warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Jangan Jadi Penyair Yang Melalaikan







Jangan jadi penyair yang melalaikan




Jangan jadi penyair yang melalaikan

 

Engkau puja gunung, engkau lihat sesuatu yang indah

Mata telah menipu engkau

Kalau engkau naik ke puncaknya, mengerikan engkau

Padanya penuh dengan serangga yang menakut dan menjijikkan

Ada pokok-pokok yang berduri yang merbahaya dan menyusahkan

Engkau puja bunga

Engkau rasa indah, beberapa hari layu, kemudian jatuh ke bumi, kering dan busuk

Selepas itu sudah tidak ada nilai apa-apa lagi

Mengapa engkau puja benda yang tidak berharga kesudahannya

Engkau gambarkan gelombang laut

Mempesonakan engkau, engkau rasa dia hebat

Apalah hebatnya penuh dengan kekotoran, baunya busuk yang meloyakan

Bahayanya sangat menakutkan

Engkau gambarkan seorang wanita cantik

Engkau puja kecantikannya, hingga engkau terpesona

Engkau khayalkan di waktu keseorangan atau di waktu engkau sepi

Engkau berangan-angan untuk memilikinya

Tidak dapat, menyusahkan engkau

Kalau dapat pun belum tentu menyenangkan engkau

Begitulah hobi engkau setiap hari

Engkau puja alam yang tiada kuasanya

Yang tidak kekal seperti engkau

Tapi engkau lupa Penciptanya

Sumber segala keindahan, sumber segala kebahagiaan, sumber segala keselamatan

Tuhan yang kekal abadi

Yang patut dipuja dan dipuji

Yang menentukan nasib segala makhluk

Yang patut dicintai dan ditakuti

Janganlah engkau menjadi penyair yang melalaikan

Seperti orang gila yang berjalan-jalan di lembah-lembah yang kotor

Begitulah firman Tuhan melalui Al Quran, mengingatkan kita

 

16.8.2001 - 2

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer