warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Beza Kenal Tuhan Dengan Kenal Syariat Nya







Beza Kenal Tuhan Dengan Kenal Syariat-Nya




Beza Kenal Tuhan Dengan Kenal Syariat-Nya

 

Tidak sama Islamnya seseorang yang dimulai dengan mengenal Tuhan dengan yang dimulai mengenal syariat-Nya

Golongan yang pertama kalau bersyariat sangat dihayatinya

hingga rasa bertuhan sangat menunjangi jiwanya

Hasil bersyariat lahirlah sifat-sifat kehambaan yang begitu ketara

seperti kasih sayang, tawadhuk, pemalu, sabar, pemurah, mengutamakan orang lain dan maaf bermaafan

Puak kedua mungkin ibadahnya baik tapi penghayatannya tidak ada

Mereka bersyariat, rasa bertuhan tidak ada

Natijah daripada ibadahnya tidak lahir rasa kehambaan

Bahkan dari ibadahnya subur sifat-sifat mazmumah

seperti pemarah, bakhil, keras hati, mementingkan diri, sombong dan riyak

Seolah-olah mereka beribadah atau bersyariat terputus hubungannya dengan Allah

Mereka bersyariat sudah sama tarafnya dengan ajaran ideologi

Ajaran ideologi mana ada bertunjangkan iman atau terhubung dengan Allah

Begitulah orang mengamalkan Islam yang dimulai mengenal syariat

Sedangkan Tuhan tidak diperkenalkan dengan mendalam kepadanya

Akibatnya orang yang bersyariat tidak cinta dan takut dengan Tuhan

Di dalam mereka bersyariat pada masa yang sama kemungkaran dibuatnya

Syariat yang diamal tidak membuahkan akhlak yang mulia

Hingga Islam yang diamalkan tidak kelihatan indah dan cantik di dalam kehidupan

Kerana itulah orang lain tidak minat kepada Islam

Apatah lagi yang bukan Islam ingin masuk Islam jauh sekali

Kerana pengamal-pengamal dan pejuang-pejuang Islam sangat menakutkan mereka

Keindahan Islam tidak dapat dilihat di dalam kehidupan mereka

 

30 Muharam 1421

Lepas Zuhur

Tulisan ini adalah sajak yang ditulis oleh Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer