warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Mari Kita Mengenal Nafsu







Mari Kita Mengenal Nafsu




Mari Kita Mengenal Nafsu

 

Nafsu itu sangat jahatnya, begitulah Tuhan memberitahu

Di dalam Al Quran ada diceritakan untuk ingatan

Nafsu sifatnya dungu, melulu

Kehendaknya tidak bertepi, apa sahaja dia mahu

Halal atau haram dia tidak peduli yang penting apa sahaja perlu dimiliki

Kemahuannya sangat dahsyat, hebat hingga menjadi sesat

Kehendaknya hingga badan penat, dia tidak penat

Badanlah yang terima risikonya akibat kehendak-kehendaknya

Tuntutan kemahuannya mudharat dan memudharatkan, rosak dan merosakkan

Masyarakat huru-hara dibuatnya, manusia pecah-belah kerananya,

peperangan terjadi disebabkannya

Kehendak nafsu tidak pernah puas-puas

Dapat sedikit hendak banyak, setelah banyak yang dapat terasa sedikit

Hendak tambah lagi, hendak banyak lagi, cari lagi hingga badan letih dibuatnya

Tamak pun datang, bakhil pun menjelang

Jika tidak dapat dia melukakan hati, jika dapat dia membungakan hati

Hati pula rosak dibuatnya

Dapat menjadi bangga, tidak dapat kecewa pula

Hati raja diri pun menjadi pengkhianat kepada Tuhannya, derhaka kepada Penciptanya

Nafsu punya angkara akal fikiran manusia pula dirosaknya

Cerdik pandai pula dibodohnya, bahkan ditipunya

Manusia berfikir kehendak nafsunya yang melulu tanpa memikirkan akibat buruknya

Hingga cerdik pandai berfikir sudah tidak normal lagi

Dungu di dalam cerdik, gila di dalam siuman, bodoh di dalam pandai

Mereka yang telah dikudakan oleh nafsu itulah yang memikirkan kehidupan manusia

Bila manusia hidup di dalam ketakutan, mereka juga yang hendak memikirkan manusia yang telah rosak itu

Maka lahirlah kerosakan di dalam kerosakan

Dunia bertambah parah, untuk membaikinya bertambah bingung dan susah

Maka jalan keluarnya tangkapan demi tangkapan, hukuman demi hukuman,

penjara sesak dibuatnya

Yang masyarakat ikut nafsu, yang jahat ikut nafsu, yang kena tangkap ikut nafsu

Yang membuat undang-undang ikut nafsu, yang menghukum ikut nafsu, apa sudah jadi?

Yang jadi dunia sudah dikuasai oleh nafsu

Dunia telah lesu  

Dunia sudah jadi neraka sebelum Neraka

Kehidupan di dunia hari ini sudah tidak ada erti apa-apa lagi

Manusia terancam oleh nafsunya sendiri

 

15.1.2004

Waktu Dhuha

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer