02 Nabi Ibrahim dan Ismail

Dari perkawinan nabi Ibrahim dan Hajar lahirlah Ismail. Segera setelah Ismail lahir, Nabi Ibrahim atas perintah ALLAH membawa Hajar dan bayi Ismail ke tempat di mana sejarah manusia bermula, yaitu Bait ALLAH yang pertama, di lembah Bakkah, jauh di selatan negeri mereka. Di situlah letak Rumah ALLAH yang pertama kali didirikan di muka bumi. Di situlah tempat seluruh nabi yang terdahulu mengerjakan ibadah haji mereka, termasuk Adam, Idris, Nuh, Hud, dan Shalih dengan berjalan atau mengendarai unta-unta mereka.

Nabi Ibrahim menjumpai tempat tersebut yang kering berbatu-batu dan panas. Di situlah ditinggalkannya anak dan istrinya dengan hanya berharap dan ergantung pada rahmat ALLAH, Tuhan yang Maha Pemelihara hamba-hamba-Nya. Maka pertolongan ALLAH pun turun melalui tendangan lemah bayi Ismail ehingga memancarlah mata air Zamzam yang hingga kini debit airnya mencukupi keperluan berjuta-juta orang. Hajar dan Ismail tetap tinggal di daerah tersebut.

Beberapa kali dalam setahun Nabi Ibrahim datang melihat keadaan anak istrinya. Ketika anaknya beranjak remaja, Nabi Ibrahim dan Ismail mendapat perintah ALLAH untuk membangun kembali Ka'bah sebagai rumah ALLAH. ALLAH memerintahkan malaikat turun untuk menunjukkan lokasi tepatnya di mana Bait ALLAH tersebut.

Di lembah Bakkah (yang kemudian jadi kota yang disebut Makkah) itu pulalah Nabi Ibrahim mendapat perintah ALLAH untuk menyembelih anaknya, Ismail. Kemudian, ALLAH dengan rahmat-Nya menggantikan Ismail yang akan disembelih itu dengan seekor domba untuk kurban Nabi Ibrahim pada Tuhannya. Ibadah Nabi Ibrahim ini dikekalkan ALLAH hingga kini.

Nabi Ismail beserta ibunya tetap tinggal di Makkah hingga kedatangan kabilah Jurhum (kabilah Arab kuno) ke daerah itu. Nabi Ismail berdakwah pada mereka dan menikahi perempuan dari kalangan Arab asli ini. Lahirlah anak keturunannya yang turun temurun menjadi penjaga Baitullah di Makkah.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer