warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Mengapa Takut Kehilangan Barang Yang Murah







Mengapa takut kehilangan barang yang murah?




Mengapa takut kehilangan barang yang murah?

 

Engkau risau sangat barang engkau yang hilang

Atau engkau takut sangat kalau-kalau ada barang-barang engkau yang akan hilang

Padahal barang yang hilang mungkin boleh berjumpa kembali

Atau barang yang hilang itu berkemungkinannya boleh diganti, boleh jadi lebih baik lagi

Bahkan barang yang hilang itu satu masa nanti ia akan hilang juga iaitu binasa

Mana ada barang yang kekal di dunia ini

Padahal ada perkara yang patut engkau takut kehilangannya engkau tidak pun takut kehilangannya

Yang pertama engkau tidak takut kehilangan iman engkau

Sedangkan iman adalah harta dunia Akhirat

Itu adalah merupakan kebahagiaan kamu di dua negara

Lebih-lebih lagi engkau tidak takut langsung kehilangan Tuhan

Kehilangan Tuhan ertinya kehilangan keredhaan-Nya, kehilangan kecintaan-Nya dan kehilangan keampunan-Nya

Kehilangan barang engkau kalaupun susah sedikit hanya di dunia

Di Akhirat kalau engkau sabar atau redha ia memberi keuntungan kepada engkau di Akhirat

Tapi kalau engkau kehilangan iman dan kehilangan Tuhan aduh binasalah engkau di dunia lebih-lebih lagi di Akhirat

Kehilangan keduanya bererti engkau malang sepanjang umur engkau di dunia dan kemalangan yang kekal sepanjang masa di Akhirat

Mengapa engkau takut sangat kehilangan barang yang murah?

Barang yang adakalanya menyusahkan engkau sendiri

Tapi mengapa engkau tidak takut kehilangan perkara yang paling berharga

Iaitu kehilangan iman dan kehilangan Tuhan

Bagaimana kamu berfikir? Siapa mengajar kamu berfikir begitu?

Di mana salahnya ilmu engkau hingga ilmu engkau tidak boleh menilai?

Sedangkan engkau ahli ilmu!

 

30 Muharam 1421

Lepas Asar

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer