warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Menuju Allah Perlu Pimpinan Guru Mursyid






Untitled Document



Manusia memerlukan Mursyid

Jalan menuju Allah bukan bersifat maddi atau material, tetapi ia bersifat maknawi atau rohani. Mata lahir dan akal tidak nampak, yang nampak adalah ruh atau hati yang bersih. Kalau untuk berjalan di jalan raya yang bersifat material, yang nampak oleh mata lahir, dan dilengkapi dengan panduan rambu-rambu lalu lintas, setiap hari banyak terjadi kecelakaan seperti masuk jurang, tergelincir, tabrakan dan sebagainya, apalagi perjalanan hati atau rohaniah yang mata dan akal tidak dapat melihatnya. Seribu kali lebih susah. Kita perlu pimpinan dari orang yang nampak dan faham jalan-jalan rohaniah untuk menuju Allah. Orang ini disebut Guru mursyid. Tanpa pimpinannya, kadang-kadang sehari 200 kali manusia mengalami kecelakaan rohaniah seperti masuk jurang rohaniah atau tergelincir dari jalan rohaniah tidak dapat mereka rasakan, sebab kecelakaan itu bersifat maknawi yang tidak nampak oleh mata atau akal.

Diantara contoh kecelakaan rohaniah adalah bila suatu hari kita diuji oleh Allah, misalnya rumah kita terbakar, anak kita ditabrak mobil, kita tidak sabar, maka kitapun berkata, tidak patut accident itu. Kita tidak puas hati dengan ketentuan Allah, seolah-olah complain dengan Allah. Kemudian bila kita ada nikmat, kita sombong, berbangga-bangga, tidak bersyukur. Bila ada kesuksesan dan keberhasilan, kita rasa itu disebabkan oleh kepakaran kita. Sudah menyentuh syirik khafi (syirik yang tersembunyi). Dalam pertemuan resmi dengan Allah ketika sholat kita tidak melahirkan rasa takut dan hebatnya Allah, tetapi ketika berhadapan dengan Presiden atau raja, hati kita terasa tergetar, itu juga sudah merupakan kecelakaan rohaniah. Ketika berdakwah dipuji orang, hati berbunga-bunga, juga termasuk kecelakaan rohaniah. Selepas sholat, kita marah besar dengan anak buah kita yang bekerja kurang baik dengan menggunakan bahasa yang kasar dan gaya yang sombong, itu juga termasuk kecelakaan rohaniah. Dapatkah ulama biasa mengesaan dan merasakan kecelakaan-kecelakaan rohaniah yang terjadi pada dirinya dan manusia setiap hari?

Guru mursyid sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam perjalanan hati atau rohani menuju taqwa. Ia dapat memimpin di bidang ilmu, akal atau hati, yang lahir maupun yang batin dan dalam semua hal sehingga hidup manusia dapat tertuju kepada Allah. Guru mursyid dianugerahkan Allah ilmu-ilmu yang luar biasa. Ada ilmu lahir, ada ilmu batin. Bukan saja dia dapat memimpin akal, tetapi terutama dia memimpin hati (roh) manusia. Walaupun mursyid itu seorang yang tidak hafal Qur'an dan hadis. Sebab itu bagaimana hebat, alim seseorang itu, dia mesti ada seorang guru mursyid yang memimpin perjalanan hati dia menuju Allah. Setiap orang wajib ada mursyid yang memimpin dirinya, baik dia ulama atau tidak, hafiz atau tidak, pakar Islam atau tidak, mualim atau tidak, profesor Islam atau bukan, kalau tidak maka setan yang akan menjadi guru yang memimpin perjalanan hatinya.

Imam Malik pernah berkata : 'Barang siapa yang tidak mempunyai guru mursyid maka setan lah yang akan menjadi gurunya'

Mursyid itu susah dicari. Apalagi di zaman sekarang yang sudah jauh dari zaman Rasulullah. Orang yang jadi mursyid hanya dalam hitungan jari saja. Sebab itu mursyid kurang popular dan jarang disebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu pimpinan sudah tidak wujud lagi di kalangan umat Islam hari ini. Maka mereka berjuang dengan main-main akal, beribadah sesuka hati, bertindak sembrono, tidak diukur secara ilmu lagi.

Guru mursyid tempat rujuk dalam semua hal hanya seorang saja, walaupun guru sumber ilmu boleh banyak. Dalam hal apapun mesti dirujuk kepadanya termasuk dalam hal yang mubah. Walaupun mubah, tetapi untuk dapat berkat mesti bertanya padanya. Lebih-lebih lagi kalau sudah menjadi arahan dan perintahnya, wajib ditaati. Setiap arahannya sudah menjadi wajib arodhi, sebab mentaati pemimpin adalah wajib.

Jadi setiap orang yang ingin membaiki dirinya mesti ada mursyid yang akan memimpinnya, sekalipun dia ulama, alim, hafaz Al Quran dan pakar Hadis. Mengapa?

Dalam ajaran Islam ini, ada ilmu yang datang dari akal, dan ada yang dari hati; ada lahir ada batin; ada yang tersurat dan ada yang tersirat. Kalau seseorang itu diberi ilmu yang tersurat, belum tentu dia akan diberi ilmu yang tersirat. Bukan semua muhaddisin akan diberi ilmu-ilmu hati. Oleh itu, walau ulama pakar sekalipun, mesti ada guru yang memimpinnya. Di sinilah banyak orang salah faham, terutama para ulama. Hati mereka berkata, "Saya sudah jadi ulama, alim, sudah mengajar profesor, sudah menjadi dosen, mengapa perlu pimpinan? Saya boleh pimpin diri saya sendiri. Buat apa bersandar pada orang lain?" Sebab mereka merasa mereka banyak ilmu dan dapat pimpin diri sendiri. Lebih-lebih lagi mereka tidak mau dipimpin oleh guru yang mursyid.

Orang yang boleh memimpin ataupun mursyid, hanyalah orang yang pintu hatinya terbuka, yaitu yang mempunyai basyirah. Bukan sekedar akal saja terbuka. Banyak orang yang akalnya terbuka, hingga dapat menangkap ilmu, tetapi orang yang hatinya terbuka. Mursyid itu ialah orang yang hatinya terbuka luas dan dapat memimpin orang lain. Dia tidak semestinya lebih alim daripada orang yang dipimpinnya. Tetapi dia dianugerahkan ilmu ilmu hikmah dan ilmu yang seni-seni.

Jadi setiap orang mesti mencari seorang guru mursyid untuk memimpin dirinya walaupun dia alim. Setelah dia bertemu dengan guru mursyid yang layak, maka lahir dan batinnya perlu diserah kepada guru mursyid. Bagaimanakah ciri ulama atau guru yang dapat diambil sebagai guru mursyid.

Siapakah Guru Mursyid

Dia adalah seorang lelaki yang mempunyai ciri-ciri:

  1. Yang disediakan oleh Allah ke dunia ini beserta hujah yang cukup matang, bagi memberi petunjuk kepada orang-orang yang sesat dan orang-orang yang tercengang-cengang, kehairanan, yakni dalam mencari kebenaran. Allah berfirman
    surat:6 ayat:149
    "katakanlah sesungguhnya Allah memiliki hujah yang jelas lagi kuat" (Surah Al Anam:149). Dia lah yang menjelaskan dan menerangkan kepada manusia tentang kehendak Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW, sesuai mengikut tahap kemampuan akal mereka dan denga penuh kasih sayang. Dia menyampaikannya dengan penuh hikmah dan melalui pandangan yang tembus. Allah taala berfirman lagi "katakanlah inilah jalan agama Ku, Aku dan orang-orang yang mengikuti Aku, mengikuti Aku mengajak kepada Allah dengan hujah yang nyata".
  2. Yang mencapai satu peringkat dalam ikutannya kepada Baginda Rasulullah SAW yang mana tahap itu membuatkannya tidak dapat terlepas pandangannya kepada Rasulullah SAW. Walau sekadar sekelip mata atau kurang dari itu, dia juga langsung tidak berbeza dengan Rasulullah SAW walau dalam sekecil-kecil perkara.
  3. Yang mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi zat Tuhan dan yang terpilih di sisiNya. Allah menganugerahkan kepadanya rahmat dan kasih sayang yang dapat memenuhi kehendak dan keperluan manusia di zamannya. Dia mengagihkan kepada setiap orang rahmat dan kasih sayang yang Allah telah anugerahkan kepadanya.
  4. Yang diajarkan Allah akan ilmu laduni, yaitu ilmu yang datang terus dariNya. Yang mana dengan ilmu itu Allah memberi manfaatnya kepada seluruh manusia di zamannya. Ini adalah karena ia adalah ilmu yang datang dari sisiNya ilmu mutlak. Dia dimuliakan Allah dengan ilmu laduni yang disampaikan terus secara langsung tanpa ada perantaraan yang datang dari kedudukan yang paling hampir dengan Allah SWT. Ilmu ini mengatasi kemampuan akal. Dengannya dididikan hujah ka atas orang-orang yang degil yang suka berbalah. Dengan ilmu ini juga terbuka jalan dan hujah bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang ingin petunjuk. Kemuncak dari apa yang boleh dikenali dari lelaki ini ialah apa yang ditunjukkan oleh Allah didalam Al Quran "lalu mereka bertemu dengan seorang hamba, diantara hamba-hamba kami yang telah kami berikan adanya rahmat dari sisi kami dantelah kami ajarkan padanya ilmu dari sisi kami." Surah Al Kahfi:65. Maka Allah telah mendedahkan sebahagan sifat lelaki itu melalui ayat-ayat itu tadi. Dimana ia menceritakan kepada kita kisah Nabi Musa a.s dan temannya. Kedua-duanya mereka mencari seorang yang dikehendaki oleh Nabi Musa untuk mempelajari darinya apa yang belum diketahuinya.
    Nabi Khaidir a.s adalah merupakan contoh bagi laki-laki tadi yang mana dengannya Allah memperbaharui ajaran-ajaran agamaNya dan sunnah Rasulullah SAW pada setiap zaman hinggalah hari kiamat.
  5. Yang telah mewarisi ilmu-ilmu syariat dari baginda Rasulullah SAW, ilmu-ilmu tareqat dan ilmu-ilmu hakikat.
  6. Yang Allah jadikannya sangat paham tentang ilmu-ilmu keTuhanan dan sangat mengetahui akan rahasia-rahasiaNya dan keghaibanNya yang maha suci. Allah juga telah menjadikannya sebagai pemegang rahasia-rahasianya dan keghaibannya dan dia langsung tidak menceritakannya kecuali pada orang-orang yang layak sahaja mengikut kadar kemampuan mereka dan kepaluan mereka. Allah telah berfirman
    surat:25 ayat:59
    "Dialah yang maha Pemurah maka tanyakanlah tentang ini kepada yang Maha Mengetahui" Surah Al Furqan: 59.

  7. Yang hatinya senantiasa dan selamanya bersama Allah, Tuhannya dan Rasulnya. Walaupun jasad lahirnya sibuk dengan urusan lahir atau sibuk dengan membawa manusia kepada Tuhan tetapi dia tetap bersama Tuhannya secara ruhnya, manakala jasadnya bersama makhluk.
  8. Dia adalah seorang yang sentiasa menegakkan kebenaran bagi pihak Tuhannya, Allah dan tidak sedikitpun berganjak dari kebenaran itu walau sekadar seekor semut yang halus, walaupun manusia sekelian menetangnya dan jika mereka bersepakat untuk mengubah prinsipnya, niscaya mereka akan menemui jalan buntu.
  9. Dia adalah seorang lelaki yang mengatasi segala kedudukan. Dia melangkah dan melangkaui seluruh peringkat kedudukan manusia seluruhnya pada zamannya dan sesiapa pun tidak dapat mengatasinya bahkan sesiapa yang cuba mengatasinya tidak akan berjaya. Sesungguhnya Allah lah yang akan mengangkat kedudukannya di atas sekalian mereka dan menyembunyikannya daripada mereka. Yaitu mereka menyangka dia adalah seperti mereka sedangkan dia amat mulia disisi Tuhannya.
  10. Yang merendahkan dirinya bagi orang-orang mukmin dan meninggikan dirinya ka atas orang-orang kafir hingga mereka tidak mampu merendah-rendahkan dan menghinanya.
  11. Yang menjadikan rujukan manusia seluruhnya bagi menyelesaikan perselisihan pendapat di kalangan mereka terhadap perkra-perkara baru yang tidak dinyatakan penyelesaiannya di dalam Al Quran dan Hadist, serta pendapat ulama mujtahidin. Ini adalah karena dia adalah orang yang paling tinggi ilmunya dizamannya. Firman Allah taala
    surat:4 ayat:83
    "dan kalau mereka menyerahkan kepada Rasul dan ulil amri dikalangan mereka, tentulah orang-orang yang mengetahui kebenaran akan dapat mengetahuinya dari mereka yakni rasul dan ulil amri." [Surah An Nisa:83]. Ini juga karena Allah telah mengangkat kedudukan Rasulullah SAW dan mengilhamkan kepadanya ilmu hikmah dan kebenaran serta ketajaman kata-kata sebagai rahmat Tuhan terhadap hamba-hambaNya yang lain agar mereka tidak tersesat dan binasa.
  12. Yang merupakan khalifah yaitu wakil Allah dan RasulNya kepada hamba-hambaNya walaupun kekuatan lahiriah ketika itu di kalangan orang lain.
  13. Yang merupakan seorang wali kutub yang menjadi tempat tumpuan seluruh urusan agama dan tempat bergantung seluruh urusan rohaniah ummat Islam.
  14. Yang merupakan seorang Ghaus yang dengannya Allah memberi pertolongan kepada manusia sezamannya dari segala bencana dan malapetaka.
  15. Yang tunggal dikalangan ummatnya dan baginya orang-orangnya yang ramai yang menyampaikan pula apa-apa ilmu yang diajarkan Allah kepadanya. Begitulah juga segala apa yang diilhamkan Allah kepadanya mengenai kefahaman terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai memenuhi tuntutan serta keperluan manusia di zamannya untuk mengungkai segala masalah dan mensucikan jiwa mereka. Sayidina Ali k.w pernah berkata "Wahai Tuhan janganlah Engkau sunyikan dunia ini dari seorang yang menegakkan hujah Mu tidak kira samada zahir dan jelas mahupun secara batin dan tersembunyi agar dengan itu tidak terhapuslah hujah-hujahMu dan bukti-bukti kebenaran Mu".
  16. Sabda Rasulullah SAW "sesungguhnya Allah membangkitkan di setiap awal kurun bagi ummat ini seorang yang akan memperbaharui urusan agamanya" riwayat Abu Daud
  17. Sesungguhnya barang siapa mengenali lelaki ini dan mengikutinya serta menyerahkan jiwa raganya kepadanya maka sesungguhnya dia telah memperolehi kejayaan yang besar. Ini adalah karena dia yaitu lelaki itu telah memperlihatkan salinan peribadi Rasulullah SAW dalam seluruh tindak-tanduknya.
  18. Dia adalah sesempurna manusia dalam menyerupai Rasulullah SAW. Dan yang paling kuat tautan kasih sayang dengan baginda serta merupakan seagung-agung manusia dalam mengikuti pribadi Rasulullah SAW. Dia sentiasa berhubung secara rohani dengan Rasulullah dalam ketika jaganya dan tidurnya.
  19. Yang menjadi keinginan seluruh orang mukmin. Tumpuan orang-orang yang berbuat kebaikan dan harapan setiap orang yang suci dan murni hatinya. Setiap mereka mencari-carinya dan berusaha mendapatkannya. Ini mencontohi apa yang telah dilakukan oleh Nabi Allah Musa a.s dan mengikut apa yang di pesan oleh Rasulullah melalui sabdanya " tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina" . Ilmu yang dimaksudkan itu hanya boleh didapati pada orang alim yang beramal dengan ilmunya dan sempurna kepribadiannya. Yaitu ilmu mengenai iman dan ilmu membersihkan jiwa, serta ilmu yang menyampaikan kita kepada Allah.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Mintalah petunjuk dari orang yang berakal, niscaya kamu akan mendapat petunjuk dan janganlah mengingkarinya niscaya kamu akan menyesal". Orang yang berakal disini maksudnya ialah orang yang terpaut kepada Allah melalui tanda-tanda kebesaranNya. Dan orang yang terpaut kepada Rasulullah melalui wasiat-wasiatnya dan tunjuk ajarnya. Keperluan mendampingi yakni secara lahir lelaki ini bergantung kepada kadar yang diperlukan oleh seseorang itu. Dan tidak mesti mendampinginya sepanjang hayat.

Apabila ia kembali bertemu Allah wajiblah ke atas ummat Islam mendampingi orang-orangnya yang mewarisi ilmu-ilmunya, sifat-sifatnya dan amalan-amalannya. Dan hendaklah berlumba-lumba dengan berpegang teguh dengan perkara-perkara tadi dan dalam mengajarkannya kepada orang lain, sehinggalah Allah mendatangkan seorang hambaNya yang lain yang dipilih bagi menggantikan tempatnya.

=== sekian ===

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer