warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Biografi Datukmu







BIOGRAGI DATUKMU




Biografi Datukmu

Umurnya 62 tahun kembali kepada Tuhannya

Nisbah ilmunya, ia bukan orang alim

Sikap dan perbuatannyalah

Ia bagaikan seorang alim

Di antara sifat-sifatnya yang aku ingat,

Tidak pernah berhutang sepanjang hayatnya

Suka berkhidmat dengan orang

Terutama keluarga dan sahabat handainya

Suka menziarahi mereka dengan membawa buah tangan

Setia dengan sahabat

Kalau bersahabat dengan seseorang

Dari sejak kecil sampailah mati

Bahkan mengingatkan anak-anaknya

Ziarahilah sahabat-sahabatnya

Seklaipun selepas matinya

Sangat menghormati guru-gurunya

Dan memuliakan orang-orang alim

Suka dengan kedatangan tetamu

Dan menghormati mereka dengan sungguh-sungguhnya

Sembahyang berjemaah, makan bersama,

Mengemas rumah, hobinya

Setiap hari, inilah kerjanya

Pendidikannya ialah sekolah Inggeris

Tapi akhlaknya tidak dirosakkannya

Dia tahu berbahasa Inggeris

Tapi tidak pernah dia menuturinya

Sekalipun orang bercakap dengannya berbahasa Inggeris

Dia tetap dengan bahasa Melayu

Minat berternak ayam

Sangat suka dengan ayam jantan, jawa atau sigon

Kalau dia bercakap

Gurunya mesti dia sebut selalu

Kata-kata gurunya diulang selalu

Ia menyebutnya

Anak-anaknya sangat dijaga dan dikontrol

Walaupun anak-anaknya yang sudah berumah tangga

Di antara kata-katanya yang masih saya ingat

Pemurahlah,

Siapa yang pemurah tidak akan papa

Siapa di antara anak-anaknya yang tidak dengar kata

Di dunia lagi akan dapat dilihat kehinaannya

Siapa yang taat dengan ibu bapa akan selamat

Lagi ingatannya

Ibu bapa sekalipun kaya,

Tanda beradap,

Anak-anak elok selalu memberi kepadanya

Walaupun ibu bapa tidak meminta

Lebih-lebih lagi kalau keduanya miskin dan papa

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer