya. Hanya kitab taurat dan injil yang ada ditangan penganut-penganutnya sekarang ini yang tidak lagi menurut yang aslinya, sudah banyak diubah oleh pendeta-pendetanya dulu, sehingga tidak dapat lagi dipercaya isinya, demikian keyakinan ummat Islam.

Tuhan menerangkan hal ini di dalam Al-Quran dengan firmanNya yang bermaksud:

Sebahagian orang-orang Yahudi mengubah-ubah kitab sucinya dari keadaan yang asli. (Annisa : 46).

Al Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada penghulu dan penutup sekalian nabi dan rasul. Syariat yang terkandung di dalamnya benar, tidak ada keraguan dan telah sempurna. Tidak ada satu perkara pun yang kurang, yang tidak ada dasar dan sumber rujukannya di dalam Al Quran.

Oleh karena itu cukuplah bagi kita Al Quran untuk menjadi dasar dan sumber rujukan dalam segala aspek kehidupan. Kitab-kitab sebelumnya, sekalipun wajib kita meyakininya tetapi untuk menjadi pegangan hidup atau cara hidup semuanya (syariat yang terkandung di dalamnya) mansukh (terbatal) dengan datangnya Al Quran. Al Quran membenarkan, meluruskan dan menyempurnakan isi kandungan kitab-kitab sebelumnya.

Bagaimana sikap manusia terhadap Kitab-kitab suci itu?

Ada 7 golongan manusia dikaitkan dengan kitab-kitab suci yang merupakan implementasi dari keyakinan mereka terhadap keduanya:

  1. Orang yang betul-betul mempelajarinya hingga benar-benar pakar dengannya. Mereka yakin dengannya dan menjadikannya sebagai amalan hidup, landasan perjuangan dan sumber rujukan dalam segala persoalan.
  2. Golongan yang serius mendalami kitab-kitab suci itu hingga menjadi pakar. Mereka juga yakin dengannya dan menjadikannya sebagai sumber rujukan dalam setiap persoalan. Mereka berani berkata benar walaupun pahit. Hanya mereka tidak ada kekuatan untuk mengamalkan segala ilmu dan keyakinannya. Mereka gagal melaksanakan sepenuhnya cara hidup dan peraturan-peraturan yang terkandung di dalamnya. Akhlak mereka tidak seindah akhlak orang beragama yang sungguh indah itu. Ini terjadi karena mereka tidak memiliki iman yang kuat untuk menentang hawa nafsu.
  3. Golongan yang memperkatakan tentang kitab-kitab itu, kerana mereka mempelajarinya secara umum. Mereka yakin dengan kebenaran kitab-kitab itu dan menjadikannya sebagai tempat rujuk. Tapi mereka ini orang yang ada kepentingan. Agama bukan keutamaan dalam hidup mereka. Mereka tidak minat dengan cara hidup beragama. Ilmu agama hanya untuk mental exercise.
  4. Golongan orang yang tidak yakin dengan kitab-kitab suci itu, tetapi mereka minat mendalami kitab-kitab tersebut kerana cinta ilmu untuk dijadikan latihan mental semata-mata atau ada tujuan lain, bukan untuk dijadikan pegangan hidup atau rujukan hidup atau rujukan dalam kegiatan hidup harian. Hanya bila menguntungkan baru ilmu itu dipakai. Inilah golongan munafik.
  5. Umat beragama yang membaca kitab-kitab suci itu tetapi tidak faham. Mereka mengaku mengamalkan isi kitab-kitab itu tetapi tidak mempelajarinya secara mendalam. Amalan mereka hanya diambil dari kitab-kitab ulama. Mereka bersangka baik dengan ulama. Mereka yakin ulama yang menjadi ikutannya itu merujuk kepada kitab-kitab suci itu. Mereka bersungguh-sungguh mengamalkan ajaran agamanya yang dipelajari dari ulama itu. Mereka tidak mampu mengeluarkan dalil atas nas dari kitab-kitab suci. Mereka disebut muqallidin.
  6. Golongan beragama yang mendengar tentang kitab-kitab suci hanya dari jauh. Mereka ini bersandar dengan ulama pun tidak, jauh sekali merujuk kepada kitab-kitab itu. Namun mereka mengaku bahwa agama yang mereka amalkan dirujukkan kepada kitab-kitab suci. Agama mereka adalah agama keturunan, yang mengamalkan ajaran agamanya atas dasar tradisi kaumnya. Ilmu agamanya sangat sedikit, yang asasnyapun tidak selesai. Amalan dibuat hanya ikut-ikutan saja, tidak tahu mengapa dan dari mana rujukannya. Mereka adalah golongan orang jahil.
  7. Golongan orang yang hanya mengkaji ilmu di dalam kitab-kitab suci. Akan tetapi mereka sendiri tidak meyakini itu sebagai wahyu dari Tuhan.

Diantara langkah-langkah untuk mendapatkan keyakinan yang kuat dan mendalam terhadap kitab-kitab suci ini, khususnya yang terakhir iaitu Al Quran dan beramal dengannya hingga Al Quran menjadi cara hidup dalam setiap aspek kehidupan antara lain adalah dengan:

1. Mencari guru yang mempraktikkan Al Quran. Kalau zaman Baginda Rasulullah SAW, peribadinya sendirilah Al Quran bergerak, yang dalam tindak-tanduk sehari-harinya mengikut Al Quran dan Hadits.

2. Perlu mencari sekolah yang dapat membawa kita makin berilmu makin dekat dan makin takut dengan Allah.

3. Berguru dengan orang yang hidup matinya untuk melaksakan Al Quran dan dapat membawa kita menuju Allah.

=== sekian ===

03 Mari Kenali Allah


Bab 3. MARI KENALI TUHAN  

Sajak Mari Kenali Tuhan

Mari kita mengenal Tuhan.
Tuhan kita ialah Allah,
Nama-Nya yang paling agung yang dikatakan Lafzul Jalalah
Dia adalah zat yang Maha Suci lagi Maha Tinggi
Suci daripada sebarang penyerupaan dengan makhluk-Nya di dalam semua hal
Kerana itulah Dia tidak dapat hendak dibayangkan,
Kalau dibayangkan satu pendustaan yang maha besar

Wujud-Nya sediakala, tidak ada permulaan, tidak ada kesudahan
Kerana Dia bukan jenis ciptaan, bahkan Pencipta seluruh alam
Menjadi Pentadbir, Pendidik dan Penyelamat
Takkan Pencipta dengan yang dicipta ada persamaannya
Zat-Nya Maha Esa, satu atau tunggal
Tapi Esa-Nya tidak boleh dibelah bagi
Yang boleh dibelah bagi itu adalah benda atau barang ciptaan,
atau sesuatu yang kena cipta atau diwujudkan

Maha Suci dan Maha Tinggi Tuhan daripada perlu kepada tempat,
tidak mengambil ruang
Tidak ada di dalam pihak, atau di luar pihak,
kerana di luar pihak juga adalah pihak
Tidak terlibat dengan masa
Tidak terlibat dengan malam dan siang
Tidak terlibat dengan musim yang empat
Kerana semuanya itu adalah makhluk dan ciptaan-Nya

Tuhan tidak berhajat kepada ciptaan-Nya
Tapi makhluk-Nya berhajat kepada Tuhan
Kudrat-Nya adalah mutlak dan tidak terbatas
Kerana kudrat-Nya bukan dari tenaga,
Ia dari zat-Nya yang Maha Kuasa dan Maha Daya dan Upaya
Iradah-Nya atau kehendak-Nya bukan daripada dorongan nafsu-Nya

Tuhan tidak ada nafsu seperti haiwan dan manusia
Setiap yang terjadi dan yang akan terjadi kemudian adalah dengan kehendak-Nya
Ciptaannya kecil dan besar sama sahaja,
Dia kata Jadi, jadilah benda itu
Dia mentadbir, mengawal dan menjaga bukan hasil berfikir-fikir dan meneliti
Kerana berfikir dan meneliti adalah dari akal
Dia memang sudah sedia tahu dan bijaksana
Tuhan tidak ada akal seperti malaikat dan manusia

Setiap yang dicipta-Nya tidak ada yang sia-sia
Sekalipun debu yang halus ada hikmahnya
Sama ada kita dapat fikirkan mahupun yang tersembunyi hikmahnya
Ilmu-Nya maha luas tidak terbatas dan tidak berkesudahan

Mengetahui yang ada dahulu, yang sedang ada mahupun yang akan ada,
Sekalipun yang tiada Tuhan tahu
Tidak ada sebesar habuk pun yang dilupakan

Hidup-Nya tidak ada berkesudahan, kerana Dia hidup bukan dengan nyawa
Dan tidak ada yang menamatkan kerana Dia adalah Tuhan, tiada Tuhan selain-Nya
Ertinya tiada siapa yang berkuasa ke atas zat-Nya yang hendak mematikan

Dia mendengar bukan dengan telinga,
Tapi daripada zat-Nya yang bersifat mendengar
Dia melihat tapi bukan dengan mata,
tapi daripada zat-Nya yang bersifat melihat
Sifat mendengar dan melihat-Nya Esa tidak berperingkat-peringkat
Jauh dan dekat sama sahaja

Tuhan bercakap atau mempunyai bahasa yang tersendiri
Yang tiada siapa yang mengetahui sekalipun para malaikat
Bahasa-Nya tiada yang dahulu dan tiada yang kemudian,
tiada berlafaz dan tiada berhuruf, tiada perkataan
Tiada bunyi dan suara, tiada koma dan full-stop
Tiada permulaan dan tiada berkesudahan
Tiada tanda tanya dan tiada tanda seruan
Al Quran adalah bahasa malaikat dan bahasa rasul
maksud dan mafhum daripada bahasa Tuhan
Jadi bahasa juga tidak ada penyerupaan
Maha Suci Tuhan

Dia menghukum dengan keadilan-Nya,
Memberi nikmat dengan rahmat-Nya
Kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya mengatasi segala sifat-sifat-Nya yang lain

Nikmat dan rahmat-Nya terus mengalir tidak pernah berhenti-henti
sekalipun sedetik atau sekelip mata
Kerana itulah nikmat-Nya tidak mampu untuk dihitung
Nikmat nafas turun naik pun kita tidak dapat mengiranya

Betapalah nikmat-nikmat yang lain lagilah terlalu banyaknya
Dia adalah Pemberi rezeki, Pentadbir, Penjaga, Penyelamat, Pengawal,
Dan menentukan segala nasib makhluk-makhluk-Nya
Kalau satu detik pun kita terlepas daripada Tuhan pasti binasa.

Aduh siapa Tuhan?!
Dia adalah Maha Besar, Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Perkasa
Maha Gagah, Maha Hebat, Maha Pengasih
Kasih-Nya kepada hamba-hamba-Nya
lebih kasih daripada seorang ibu kepada anak-anaknya
Patut kita jatuh hati kepada-Nya
Bahkan cinta kepada-Nya
Patut kita membesarkan, memuja, mengagungkan,
menyanjung dan menyembah dan menakuti-Nya
Dia adalah idola daripada segala idola yang ada di dunia
Kita sangat perlu kepada Tuhan
Kerana itulah kita mesti memperjuangkannya
Hingga seluruh manusia mengenal-Nya dan mencintai-Nya dan menyembah-Nya.

...bersambung

=== sekian ===

Kenalkan ALlah dulu, baru kenalkan syariatnya


02. KENALKAN TUHAN DULU BARU KENALKAN SYARIAT 

Kita mesti mengenal Tuhan melalui ilmu . Coba kita lihat sejarah Rasulullah SAW yang berjuang sebanyak 23 tahun, perjuangannya terbagi 2:
1. Memperjuangkan Tuhan selama 13 tahun.
2. Memperjuangkan syariat Tuhan selama 10 tahun.

Padahal Tuhan satu, sedangkan syariat Tuhan beribu banyaknya tapi masa yang diambil untuk memperjuangkan Tuhan lebih banyak. Sebab, apa arti berjuang bila tidak cinta Tuhan, apa arti shalat, bila tidak cinta Tuhan. Apa arti menolong orang tua bila tidak cinta Tuhan. Padahal sayang lebih besar dari menolong. Sayang lebih besar daripada patuh.

Sebab itu kalau sembayang, puasa, naik haji dll. akan ditolak kalau dibuat tanpa cinta Tuhan. Apa artinya bersyariat kalau tidak kenal tuhan dan kalau tidak ada hubungan dengn tuhan. Padahal syariat adalah yang menghubungkan dengan tuhan.

Disinilah kesalahan kebanyakan ulama, para mubaligh dan para pejuang, lebih banyak menceritakan tentang halal, haram. Masih banyak lagi masyarakat yang tidak shalat dan tidak faham tentang tuhan, tiba-tiba mereka hendak menegakkan hukum hudud. Sedangkan hudud ini dalam Islam kedudukannya diujung. Akibatnya orang takut dengan Islam. dia belum lagi suka dengan shalat, tiba-tiba dikenalkan dengan potong tangan. Sebab itu orang takut.

Karena itu kenalkan dulu Tuhan baru syariat. Kalau sudah cinta dengan tuhan, jangankan shalat, nyawa pun dia berikan. Inilah masalah umat Islam seluruh dunia. Banyak pejuang Islam di seluruh dunia, mengenalkan Islam dengan peperangan. Padahal Allah mengutus Rasulullah SAW untuk Islamkan orang, bukan untuk membunuh orang. Rasulullah SAW datang dengan kasih sayang, bukan membawa kebengisan.

Yang sebenarnya lebih baik pendekatan kita adalah untuk mengenalkan dan memberi kefahaman tentang takut dan cinta dengan Tuhan. Hari ini pendekatan para ulama, para pendakwah, pejuang-pejuang, pendekatannya Lebih banyak menceritakan syaraiat daripada menceritakan tuhan. Bila syariat banyak diceritakan, tentang Tuhan hanya sedikit saja, maka kalau ada orang yang dapat menegakkan syariat tapi syariat hanya menjadi ideologi. Akibatnya walaupun banyak shalat, naik haji berulang kali tapi perangai tidak berubah. Mengapa shalat tidak melahirkan akhlak mulia? Mengapa berjuang tidak melahirkan akhlak mulia? Pergi umrah, naik haji, belajar, baca quran, tidak melahirkan akhlak mulia? Mengapa tidak lahir? Sebab orang beribadah bukan karena mencintai Tuhan. Dia beribadah dan bersyariat tapi terputus dengan tuhan, sebab itu beribadah dengan terpaksa.

Setelah kejatuhan empire Islam 700 tahun, orang hanya mengenalkan syariat saja. Tuhan tidak dikenalkan lagi. Kalaupun hendak mengenalkan Tuhan, hanya mengenalkan saja, tidak sampai rasa cinta, tidak sampai rasa takut, ini penyebabnya. Bahkan orang yang tidak kenal Tuhan, ketika beribadah jemu, maka untuk apa bersyariat.

Sedangkan kalau kita buat kerja untuk orang yang kita kasihi, tidak kenal letih, rasa senang. Susah pun tidka mengapa. Tapi kalau bekerja untuk orang yang bukan kita kasihi, betapa tersiksa. Seperti kita buat kerja di kantor, kita tidak suka dengan boss, betapa siksanya, hendak datang ke kantor. Tapi kalau kita sayang dengan boss, kita buat kerja tak kenal letih. Begitulah kalau sudah kasih, menjalankan arahannya kita rasa senang, sedekah rasa senang, puasa, shalat rasa senang. Kalau kita tidak sayang, maka shalat pun tidak terasa indah, tidak rasa senang, sebab tidak kenal dengan Tuhan, tidak kenal dengan yang punya syariat, itu penyakitnya.

Kalau kita sayang dengan orang tua, maka kita tidak tunggu dia hendak beri makan/tidak, apakah dia akan memberi pakaian atau tidak, kita tetap rasa senang. Tetapi kalau kita tidak sayang dengan Tuhan, bila doa kita tidak dikabulkan, kita marah dengan Tuhan. Kita dapat melihat dalam keluarga, anak yang baik, walaupun orang tua tidak memberi, dia tak marah, tapi anak yang jahat, orang tua tidak memberi, dia marah.

Hamba yang baik, Tuhan tidak memberi, tidak apa-apa. Bagi dia, itu bukan satu masalah. Aku ingin berkhidmat dengan Tuhan. Kalau orang yang tak baik, ketika doanya tidak dikabulkan dia protes dengan Tuhan.

Yang sebenarnya kalau orang paham tentang Tuhan, maka yang lezat itu bukan ketika Dia memberi sesuatu, tapi berkhidmat dengan Allah itu yang lezat. Dapat kelezatan berkhidmat itu satu nikmat yang besar. Tapi itu tidak mudah, mesti betul-betul kenal dengan Tuhan. Kalau sekedar beriman saja, tidak akan mencapai taraf itu. Sekedar iman yang sah saja, baru sampai tahap asas. Dari kecil sampai besar iman sampai tahap asas saja, walaupun shalatnya banyak, wiridnya banyak, tapi iman tidak berkembang. Sebab itu akhirnya jemu dengan ibadah. Lebih-lebih lagi kalau Tuhan uji, hati pun berkata aku sudah shalat, sudah puasa, sudah wirid banyak, tapi Tuhan masih menguji.

Sebab itu para malaikat, walaupun ibadah tidak banyak, hanya satu saja tapi ibadahnya terasa lezat, mabuk, sebab dia kenal Tuhan. Walaupun ibadahnya hanya tasbih saja, tahmid saja tapi terasa lezat. Kalau sujud, sujud saja dia terasa lezat. Malaikat itu hanya satu saja ibadahnya, dia sudah terasa lezat dengan ibadahnya itu, tidak jemu.

Begitu juga dengan Nabi Adam, ketika dia berbuat kesalahan, dia rasa menyesal dan sujud selama 40 tahun, dia tak sadar sebab dia sudah terasa lezat dengan sujud itu.

Karena itu kalaulah kita dapat merasakan sebagaimana yang Tuhan firmankan, Tuhan bersama dengan hambaNYa, di mana saja berada. Maka di mana-mana kita merasakan Tuhan melihat, Tuhan mendengar, dimana saja. Tentu kita tidak akan terganggu dengan hal-hal lain.

Kalaulah kita ibaratkan ada harimau di depan kita, kita sadar di depan kita itu betul-betul harimau, dapatkah saat itu kita teringat makan, teringat istri, teringat ingin ke pasar dll. Tentu tidak dapat. Begitulah juga dengan Tuhan, kalau kita merasa Tuhan itu wujud, mendengar, melihat, maka apa saja tidak akan menganggu kita, seperti uang, pangkat, kekayaan, dll.

Sebab itu roh mesti kita hidupkan selalu dengan Tuhan. Rasa bertuhan itu sangat penting, bukan hanya sekedar percaya saja dengan Tuhan.

=== sekian ===

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer