warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

2.1.2 Definisi Wali






Definisi Wali



Siapakah wali itu? Ada dua penjelasan tentang makna wali.

Pertama, kata al-wali merupakan bentuk superlatif dari subyek (fa'il), seperti kata al-'alim bermakna yang sangat alim dan kata al-qadir bermakna yang sangat berkuasa. Maka kata al-wali bermakna orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah tanpa tercederai oleh kemaksiatan atau memberi kesempatan pada dirinya untuk berbuat maksiat.

Kedua, kata al-wali merupakan subjek bermakna objek, seperti kata al-qatil bermakna yang terbunuh dan al-jarih bermakna yang terluka. Maka kata al-wali bermakna orang yang dijaga dan dilindungi oleh Allah Swt, dijaga terus-menerus dari berbagai macam maksiat dan selamanya mendapat pertolongan Allah untuk selalu berbuat taat.

Perlu diketahui bahwa kata al-wali diambil dari firman Allah Swt,:

  • "Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang beriman" (QS Al-Baqarah [2]: 257).
  • "Dan dia melindungi (yatawalla) orang-orang yang saleh "(QS Al-A'raf [7]: 196).
  • "Engkaulah Penolong kami (maulana), maka tolonglah kami dari kaum yang kafir "(QS Al-Baqarah [2]: 286).
  • "Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung (maula) orang-orang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung" (QS Muhammad [47]: 11).
  • "Dan firman-Nya, Sesungguhnya penolong kamu (waliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya" (QS Al-Maidah [5]: 55)

Menurut saya, ditinjau dari segi etimologis, al-wali berarti yang dekat. Ketika seorang hamba dekat kepada Allah karena ketaatan dan keikhlasannya, maka Allah akan senantiasa dekat kepadanya, dengan limpahan rahmat, keutamaan, dan kebaikan, hingga mencapai jenjang al-wilayah (kewalian).

Artikel ini adalah bagian dari buku Kisah Karomah Wali Allah karangan Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer