Tujuh Jenis Umat Islam

Kedatangan Rasulullah SAW adalah Rasul yang akhir, itu agama Tuhan yang paling sempurna, paling global, agama untuk semua etnik, semua kaum, semua bangsa. Walaupun begitu ketika zaman sudah jauh, masa sudah beredar,
keadaan sudah berubah, maka agama yang sudah ditinggalkan Rasulullah SAW pada umatnya 1,500 tahun, mungkin agama ini sudah cacat. Dicacatkan oleh cinta dunia, dicacatkan oleh kejahilan, dicacatkan oleh setengah faham setengah tidak faham, dicacatkan oleh mazhab yang datang kemudian. Maka kalau kita kategorikan umat Islam hari ini, entah ada berapa banyak kategori.

Jenis 1: ada yang mengaku Islam atas dasar keturunan. Dia sendiri tak tahu dia Islam atau tidak.

Jenis 2: Tinggal akidah saja yang Islam. Akidah betul, mengenal Tuhan betul, tapi tak ada syariat lagi hingga sembahyang pun tak dia buat. Dia masih orang Islam, tapi masuk Nerakanya sangat lama.

Jenis 3: Akidahnya betul, mengenal Tuhan betul, tapi syariat yang diambil hanya di bidang ibadah saja. Ekonomi, pendidikan, perhubungan, semua tak ikut syariat. Nikah & kawin tak ikut syariat islam. Tinggal ibadah saja. Ini termasuk orang islam yang zalim atau fasik

Jenis 4: umat Islam yang akidahnya betul, syariatnya selain ibadah dan juga berlaku syariat dalam kehidupan. Tapi ia tidak memikirkan apakah syariat itu dibuat dalam keadaan riya (pamer), sombong dan hal-hal rohaniah, yang penting secara lahir dia buat syariat tersebut. Makan minum, pergaulan, sembahyang puasa dia jaga. Tapi dia tak fikir apakah dia riya, apakah karena Tuhan, apakah karena orang. Ini termasuk orang fasik, tapi tak setebal fasik yang tadi (jenis 3).

Jenis 5: Orang Islam yang akidahnya betul dan menjalankan syariat, baik di bidang ibadah, ataupun di bidang kehidupan, cuma dia khusyuk, dia takut Tuhan, hanya di waktu ibadah saja. Di luar sembahyang, di luar ibadah, tak ada rasa takut dengan Tuhan, tidak merasa bertuhan. Kita anggap mereka ini orang soleh, tetapi mereka belum bertaqwa.

Yang ke-6. Orang yang dapat menghayati Tuhan di waktu ibadah, takut dengan Tuhan di dalam dan di luar ibadah, tapi dalam pada itu ada lalainya, ada lupa dengan Tuhan, sekali-sekali saja dalam kehidupan dia lalai dengan Tuhan. Itulah orang bertaqwa.

Yang ke-7, Orang lahir dan batinnya dengan Tuhan, dalam keadaan ibadah atau tidak ibadah hatinya selalu dengan Tuhan. Lahir dan batin sama. Lahir menggambarkan batin, batin menggambarkan lahir. Itu orang yang siddiqin. Mereka dari kalangan Rasul-rasul, Nabi-nabi atau wali-wali besar.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer