warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Kedatangan Bulan Ramadhan Membawa Rahmat







KEDATANGAN BULAN RAMADHAN MEMBAWA RAHMAT DAN BERKAT




Kedatangan Bulan Ramadhan Membawa Rahmat

Bulan Ramadhan amat mulia, membawa rahmat, kedatangannya berkat, berlaku maghfirah, pahala berganda lailatul qadar macam panjang umur

Ketibaannya macam kedatangan seorang pemimpin yang mulia yang sangat dihormati

Seorang pemimpin seperti Rasul, maksum, akhlaknya tinggi lagi mulia, berilmu dan berwibawa

Pemurahnya bagaikan hujan lebat, tawadhuknya menghancurkan hati yang keras, pemaafnya menjadikan orang malu, mengutamakan orang, setiap hati terpaut kepadanya

Beraninya menggentarkan musuhnya, berstrategi, berhikmah, ilmunya diucapkan bak mutiara, mendengar ilmunya tidak jemu-jemu

Kehilangannya dirindui, ketibaannya dinanti-nanti

Begitulah Ramadhan jika dia seorang manusia, manusia yang luar biasa

Apa kita hendak kata kalau ada orang berhadapan dengan Ramadhan ibarat pemimpin yang digambarkan tadi?!

Ada orang tidak mempedulikannya langsung, ia dianggap orang biasa, orang yang tidak mempedulikannya adalah orang gila

Ada orang hanya memanfaatkan pemurahnya sahaja, orangnya tidak dihormat,i

orang ini tidak berakhlak  yang mulia

Ada orang seronok dengan wibawa pemimpin itu, ikutnya tiada, orang ini seronok dengan pemimpin itu, didikan dan pengajaran orang itu tidak dapat diterima

Orang ini tetap orang bodoh dan rosak jiwanya

Ada orang berhadapan dengannya terpengaruh dengan kecantikannya

Dia bergembira dengan rupa luarnya sahaja

Hati budinya tidak difahaminya, fikirannya tidak dapat diselaminya

Orang ini mabuk dengan syariat lahirnya, syariat batin tidak dapat dijangkaunya

Orang ini masih tertipu tidak disedarinya

Orang yang beruntung yang dapat menikmati seluruh kewujudan pemimpin itu

Hati, budi, dapat dirasainya, mutiara ilmunya dapat dimiliki, didikannya dapat dicontohi

Inilah orang yang dapat menjadi bayangan gurunya

Begitulah golongan-golongan manusia bila berhadapan dengan Ramadhan,

jika ia dianggap seorang guru

 

1.12.2002 1

Waktu Dhuha

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer