Pemimpin Para Orator

Pada hari Jumat, Abu Yahya bin Nabatah berpidato tentang mimpi. Pada malam harinya, ia memimpikan Rasulullah saw. dan para sahabat beliau di antara kuburan-kuburan. Ketika ia menghampiri Rasulullah, beliau berkata, "Selamai datang, wahai pemimpin para orator."

Lalu beliau melihat ke kuburan dan berkata, "Apa yang bisa kamu katakan (tentang itu) wahai orator?"

Abu Yahya lalu berkata, "Mereka seakan tidak memiliki mata, kehidupan tidak bersama mereka lagi. Mereka dimatikan oleh Zat yang telah menghidupkan mereka, dibisukan oleh Zat yang telah memberikan mereka kata-kata, dan kelak mereka akan dihidupkan kembali seperti dulu mereka pernah diciptakan, dan mereka akan dikumpulkan sebagaimana mereka pernah dipisahkan."
Ibnu Nabatah melanjutkan pidatonya hingga ia menyitir ayat, "...agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia....." (al-Baqarah [2]:143) sambil menunjuk ke arah para sahabat, dan melanjutkan ayat yang ia baca, "...dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu...." (al-Baqarah [2]:143) sambil menunjuk ke arah Rasulullah saw.
Rasulullah berkata, "Bagus, bagus, kemarilah, kemarilah..."
Rasulullah mencium keningnya dan memberkati (meludahi) mulutnya. Beliau berkata, "Semoga Allah memberikan taufik kepadamu."
Ibnu Nabatah terjaga. Ia sangat bahagia. Ada cahaya cemerlang di wajahnya. Pascamimpi itu, ia hanya bertahan hidup selama delapan belas hari. Ia tidak lagi mau makan karena ludah yang diberikan Rasulullah kepadanya. Dari mulutnya keluar wangi kasturi hingga ia meninggal.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer