warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Rintihan Hati Seorang Hamba







RINTIHAN HATI SEORANG HAMBA





Rintihan Hati Seorang Hamba

Engkau tahu kesedihanku

Sebab dosa-dosaku yang telah aku lakukan

Kadangkala jiwaku tak tenang

Tapi mereka tidak tahu

Aku menyembunyikannya dari mereka

Kalau mereka tahu mereka akan ikut derita

Biarlah aku tanggung sendiri

Di hadapan mereka mukaku tetap ceria

Seolah-olah tidak ada apa-apa

Seolah-olah jiwaku tidak terganggu

Mereka menyangka akulah orang yang paling bahagia

Mataku jarang menangis

Hatiku menangis selalu

Aku selalu sahaja ingat mati

Bagaimana kesudahannya aku tidak tahu

Apakah aku akan selamat menempuh ujian itu

Apabila kukenang-kenangkan ibadahku

Tidak sebanyak para sahabat

Apakah yang menjamin aku selamat

Apabila mengingat rahmat Tuhan yang luas sekali

Jiwaku yang menggelora reda sedikit

Aku mengaharap kepada Tuhan

Jiwaku dengan segala dosaku

Jadikanlah syafaat buatku di akhirat

Itulah bekalanku menemuiMu

Namun memanglah ibadahku tak sampai ke mana

Ya Tuhan,

Terimalah ibadahku yang tidak sepertinya ini,

Ia serba kekurangan

Banyak cacat celanya

Tapi apakan daya

Ini yang aku mampu mempersembahkannya

Sudah kucoba dengan sepenuh hati

Tapi masih tidak mampu juga dengan sempurna

Aku harap dengan rahmatMu terima jugalah

Atau dengan kekurangannya terimalah

Walaupun tidak sempurna ibadahku

Aku tetap tidak jemu

Aku tetap teruskan sekalipun tidak meningkat

Aku tetap istiqamah

Kasihanilah aku wahai Tuhan

Hamba yang lemah ini

KeampunanMu yang aku harapkan

Kalau engaku tidak membelaku

Siapa lagi yang akan membelanya

Kalau aku diazab

Aku kan hambaMu jua

Aku adalah ciptaanMu

Kalau aku Engkau selamatkan

Engaku tidak akan rugi

KebesaranMu akan tetap sempurna

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer