Saad bin Abi Waqqash Kekasih Nabi Ibrahim

 

Husain bin Kharijah al-Asyja'i berkata, "Ketika peperangan terjadi antar sahabat Nabi, seperti Perang Shiffin dan Perang Jamal, aku merasa tidak tenang. Aku pun berdoa kepada Allah untuk menunjukkan kepadaku sebuah kebenaran yang bisa aku ikuti. Dan aku bermimpi seakan Kiamat telah tiba. Seolah-olah ada dinding pemisah antara diriku dan mereka. Aku membatin, Andai aku bisa merobohkan dinding ini, niscaya aku dapat bertemu dengan mereka.'"

Aku kemudian merobohkan dinding itu dan kulihat ada orang-orang yang mengenakan pakaian yang serba putih. Aku berkata kepada mereka, Apakah kalian para malaikat?'

Mereka menjawab, 'Bukan; kami adalah para syuhada.'

Aku terus menaiki tingkatan-tingkatan dinding itu, dan aku menemukan tingkatan yang sangat bagus. Di tingkatan yang paling bagus itu, kulihat ada Nabi Muhammad saw. dan Nabi Ibrahim. Lalu Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Muhammad, Apakah engkau tidak melihat apa yang dilakukan oleh umatmu? Mereka membunuh imam (pemimpin) mereka sendiri.(3) Tidakkah mereka melakukan perbuatan seperti perbuatan yang dilakukan oleh kekasihku, Sa'ad bin Abi Waqqash?'

Aku berkata kepada diriku sendiri, Aku harus menemui Sa'ad untuk memberitahukan hal ini.' Aku pun menemui Sa'ad dan menceritakan hal itu. Sa'ad senang sekali mendengar cerita mimpiku lalu berkata, 'Sungguh rugi orang yang tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya.'"

(3) Maksudnya adalah Utsman bin Affan

 

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer