Karomah, peristiwa ajaib pada orang soleh

Peristiwa ajaib dapat terjadi pada Nabi , Rasul, maupun juga orang selain Nabi dan Rasul. Pada Nabi/Rasul, keajaiban ini disebut sebagai mukjizat. Pada orang selain Nabi/Rasul, keajaiban ini disebut sebagai karamah/keramat.

Mukjizat para nabi sudah banyak disebutkan dalam Al Quran, meyakini hal ini juga termasuk bagian dari aqidah / keyakinan umat Islam. Namun demikian, karamah orang-orang soleh sangat jarang diajarkan kepada umat Islam, malah sebagian menganggap hal ini sebagai tahayul yang musti diberantas.

Dalam Al Quran disebutkan beberapa keajaiban manusia soleh yang bukan Nabi maupun Rasul di zaman sebelum kedatangan Rasulullah:

  1. QS An Naml 40 Dalam surat ini disebutkan seorang pengikut nabi Sulaiman yang bertaqwa, sanggup membawa singgasana Balqis lebih cepat daripada jin Ifrit. Menurut informasi dari hadis disebutkan bahwa orang ini bernama Asif Barkhiya.
  2. QS Ali Imran 37 : Dalam surat ini disebutkan Maryam ibu dari Nabi Isa a.s memperoleh makanan secara ajaib (karamaha).
  3. QS Al Baqarah 250: Dalam surat ini disebutkan bahwa Thalut seorang pemimpin yang ditunjuk melalui wahyu, namun dia bukanlah seorang Nabi. Thalut dan jemaahnya sanggup mengalahkan Jalut yang kekuatannya lebih besar dengan keajaiban.

Ayat-ayat ini sekaligus hujjah adanya karamah yang berlaku pada para wali ALLAH. Keajaiban ini bukan termasuk sihir, karena keajaiban berupa sihir hanya berlaku pada orang kafir.

Keajaiban yang terjadi pada manusia yang bukan rasul ataupun nabi juga disebutkan dalam Hadis , di antaranya adalah:

  1. (Kisah 3 orang yang terjebak dalam gua, Riwayat Bukhari)
  2. (Kisah bayi yang berbicara ketika Juraij terkena fitnah)

Keajaiban ini juga terjadi sesudah zaman Rasulullah, yaitu terjadi pada kalangan sahabat. Silakan baca buku Jami'u Karamatil Auliya karangan Syekh Yusuf an Nabhani . Sebagian kisah para sahabat tersebut dapat dibaca di juga di link berikut ini

betu betul betul

betu betul betul

revo313

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer