Kisah Ke-96: Nashr Bersalaman dengan Allah

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:54

Al-Akbari berkata, "Aku memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata, 'Sentuhlah kedua mataku dengan tangan engkau karena mataku terasa sakit.'
Beliau berkata, 'Datanglah kepada Nashr bin Aththar, ia akan mengusap matamu.'
Aku membatin, 'Bagaimana mungkin aku tinggalkan Rasulullah dan pergi ke orang biasa?' Aku terus berkata kepada Rasulullah.
'Wahai Rasulullah, usaplah mataku dengan tangan engkau..,' kataku.

Kisah Ke-95: Basuhlah Tangannya

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:53

Abu Ja'far ash-Shaidalani berkata, "Aku memimpikan Nabi saw. dikelilingi orang-orang fakir, yakni para ahli ibadah dan orang-orang zuhud. Tiba-tiba langit terbelah. Dua orang malaikat turun. Tiap-tiap dari mereka membawa bak cuci dan ceret. Mereka meletakkan bak cuci itu di hadapan Rasulullah saw. dan mencuci tangan beliau. Lalu bak cuci itu diputar hingga semua tangan mereka dicuci. Bak cuci itu kemudian diletakkan di hadapanku. Saiah satu di antara malaikat itu berkata, Jangan cuci tangannya. Dia bukan bagian dari mereka.

Kisah Ke-94: Rasulullah Telah Datang!

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:53

Abul Khair at-Tinati berkata, "Aku memasuki kota Madinah dalam keadaan fakir. Selama lima hari aku tidak makan. Aku pergi ke kuburan dan mengucapkan salam kepada Nabi saw., Abu Bakar, dan Umar. Aku berkata, 'Malam ini aku menjadi tamumu, wahai Rasulullah.'
Aku berbaring dan tidur di belakang mimbar.
Malam itu aku memimpikan Rasulullah saw. Abu Bakar berada di samping kanan beliau, sedangkan Umar berada di sisi kiri beliau. Di hadapan beliau ada Ali bin Abu Thalib.

Kisah Ke-92: Mendekatlah

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:53

Ya'kub bin Sufyan berkata, "Ketika aku masih berpetualang mencari ilmu, pada malam hari aku menulis dengan menggunakan penerang lampu. Pada suatu malam, ada sesuatu jatuh menimpa mataku. Aku tidak bisa melihat hanya dengan menggunakan lampu. Aku menangis karena penglihatanku kabur, dan hal itu menyebabkanku tidak dapat menulis hadits Rasulullah saw. Ketika aku dalam keadaan seperti itu, aku terserang kantuk. Aku tertidur dan memimpikan Rasulullah. Beliau berkata, 'Ada apa denganmu?'

Kisah Ke-91: Ia Melihat Cahaya-Cahaya Nabi

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:53

Ada dua orang yang sedang berbicara, sementara Ka'ab al-Ahbar ada di dekat mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, "Aku bermimpi seakan manusia dikumpulkan dan aku melihat semua nabi. Semuanya. Mereka memiliki dua cahaya, dan para pengikut mereka memiliki satu cahaya. Aku juga melihat Nabi Muhammad. Tidak ada satu pun dari bulu dan tubuhnya yang tidak mengeluarkan cahaya. Dan kulihat para pengikutnya memiliki dua cahaya.
Ka'ab al-Ahbar berkata, "Bertakwalah kepada Allah swt., wahai Abdullah. Pikir kembali apa yang kamu ucapkan tadi!|

Kisah 90 Aku Menyukainya

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:52

Salah seorang di antara ulama selalu membuka majelis pengajiannya dengan pembacaan qasidah (pujian terhadap Rasulullah saw.) karya Ka'ab bin Zubair r.a. Ada orang yang bcrtanya kepada ulama itu mengapa mereka mclakukannya. Jawabnya, "Aku pernah memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata kepada beliau, (Wahai Rasulullah, bolehkah aku membacakan qasidah karya Ka'ab bin Zubair untuk engkau?'
Beliau berkata 'Ya. Aku menyukainya dan menyukai orang-orang yang menyukainya.'
Sejak saat itu, aku berjanji kepada Allah, aku tidak akan lupa untuk membaca qasidah karya Ka'ab bin Zubair setiap hari.

Kisah Ke-89: Kembali ke Jalan Allah

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:52

Basyar al-Hafi r.a. berkata, "Aku menemui Akbar al-Kurdi dan kukatakan, 'Apa yang menyebabkan kamu kembali ke jalan Allah?
Kata dia, 'Di salah satu tempat ketika aku menjadi perampok jalanan, ada tiga buah pohon kurma, satu di antaranya tidak berbuah. Ada seekor pipit yang memindahkan butir-butir kurma dari pohon yang berbuah ke pohon yang tidak berbuah. Aku menghitungnya; sepuluh kali ia membawa butir-butir itu.

Kisah Ke-88: Ajari Aku al-Fatihah

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:52

Ahmad bin Husain bin Mahran al-Muqri' berkata, "Aku membeli seorang budak perempuan—kukira ia adalah seorang warga negara Turki—dan tidak bisa berbahasa Arab. Tetapi, teman-temanku memiliki budak-budak perempuan yang bisa menerjemahkan untuknya.
Suatu hari ia tertidur, dan terbangun dalam keadaan menangis. Ia berteriak-teriak (dalam bahasa Arab), 'Wahai tuanku... ajari aku surah al-Fatihah!'

Kisah Ke-87: Sembelihlah Lelaki Itu

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 13:52

Muradik al-Bashri berkata, "Aku membeli sesuatu dari salah seorang pemimpin bani Ahwaz(25). Aku terus-menerus datang dan kembali kepadanya, untuk menawar harga. Lelaki itu menyumpah serapah Abu Bakar dan Umar. Karena takut, aku tidak berani lagi kembali kepadanya.
Aku kembali ke rumah dalam keadaan gundah. Semalaman aku seperti itu hingga ketika aku tertidur, aku memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, si fulan itu bersumpah serapah atas Abu Bakar dan Umar."
Beliau berkata, 'Bawalah ia kepadaku.'