Suami yang tidak peduli

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb...
saya sudah menikah selama 4 tahun, tapi kenapa dari dulu sampai skrang suami saya tidak pernah memperkenalkan atau pas idul fitri sprti ini dia tidak pernah mengajak saya pergi kerumah temannya? dia sllu pergi sndri, jika ditanya dia sllu beralasan, kasihan si kecil nnt kecapean... dan dia sulit sekali menjaga pandanganx dari akhwat lain.... pdahal saya sudah berusaha sebaik mungkin berdandan dan mngikuti pakaian akhwat diluar sana agar pandanganx bisa lebih terjaga... tapi masih saja dia sperti itu... saya sebagai istri sangat sedih ustadz dengan sikap suami saya.. saya pernah mengatakan baik2 padax.. lalu dia minta maaf, tapi hal itu terulang lagi... sebagai seorang istri saya harus bagaimana ustadz? ingin rasax saya pergi darix.. tapi mengingat anak2 saya, saya urungkan... mohon jawabanya y ustadz..

jazakallah sebelumx..

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb. Hidup ini sesungguhnya penuh dengan pesan-pesan dari Allah SWT, Tuhan yang Maha Mengetahui, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang tidak mungkin mendzalimi hamba-hamba-Nya yang sangat dicintai-Nya. Allah sangat mencintai semua hamba-hamba-Nya dan mengharapkan hamba-hamba-Nya memahami cinta-Nya yang Maha Agung itu untuk selanjutnya hamba-hamba ini membalas cinta-Nya itu dengan senantiasa merasakan kehadiran-Nya, senantiasa mengingat-Nya dan mengisi hidup ini dengan pengabdian penuh pada-Nya. Ujian yang Ibu alami adalah suatu keniscayaan dalam hidup ini. Semua orang pasti diuji dalam bentuk ini ataupun bentuk ujian yang lain. Maka sebaik-baik sikap kita pada Allah SWT dalam merespons ujian dari-Nya ini adalah menganggapnya sebagai kasih sayang dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang ini. Dengan ujian ini Allah ingin ingatkan pada kita bahwa Dia ada dan sentiasa hadir untuk kita mengadukan masalah hidup kita pada-Nya. Kalau kita mau mengambil hikmah dari ujian ini. Sebetulnya ada pesan dari ujian Ibu ini untuk kita semua. Ibu merasa suami Ibu yang Ibu sayangi ini mengkhianati Ibu. Seperti ada hal atau orang lain yang lebih menarik perhatiannya. Dan dia menyembunyikannya dari Ibu. Mari kita ingat Allah SWT, Tuhan kita yang telah memberikan kita segala-galanya. Semua yg ada pada kita adalah pemberian-Nya. Dia menghidupkan kita, karunia yang wajib kita syukuri. Dia pula memberikan panduan-panduan, bagaimana menjalani hidup ini dengan selamat. Jika kita ikuti panduan-panduan-Nya, Dia juga sudah menyediakan sebesar-besar hadiah bagi makhluk ciptaan Tuhan, yaitu syurga-Nya dan perjumpaan dengan-Nya. Betapa maha baiknya Tuhan kita ini. Tapi apa yang kita lakukan dalam hidup ini? Kita selalu menomor duakan Dia, bahkan menomor sekiankan Dia. Hal-hal yang kita anggap penting dalam hidup kita, bukanlah hal-hal yang Allah anggap penting untuk kita kerjakan. Hal-hal yang kita kejar-kejar dalam hidup ini, bukan juga hal-hal yang Allah perintahkan kita untuk mengejarnya.
 
Orang-orang yang kita jadikan kawan, bukan juga orang-orang yang Allah cintai. Bahkan diantara kawan-kawan yang kita akrab bergaul dengannya itu melakukan hal-hal yang Allah benci. Pernahkah kita memikirkan apa pandangan Allah atas perilaku kita itu? Kalau jawabannya tidak pernah. Mengapa kita mengharapkan suami kita memikirkan perasaan kita? Mengapa kita mengharapkan suami kita memikirkan dan merasakan harapan2 kita?

Allah lah kuasa yang menggenggam hati-hati manusia, termasuk hati suami Ibu. Mengapa kita harapkan suami kita melebihi kita mengharapkan kasih sayang-Nya?

Kalau Ibu mengejar Tuhan, mendekat pada-Nya, insyaAllah Ibu akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga dari suami Ibu, dan akhirnya Ibu juga akan mendapatkan suami Ibu kembali. Ruh akan terpaut dengan ruh. Jika ruh Ibu bercahaya karena kedekatan Ibu dengan Tuhan Maha Pencipta, maka ruh suami Ibu akan merasakannya dan mengidamkan ruh yang bercahaya ini. Sekian. Wallahua'lam.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer