warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Setiap Detik Umur Pergi







Setiap Detik Umur Pergi




Setiap Detik Umur Pergi

 

Setiap detik umur kita pergi

Pergi tidak akan kembali lagi

Setiap nafas turun naik mengurangkan lagi

Dari detik ke minit, dari minit ke saat

Dia bertambah laju pergi

Dihakis lagi umur kita, tanpa kita sedari

Dari saat ke hari, speed kelajuannya bertambah lagi

Lagi cepat umur kita yang pergi

Dari hari ke minggu, makin jauh umur kita pergi

Yang pergi itu tidak berganti

Yang pergi tetap pergi, yang datang mengurangkan lagi

Dari minggu ke bulan, bertambah laju umur kita lari

Lari tidak akan bertemu lagi

Yang lari tetap lari, tidak kembali

Dari bulan ke tahun,

Oh makin jauh dia pergi

Dari tahun ke tahun pacuannya terlalu laju

Begitulah umur kita pergi, setiap detik dia luak

Kita merasa umur kita bertambah lagi

Luak, terus luak, kurang terus kurang

Kita merasa umur kita bertambah panjang

Kita pun berangan-angan panjang

Kerana merasakan hidup panjang lagi

Tiba-tiba mati

Di waktu itu terbeliak biji mata

Bekalan yang dibawa tiada

Menyesal sepanjang masa, tidak berkesudahannya

 .

1.6.97

Selepas Asar

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer