Nabi Musa Kembali ke Tanah Suci (bagian 2)

Setelah ahli-ahli sihirnya dikalahkan, Fir'aun bukannya sadar, malah kesombongannya makin menjadi. Bahkan dia meminta menterinya, Haman, untuk membangun satu bangunan pencakar langit dan dia akan naik ke atasnya untuk mencari Tuhannya Musa. Karena itu ALLAH melalui mukjizat Nabi Musa menurunkan bermacam-macam peringatan agar Fir'aun dan pengikut-pengikutnya mau menyembah ALLAH dan taat pada Nabi Musa as.

Pertama ALLAH menurunkan taufan yang merusak segala tanaman dan buah-buahan orang-orang Mesir. Kemudian orang-orang Mesir meminta Nabi Musa berdoa agar azab itu diangkat dan mereka berjanji akan menyembah ALLAH saja. Nabi Musa berdoa, kemudian taufan itu pergi. Tetapi penduduk Mesir tetap pada dewa-dewa sembahannya. Kemudian ALLAH menurunkan belalang. Orang-orang Mesir sangat menderita dengan hama ini. Mereka menghadap Nabi Musa kembali dan minta Nabi Musa berdoa dan mereka berjanji menyembah ALLAH. Setelah hama belalang diangkat ALLAH, mereka tetap kafir seperti sediakala. Demikian berturut-turut ALLAH mengutus kutu, katak dan darah untuk mengazab mereka. Tapi Fir'aun dan orang-orang Mesir pengikutnya tetap kafir. Padahal azab ALLAH itu sangat membuat mereka menderita. Ketika ALLAH utus katak, bukan main banyaknya katak di mana-mana. Kemana pun mereka pergi, pasti ada katak. Kalau mereka hendak makan, pasti ada katak di sela makanannya. Katak terselip di lemari pakaian, di tempat tidur, kamar mandi di jalan-jalan, di mana-mana. Akhirnya ALLAH memerintahkan Nabi Musa keluar dari Mesir dengan membawa seluruh warga Bani Israil bersamanya, kembali ke tanah yang dijanjikan untuk mereka di Kan'an.

Maka Nabi Musa, Nabi Harun as. dan seluruh warga Bani Israil ditambah satu dua orang Mesir yang beriman pada Nabi Musa bergerak malam hari menuju Kan'an. Ketika tahu perkampungan Bani Israil kosong dan mereka pergi dengan membawa semua hartanya, Fir'aun murka dan mengumpulkan tentara dari seluruh penjuru Mesir untuk mengejar mereka. Rombongan besar Bani Israil yang dipimpin Nabi Musa itu mendekati pantai laut merah ketika mereka menyadari Fir'aun dan pasukannya telah terlihat di belakang mereka. Ada yang mengatakan tentara Fir'aun lebih dari satu juta orang sementara Bani Israil termasuk wanita dan anak-anak sekitar 600 ribu orang. Bani Israil yang terjepit mulai ketakutan. Mereka mulai mengeluh pada Nabi Musa. Tapi Nabi Musa tetap yakin bahwa pertolongan ALLAH sudah dekat.

Pada saatnya, ALLAH mewahyukan pada Nabi Musa agar beliau memukulkan tongkatnya ke air. Tiba-tiba terjadi hal yang sangat luar biasa. Lautan membelah dengan belahan-belahan sebesar gunung dan menciptakan 12 lorong bagi Bani Israil untuk menyeberang. Tiap-tiap suku memiliki jalannya sendiri. ALLAH juga memerintahkan angin bertiup agar dasar laut menjadi kering dan bisa dilalui dengan mudah.

Nabi Musa dan seluruh pengikutnya segera menyeberang. Fir'aun dan tentaranya diam terpaku, menganga melihat mukjizat besar itu. Hal seperti itu belum pernah ada diceritakan dalam legenda-legenda mereka. Fir'aun pun sebagai seorang yang sangat waspada awalnya tidak mau bergerak mendekat ke laut. Setelah seluruh Bani Israil menyeberang, ALLAH mengutus Malaikat Jibril berwujud penunggang seekor kuda betina, mendekati posisi Fir'aun. Kuda Fir'aun, seekor kuda jantan terbaik di Mesir terpancing. Kuda itu berahi melihat kuda betina Malaikat Jibril. Malaikat Jibril memacu kudanya masuk ke laut yang sedang terbelah. Kuda Fir'aun pun ikut masuk. Bala tentara Fir'aun yang melihat kejadian tersebut langsung menyerbu mengikuti Fir'aun. Ketika mereka semua sudah masuk, ALLAH memerintahkan Nabi Musa memukulkan kembali tongkatnya ke laut dan laut itu pun menutup kembali, menenggelamkan Fir'aun dan seluruh tentaranya. Setelah mati, jenazah Fir'aun diangkat kembali oleh ALLAH dan didamparkan di pantai, kemudian ditemukan oleh orang-orang Mesir yang menyusulnya. Selamatnya Bani Israil dan tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya ini terjadi pada hari Asyura, 10 Muharram. Bani Israil pun memulai hari barunya tanpa kezaliman Fir'aun di bawah pimpinan Nabi Musa as.

Setelah berjalan kembali, mereka bertemu dengan suatu kaum yang menjadikan patung berhala sebagai sembahannya. Maka orang-orang Bani Israil pun menghadap Nabi Musa seraya meminta Nabi Musa membuatkan "tuhan" (berhala) untuk mereka sembah. Padahal mereka baru saja terlepas dari Fir'aun berkat pertolongan ALLAH. Nabi Musa tetap bersabar dan hanya mengatakan mereka itu orang yang tidak mengetahui sifat-sifat Tuhan. Nabi Musa mengingatkan mereka atas pertolongan ALLAH yang baru saja mereka dapatkan.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer