warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Menahan Perasaan







Menahan Perasaan




Menahan Perasaan

 

Bukan senang hendak menahan perasaan jika dimalu orang, dendam pun datang

Tidak mudah menahan kemarahan kalau dimarah atau dihina orang

sakit hati pun menyerang

Tidak mudah menahan rasa rendah diri bila berhadapan dengan orang yang punyai kelebihan, risau pun menjelang

Aduh susah sekali menahan perasaan dengki jika ada saingan atau ada cabaran orang

Payah sekali hendak rasa kesedihan orang, kesedihan kita bersama

di dalam pengalaman

Kesenangan orang rasa senang bersama

Bukan senang hendak memaafkan musuh, lebih-lebih lagi hendak membuat baik kepadanya

Susah sekali apabila mendapat nikmat hati tidak berbunga

Lebih-lebih lagi jika dipuji orang hati berputik pula

Bukan senang apabila mendapat kesenangan, nikmat, ilmu, kekayaan harta, kekuasaan, hati merasa malu dengan Tuhan

Biasanya sombong pun datang, megah pun menerkam, hati pun senang, suka menzalim orang

Apabila semua keistimewaan ada lebih payah lagi menerima kebenaran

Kalau dicabar memang pantang, sombong pun bertambah subur,

bertambah jauh dengan Tuhannya

Akhirnya kehilangan Tuhan, maka diri pun mengaku tuhan secara sikap bukan cakap

Di dalam keadaan lupakan Tuhan, maut pun datang bertaubat tidak sempat

Waktu nyawa tercabut barulah terkejut ada kehidupan yang kedua yang lebih dahsyat

Penyesalan pun datang tapi sudah terlambat, maka Nerakalah tempatnya

Aduh untung sedikit rugi sebukit, untung sekarung rugi segunung

Untung sedikit tidak berkekalan, ruginya buat selama-lamanya

 

9.2.2004 2

Waktu Dhuha / menjelang Zuhur

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer