Sajak Yatim Piatu Yang Hakiki

Yatim Piatu

Bukanlah yatim piatu itu tiada berayah tiada beribu
Yatim piatu itu yang tiada beradab dan ilmu
Tiada ibu dan bapa tidak mengapa
Tidak ada ilmu dan adab, manusia terhina
Tiada ibu dan bapa bukanlah aib
Nilai manusia bukan di situ
Bila tiada ilmu dan akhlak tidak ada nilai dirinya
Ilmu dan akhlak nilai diri manusia
Wahai anak-anak yang tiada ayah dan ibu
Jangan hati susah ketiadaan mereka
Pentingkanlah ilmu dan akhlak mulia
Lebih-lebih lagi iman dan taqwa
Ada ibu dan ayah tiada apa-apa erti
Jika iman, ilmu, akhlak tiada diperolehi

Wahai Rasulullah

Mari berselawat

 

Yaa Rasulullah, yaa Habiballah
Maa akromaka, maa akromaka
Allah wal mala'ikah yushollun'alaika
Allah wal malaikah 'yushollun'alaika
Hayaa yaa mu'minun shollu 'alaika
Hayaa yaa mu'minun shollu 'alaika

Susahnya mencari kawan yang setia (versi Indonesia)

Diterjemahkan dari
- http://kawansejati.org/03-sajak-susahnya-mencari-kawan-yang-setia
- http://kawansejati.org/sajak/susahnya_mencari_kawan_yang_setia

Bukan mudah untuk mendapat kawan yang setia
Dapat berkawan waktu susah dan senang
Di waktu dukacita dan gembira
Di waktu kita buntu fikiran dialah yang memberi pandangan
Ketika tidak ada apa yang hendak dimakan, diberi bantuan
Dapat memberi pertolongan sebelum diminta,
karena faham masalah kawan
Apatah lagi apabila diminta
Waktu sakit diziarahi
Di waktu kita mendapat nikmat, dia menampakkan kegembiraan

Mencari kenalan mudah, mencari kawan susah

Diterjemahkah dari http://kawansejati.ee.itb.ac.id/04-sajak1-mencari-kenalan-mudah-mencari-...

Kalau kita duduk sekampung kita berkenalan dengan orang kampung berjumpa dan bertemu di masjid, kedai, di rumah orang kenduri, di berpapasan jalan, di dalam mengurus keperluan kita,
Itu bukan kawan namanya,
Itu adalah kenalan kita,
Bertemu dan berjumpa di tempat kerja masing-masing
membuat urusan masing-masing,
Sekali-sekali bertegur sapa kemudian tidak ambil peduli satu sama lain,
Itu juga kenalan,

Macam-macam pujian berdasarkan pemberi dan penerimanya

Pujian dapat dibagi-bagi berdasarkan pemberi dan penerimanya

1. Puji Allah pada diri-Nya sendiri

Tuhan memuji diri-Nya. Ini banyak terdapat dalam Al Quran dan Hadis. Contohnya:

"Aku Tuhan, sembahlah Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku. Aku adalah Qahhar, Aku Jabbar. Aku Pengasih dan Penyayang."

Dia memuji diri-Nya. Ada Hadis mengatakan:

"Aku kasih kepada hamba-Ku, lebih dari seorang ibu mengasihi anaknya."

Peringkat Memuji Allah

Memuji Allah ini ada tiga peringkat:

  1. Memuji yang ada hubungan dengan Zat-Nya.
  2. Memuji yang ada hubungan dengan sifat-sifat-Nya.
  3. Memuji atas rahmat dan nikmat-Nya.

Jadi memuji Allah itu adakalanya berhubung dengan Zat-Nya, adakala berhubung dengan sifat-sifat-Nya dan adakala atas rahmat serta nikmat-Nya. Rahmat dan nikmat itu sudah kita perkatakan, yakni ada yang bersifat mata, yang bersifat akal dan bersifat rohaniah.

1. Memuji Allah di atas Zat-Nya

Contohnya:

Tahapan mendidik anak

Tulisan baru tentang tahap mendidik anak soleh http://pendidikan-anak.org/content/tahap-tahap-pendidikan-anak-soleh

Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani

Syeikh Yusuf an Nabhani

Foto Syeikh Yusuf bin Ismail An Nabhani diambil dari

Buku yang masih tersedia

Buku Global Ikhwan yg masih ada edisi barunya dalam bentuk hardcopy:
1. Mengenal diri melalui rasa hati
2. Iman dan persoalannya
3. Ibadah menurut islam
4. Matlamat perjuangan menurut islam
5. Inilah jalan kita
6. Manisnya madu
7. Keluarga bahagia
8. Sholat penyelesai segala maslah
9. Taqwa
10. Modul poligami indah dari Tuhan
11. Tsunami membuktikan Abuya PBT ( satria piningit)
12. Pendidikan rasulullah
13. Jihad bukan membunuh tapi membangun
14. Membangun sains teknologi menurut Islam

Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi

Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi adalah pendiri jemaah Global Ikhwan. Berikut ini adalah biografi Abuya, diambil dari buku Pemimpin Ajaib:

Biografi Abuya

Usiaku telah menjangkau enam puluh tahun

Sepanjang umurku aku telah menempuh hidup berliku-liku

Cabaran demi cabaran menggugat kehidupanku

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer