warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

Kelahiran Rabiah Al Adawiyah



Pada malam Rabi'ah dilahirkan ke atas dunia, tidak ada sesuatu barang berharga yang dapat ditemukan di dalam rumah orang tuanya, karena ayahnya adalah seorang yang sangat miskin. Si ayah bahkan tidak mempunyai minyak barang setetes pun untuk pemoles pusar puterinya itu. Mereka tidak mempunyai lampu dan tidak mempunyai kain untuk menyelimuti Rabi'ah. Si ayah telah memperoleh tiga orang puteri dan Rabi'ah adalah puterinya yang keempat. Itulah sebabnya mengapa ia dinamakan Rabi'ah.

"Pergilah kepada tetangga kita si anu dan mintalah sedikit minyak sehingga aku dapat menyalakan lampu" isterinya berkata kepadanya.

Tetapi si suami telah bersumpah bahwa ia tidak akan meminta sesuatu jua pun dari manusia lain. Maka pergilah ia, pura-pura menyentuhkan tangannya ke pintu rumah tetangga tersebut lalu kembali lagi ke rumahnya.

"Mereka tidak mau membukakan pintu" ia melaporkannya kepada isterinya sesampainya di rumah.

Isterinya yang malang menangis sedih. Dalam keadaan yang serba memprihatinkan itu si suami hanya dapat menekurkan kepala ke atas lutut dan terlena. Di dalam tidurnya ia bermimpi melihat Nabi.

Nabi membujuknya: "Janganlah engkau bersedih, karena bayi perempuan yang baru dilahirkan itu adalah ratu kaum wanita dan akan menjadi penengah bagi 70 ribu orang di antara kaumku". Kemudian Nabi meneruskan; "Besok, pergilah engkau menghadap 'Isa az-Zadan, Gubernur Bashrah. Di atas sehelai kertas, tuliskan kata-kata berikut ini: 'Setiap malam engkau mengirirnkan shalawat seratus kali kepadaku, dan setiap malam Jum'at empat ratus kali. Kemarin adalah malam Jum'at tetapi engkau lupa melakukannya. Sebagai penebus kelalaianmu itu berikanlah kepada orang ini empat ratus dinar yang telah engkau peroleh secara halal'".

Ketika terjaga dari tidurnya, ayah Rabi'ah mengucurkan air mata. la pun bangkit dan menulis seperti yang telah dipesankan Nabi kepadanya dan mengirimkannya kepada gubernur melalui pengurus rumahtangga istana.

"Berikanlah dua ribu dinar kepada orang-orang miskin", gubernur memberikan perintah setelah membaca surat tersebut, "sebagai tanda syukur karena Nabi masih ingat kepadaku. Kemudian berikan empat ratus dinar kepada si syaikh dan katakan kepadanya: 'Aku harap engkau datang kepadaku sehingga aku dapat melihat wajahmu. Namun tidaklah pantas bagi seorang seperti kamu untuk datang menghadapku. Lebih baik seandainya akulah yang datang dan menyeka pintu rumahmu dengan janggutku ini. Walaupun demikian, demi Allah, aku bermohon kepadamu, apa pun yang engkau butuhkan katakanlah kepadaku' ".

Ayah Rabi'ah menerima uang emas tersebut dan membeli sesuatu yang dirasa perlu.

Artikel ini adalah bagian dari buku Tazkiratul Aulia karangan Fariduddin Al Attar

'Ajib

Wah, 'ajib lah membaca tulisan itu. Saya juga pernah mendengar kisah-kisah tentang keistimewaan Siti Rabi'ah Al Adawiyah ini. Suatu ketika saat rumahnya ditinggal olehnya datanglah seorang yang hendak mencuri barang-barang di rumahnya. Setelah pencuri itu telah mengemas seluruh barang curiannya dalam sebuntel kain, tiba-tiba dia merasa bingung kareng dia tidak menemukan pintu untuk keluar. Sesaat setelah itu terdengarlah suara yang tidak tahu darimana asalnya yang tidak lain adalah suara Siti Rabi'ah Al Adawiyah.
"Jika kamu hendak keluar, turunkanlah barang-barang yang hendak kau curi"
Kurang lebih terdengar seperti itulah suaranya. Dan ketika pencuri itu menurunkan barang-barang curiannya terlihatlah pintu keluar dari rumah tersebut. Akan tetapi, yang namanya pencuri ya pencuri, dia langsung mengambil barang curian yang telah dibuntelnya dan hendak keluar menuju pintu yang akhirnya dia temukan. Dan sesaat setelah itu kejadian seperti sebelumnya suara itu terdengar kembali dan perintahnya pun sama dengan perintah sebelumnya. Begitulah kurang lebih tiga suara itu terdengar dan akhirnya si pencuri itu berhasil keluar dari rumah Siti Rabi'ah Al Adawiyah tanpa membawa apapun.

Sungguh 'ajib karomah yang dimiliki oleh beliau. Semoga arwah beliau senantiasa berada dalam Rohmat Allah. Amin..

tentang rabiah al adawiyah

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer