warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Mengapa Terkejut Dengan Kematian







Mengapa Terkejut Dengan Kematian?




Mengapa Terkejut Dengan Kematian?

 

Mengapa terkejut kematian polan, polan itu

Mengapa terperanjat polan, polan itu dibacakan ingatan:

(Ayat Al Quran…)

“Dari Allah kita datang dan kepada-Nya kita akan dikembalikan”

Bukankan setiap yang bernyawa pasti mati telah diberitahu

Berdasarkan pengalaman bukankah ia berlaku, kita kan tahu

Bahkan kematian berlaku setiap waktu

Setiap hari orang berpindah ke Alam Barzakh atau kubur lumrah berlaku

Adakalanya kita juga menghantarkannya ke sana atau ke tempat bersemadinya

Jadi, mati keyakinan kita bersama

Cuma sebab-sebabnya tidak sama

Ada orang mati disebabkan sakitnya

Tidak kurang pula orang mati dilanggar kereta

Mati disebabkan jatuh ke laut atau ke dalam sungai pun ada

Mati jatuh daripada pokok berlaku juga

Mati ditanduk kerbau, dilanggar keretapi, dibunuh orang, dihukum gantung biasa aja

Mati itu bermacam-macam cara

Sejuta satu macam caranya

Mati tetap mati, tidak ada kecualinya

Kecuali Zat yang Maha Esa lagi Maha Pencipta

Allah tetap kekal buat selama-lamanya

Oleh itu mengapa kita terkejut ada kematian

Kita kata: Eh! Tak sangka polan itu mati, semalam ada dengan saya?!

Eh! Polan malam tadi sama-sama makan di restoran dengan saya, tak sangka dia mati?!

Janganlah terkejut dengan kematian

Semua orang percaya berdasarkan berita dan pengalaman

Bila terjadi jangan terkejut dan jangan hairan?!

Kita sendiri akan mati juga, tunggulah giliran

Apakah kalau kita mati orang hendak terkejut dan hairan?!

Sepatutnya tidak terkejut dan hairan

Kematian itu satu keyakinan dan pengalaman

Sepatutnya dari detik ke detik kita tunggu kematian

Serta bersedia membuat persiapan

 

23.5.97 (16 Muharram 1418)

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer