warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Renungan Yang Menjadi Pahala







Renungan Yang Menjadi Pahala




Renungan Yang Menjadi Pahala

 

Merenung memikirkan dosa tidak mengapa, bahkan dipuji pula, ia dapat pahala

Merenung ke hadapan memikirkan nasib agama, bangsa dan negara

jarang orang melakukakannya padahal ia adalah ibadah

Ia adalah sifat seseorang yang berjiwa besar dan berpandangan jauh ke hadapan

Ada orang yang baik tapi skopnya sempit hanya memikirkan agama

yang ada hubungannya dan nasib dirinya sahaja

Padahal kalau agama, bangsa dan negara sudah rosak dia pun belum tentu selamat, setidak-tidaknya anak isterinya tidak selamat

Merenung, memikir dan membahaskan ilmu hingga banyak masalah ilmu terungkai

tidak dianggap membuang masa

Bahkan ia adalah sifat terpuji, kalau dibukukan ramai orang yang dapat manfaatnya,

ini termasuk ibadah juga

Memikirkan nasib Akhiratnya adalah sifat terpuji, bahkan perkara pertama dan utama

Akhiratnya memang disuruh utamakan dari dunia

Akhirat negara kekal abadi, dunia sementara sahaja

Susah di dunia tidak sampai ke mana, susah di Akhirat merana, terhina,

dahsyat, berlama-lama pula

Memikir-mikirkan apa-apa lagi kebaikan yang hendak dibuat dianggap ibadah, berpahala

Mengikut ajaran Islam ini dinamakan muraqabah

Iaitu memikir-mikirkan apakah lagi kebaikan yang hendak dibuat

Pahala dapat sekalipun belum berbuat

Ini termasuklah rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya belum berbuat

sudah diberi pahala

Itulah di antara kebaikan yang menjadi ibadah sekalipun belum berbuat

Oleh itu menunglah, merenunglah, berfikirlah sesuatu yang boleh menjadi ibadah

dan diberi pahala, bukan bala

 

24.3.2004 1

Menjelang tidur

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer