Nabi Musa Kembali ke Tanah Suci (bagian 3)

Submitted by admin on Fri, 2009-01-23 14:49

Semasa di Mesir lebih dari 400 tahun, sebagian orang-orang Bani Israil telah terpengaruh penyembahan berhala yang dilakukan oleh orang Mesir. Bahkan sebagian mereka (Bani Israil) juga mempraktekkan sihir. Salah satu berhala bangsa Mesir yang utama berbentuk sapi. Karena itulah, mereka meminta Nabi Musa as. membuatkan untuk mereka berhala untuk disembah ketika melanjutkan perjalanan, setelah dibebaskan ALLAH dari cengkeraman Fir'aun. Nabi Musa as. mengecam keras perbuatan mereka itu. Baru saja melihat keajaiban besar berupa terbelahnya lautan, mereka sudah akan menyekutukan ALLAH. Sesungguhnya ini diperbuat oleh sebagian dari mereka yang memang telah terpengaruh paganisme Mesir.

Dalam perjalanan tersebut, ALLAH memanggil Nabi Musa ke Gunung Thursina untuk menerima wahyu langsung dari ALLAH. Nabi Musa digelari "Kalimullah", yaitu orang yang langsung diajak berbicara oleh ALLAH. Nabi Musa meminta Nabi Harun untuk menjaga Bani Israil, sementara beliau sendiri bersama sebagian ulama Bani Israil pergi mendaki Gunung Thursina. Ulama-ulama itu menunggu di lereng gunung, sementara Nabi Musa naik ke puncak yang diselimuti awan. Dari awan tersebut terdengar suara yang menggelegar dan suara terompet yang keras. Semua orang yang diajak Nabi Musa tunduk di kaki gunung itu. Di tengah awan itu ada sinar dari langit. Di bawah sinar itulah Nabi Musa menerima wahyu dari ALLAH yang berisi syariat-Nya untuk umat Nabi Musal. Nabi Musa berada di gunung tersebut selama 40 hari.

Ketika Nabi Musa sedang menerima wahyu itulah Bani Israil membuat sebuah patung anak sapi dari emas. Mereka berbuat itu karena ajakan seseorang yang disebut Samiri. Samiri membujuk mereka untuk membuat patung itu. Setelah jadi, Samiri memasukkan segumpal tanah bekas tapak kaki kuda Malaikat Jibril yang disimpannya sehingga patung tersebut bisa mengeluarkan suara. Setelah itu Samiri mengajak semua orang menyembah patung itu dan mengatakan pada mereka bahwa Nabi Musa lupa, sebenarnya sapi itulah tuhan mereka semua. Para ahli tafsir berpendapat bahwa yang digelari Samiri inilah Dajjal laknatullah yang akan muncul kembali di akhir zaman. Nabi Harun yang melihat peristiwa tersebut mencoba mencegah mereka, tetapi mereka malah mengancam akan membunuh Nabi Harun. Beliau pun tidak dapat berbuat apa-apa selain menunggu kedatangan Nabi Musa.

Setelah 40 hari, Nabi Musa turun sambil membawa lembaran-lembaran Taurat. Begitu melihat Bani Israil telah beralih menjadi penyembah berhala, Nabi Musa amat marah hingga membanting lembaran Taurat yang dibawanya. Kemudian beliau menarik rambut Nabi Harun. Tetapi Nabi Harun mengatakan bahwa beliau telah mencoba mengingatkan, tetapi sebagian Bani Israil tetap menyembah berhala bahkan mereka hampir membunuh Nabi Harun. Nabi Musa memanggil Samiri dan menanyainya. Samiri hanya menjawab bahwa ia mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain, dan bahwa dia telah mengambil segenggam jejak rasul (yang dimaksud jejak kuda Jibril as.) lalu dilemparkan ke patung tersebut. Nabi Musa kemudian mengusir Samiri sambil menjanjikan kelak ada waktunya hukuman Tuhan akan menimpanya. Kemudian Nabi Musa menghancurkan berhala tersebut, membakarnya dan menyebar abunya ke laut.

Orang-orang Bani Israil yang menyembah patung tersebut bertaubat. Kemudian turun wahyu dari ALLAH mereka harus membunuh dirinya sebagai syarat diterimanya taubat mereka. Sebagian ahli tafsir menafsirkan bahwa yang tidak ikut penyembahan berhala itu harus membunuh para penyembah berhala. Setelah para penyembah berhala dihabiskan, Bani Israil melanjutkan perjalan ke Baitul Maqdis.

Sesampainya di Baitul Maqdis, mereka menemukan bahwa tanah yang dijanjikan itu dikuasai oleh suku-suku Hitsan, Fazar dan Kan'an yang menyembah berhala. Orang-orang yang mendiami daerah Baitul Maqdis ini memiliki tubuh yang besar dan kuat. Turun wahyu dari ALLAH pada Nabi Musa agar beliau bersama Bani Israil menyerbu kota tersebut dan menguasainya. Tuhan telah menjanjikan kemenangan pada Bani Israil atas tanah yang dijanjikan itu. Selain Nabi Musa orang-orang shalih di antara mereka juga mengingatkan, yaitu Yusya' bin Nun (Joshua) dan Kalib bin Yaufana.Tetapi orang-orang Bani Israil menolak. Tapi Bani Israil tetap degil. Bahkan mereka mengatakan perkataan yang masyhur, "Kau saja, Musa, yang berperang berdua dengan Tuhan-Mu. Kami akan menunggu di sini." Sungguh luar biasa kata-kata ini sehingga Nabi Musa dan Nabi Harun langsung sujud memohon perlindungan Tuhan sedang Yusya' dan Kalib dengan sedih merobek baju mereka sebagai tanda dukacita.

ALLAH marah atas perbuatan Bani Israil pada Diri-Nya dan rasul-Nya. Maka Dia menyesatkan Bani Israil di Padang Tih (gurun pasir Sinai) selama 40 tahun. Walhal sebelum itu Baitul Maqdis yang dijanjikan sudah berada di depan mata. Maka Bani Israil pun mengembara di padang pasir yang panas selama 40 tahun. Nasib baik, di antara mereka masih ada rasul-rasul dan orang-orang shalih. Selama masa pengembaraan inilah banyak terjadi peristiwa berkaitan dengan Bani Israil yang dimuat dalam Al Quran dan hadis.

Add new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack