Perantara dalam tawasul

Submitted by admin on Thu, 2009-01-22 15:19

Anonymous (not verified)

Wed, 2009-01-28 11:06

Bertawasul kepada orang yang sudah wafat itu ngga boleh, bisa masuk ke dalam kesyirikan, karena si mayit tidaklah punya kemampuan apa2 lagi terhadap amalnya. Lagipula para sahabat tidak pernah bertawasul kepada Rasulullah sepeninggal beliau, akan tetapi beliau datang kepada Paman belaiau Al Abbas Radiyallahu `anhu.

Jika anda mau mendapatkan penjelasan yang lebih banyak, silahkan merujuk ke kitab Tauhid karangan Syaikh Muhammad Ibn Abdil Wahhab. Hati-hati terhadap perkara ibadah yang tidak pernah diserukan oleh Rasulullah karena itu adalah bid`ah dan bid`ah tidaklah menghasilkan pahala kecuali kesesatan semata.

Hadakallah

admin

Wed, 2009-01-28 11:19

In reply to by Anonymous (not verified)

  • Tawasul hakekatnya adalah meminta agar Allah yang menjadikan, bukan agar makhluk yang menjadikan.
  • Tawasul para sahabat kepada paman Nabi Abbas r.a. adalah salah satu metode tawasul. Bukan berarti cara lain tidak ada.
  • Tawasul kepada orang yang masih hidup pun dapat membawa kesyirikan, kalau kita yakin bahwa orang hidup itu yang menjadikan.

coba sebutkan riwayat yang menerangkat bahwa para sahabat radiallahu anhu ajma'in pernah bertawasul dengan mayit....ingat jgn anda pergunakan riwayat palsu karena banyak riwayat yang ada pada tulisan anda tidak jelas kebenarannya..........

admin

Sat, 2009-01-31 12:46

In reply to by salman (not verified)

Perkara tawasul termasuk perkara khilafiah para ulama, terutama tentang bertawasul dengan perantara orang yang sudah wafat. Dari kelompok 'Salafi'/'Wahabi' umumnya menganggap tawasul dengan perantara orang yang sudah wafat sebagai syirik. Dari kelompok Sunni rata-rata berpendapat tawasul dengan perantara orang yang sudah wafat hukumnya sunat.

Perkara ini banyak didiskusikan, antara lain:

Tawassul dgn orang yg belum lahir ?? bagaimana bisa orang yg belum ada di dunia ini , belum melakukan amal kebaikan dan ibadah, dll dimintain tawassul? Ini secara akal sehat saja sudah tidak mungkin.

Kemudian tawssul dengan orang2 yg sudah wafat, ini bener2 syirik mas. Bagaimana bisa dikatakan sunah? Hadis yg anda sebut diatas itu sanadnya gimana? Kok bertentangan dengan ayat ini :
"Dan janganlah kamu menyembah (memohon/meminta) apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang lalim

Tawasul itu meminta kepada Allah dengan perantara, bukan minta kepada perantara tersebut. Harap dibedakan. Yang punya kuasa itu Allah semata, bukan manusia hidup maupun manusia yang sudah wafat, ataupun manusia yang belum lahir.

Tawasul dengan orang belum lahir memang aneh kalau pakai akal manusia zaman sekarang. Tapi hal ini ditulis di dalam Al Quran, ada juga di Hadis, jadi nampaknya yang salah adalah akal kita ini. Kita maunya memahami agama berdasarkan maunya kita saja.

Tawasul dengan orang wafat itu tidak sama dengan menyembah orang wafat. Bagi orang yang paham tauhid, orang wafat maupun orang hidup sama-sama tidak ada kuasa. Bertawasul bukan berdasarkan atas kekuasaan orang yang jadi perantara tawasul, tapi berdasarkan kemuliaan orang yang dijadikan perantara tersebut.

Anonymous (not verified)

Sun, 2011-05-22 23:58

In reply to by Anonymous (not verified)

kalu mengikut buku tauhid wahabi rekaan si tolol wahab, Nabi Adam As sudah melakukan kesyirikan kerana Nabi Adam AS juga telah bertawassul menggunakan nama Nabi Muhammad SAW? apakah darjat si tolol wahab ini sudah bersih sudah tinggi?

shodaqta, shoh kalamukum..... dasar Manusia-manusia Akhir zaman mudah bicara sesat, mudah bicara bid'ah, ini fitnah besar dasar wahabi goblok berani beraninya fitnah sesat..... si goblok wahabi itu adalah munafiq, musuh dalam selimut......coba kalian baca AL Qur'an surat AL Baqoroh ayat 36-37 tentang sebab musabab/wasilah Nabi Adam di ampuni oleh ALLAH TA'AALA karena apa? wahai wahabi tolol, jangan sok pintar.... pelajari AL Qur'an AL Hadits...pelajari sejarah..., bahwa Empat Imam Madzhab (Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Malik, Imam Abu Hanifah) dan Imam AL Asy'ari dan Imam Al Maturidi itu sangat membenarkan mengenai Tawsul...

jadi kalian mau ikutin siapa kalau bukan ulama... para imam di atas itu di antaranya yang sanad-sanadnya kuat... para imam Fiqih (fuqoha) dan Imam Ushuluddin.

ketahui si Wahab imam kamu itu adalah pengkhianat agama... tukang fitnah agama, saudara se muslim di fitnah sesat....

Wahai Wahabi tolol kalian sombong banget yaaa Nabi Kami yaitu kepada Rasulullah SAW..... untungnya Nabi Kami ini mempunyai kasih sayang yang extra ordinary, kalau tidak, Beliau SAW akan munajah kepada ALLAH TA'AALA supaya di datangkan Bala' kepada kalian, untungnya Rasulullah SAW Nabi Kami ini adalah Rahmatan lil 'alamin buat semua makhluq termasuk kalian wahai wahabi tolol, cuma kalian tidak tahu diri waha wahabi kalian

yap ah loy (not verified)

Fri, 2013-03-22 01:53

In reply to by Anonymous (not verified)

Benar!!! Sekali-kali tidak! Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan(pengikut-pengikutnya) terhadapnya dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. maryam 82

nurfatehah (not verified)

Sat, 2012-04-07 18:13

Kalau bertawassul dengan manusia yang tak diketahui soleh atau tidak . Tetapi yakin akan amalannya . Harap reply .

yap ah loy (not verified)

Fri, 2013-03-22 02:36

In reply to by nurfatehah (not verified)

ORANG BERCAKAP-CAKAP DALAM AIR,KAMU BERADA DI DARATAN BOLEH DENGAR KE PERCAKAPAN ORANG DALAM AIR TU ???????

Sayyed Husein (not verified)

Sun, 2012-10-07 08:34

Wahai Manusia yang belum paham-paham juga, coba anda simak baik-baik kalimat Tawasul....

YAA ALLAH AKU MEMOHON KEPADAMU YAA ALLAH, AKU MEMINTA KEPADAMU YAA ALLAH DENGAN AKU BERTAWASUL KEPADA KEKASIHMU NABI MUHAMMAD SAW MAKHLUQ ENGKAU YANG PALING ENGKAU CINTAI DAN PALING ENGKAU KHUSUSKAN, MUDAH-MUDAHAN DENGAN KARENA KECINTAANKU KEPADA KEKASIH ENGKAU NABI MUHAMMAD SAW SERTA KELUARGANYA, MAKA ENGKAU YAA ALLAH MAU MEMPERKENANKAN HAJAT, DOAKU......

coba kalian simak tawasul di atas (YAA ALLAH AKU MEMOHON KEPADAMU YAA ALLAH, AKU MEMINTA KEPADAMU YAA ALLAH ) , kita minta kepada siapa? kita menyembah siapa? jangan asal bicara bid'ah, pahami betul-betul yaaaaaaaa...........

dan coba anda pelajari dan resapi siapa dan bagaimana kedudukan Rasulullah SAW ini? sebelum kalian menyesal di alam kubur atau di alam mahsyar nanti, atau di yaumil mizan, atau di shirot mustaqim.........

pelajari AL Qur'an, AL HAdits, banyak pelajari kitab, jangan hanya satu kitab, bersikap husnudzonlah kepada ALLAH TA'AALA... jadi nantinya ga seenaknya bicara bid'ah... ibadah kok di bilang Bid'ah? apakah ini bukan fitnah?

agusta (not verified)

Wed, 2013-02-20 22:03

Orang-orang yang mereka berdoa kepadanya, mereka sendiri mencari wasilah kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang paling dekat (kepada-Nya); mereka mengharapkan rahmat-Nya, dan mereka takut kepada adzab-Nya. Sesungguhnya adzab Rabb-mu adalah sesuatu yang harus ditakuti.” (QS:Al Israa’57).

“Wahai orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk sampai kepada-Nya dan berjihadlah di jalan-Nya, supaya kamu berbahagia.” (QS: Al-Maidah 35).

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab, ayat : 56)

Allah SWT berfirman:
Mereka berkata: Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)(QS Yusuf:97).

Ya'qub berkata: Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang'(QS Yusuf:98)

Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (Muhammad saw.) lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasul (Muhammad saw.) pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (An Nisa' 64).

Sesungguhnya Allah adalah tuhanku dan tuhanmu,maka sembahlah Dia.ini adalah jalan yang lurus. maryam 36
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak" maryam 88

Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (didalam gua);kepunyaanNyalah semua yang tersenbunyi di langit dan di bumi .Alangkah terang penglihatanNya dan alangkah tajam pendengaranNya;tidak ada seorang PELINDUNG pun bagi meraka selain daripadaNya;dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutuNya dalam menetapkan keputusan. Al-Kahfi 26

Dan harta kekayaannya dibinasakan,lalu dia membalik-balikkan kedua tangannya(tanda menyesal)terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu,sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata; "Aduhai,kiranya dahulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku." Al-Kahfi 4

Add new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack