Mengukir Takdir Bagian 2

Akal itu mekanisme kerja dan kemampuannya sama saja. Dia hanya alat.
Sifatnya netral, baik buruk hasil kerjanya bergantung tuannya. Hati kah
yang menjadi tuannya ataukah nafsunya. Hati cenderung menghamba pada
Tuhannya, nafsu cenderung membangkang pada Tuhannya. Nafsu yang sudah
digebukin (sudah melalui proses mujahadah) bisa tunduk pada hati dan
bekerja untuk hati (memberi rasa semangat dan rasa bergairah dalam
bekerja).

Cuma ada akal yang beriman, ada akal yang belum beriman.
Akal yang beriman sudah efektif berada di atas jalan menuju Tuhannya.
Sementara akal yang belum beriman, dia ada yang berjalan menjauh dari
Tuhannya, atau jalan ditempat, atau kadang maju kadang mundur bingung nggak
keruan.

Yang dilakukan kedua jenis akal ini sih sama aja, sama-sama ngaku 'belajar
agama', sama-sama membangun jalan, jembatan, mobil, kereta api, sarana
komunikasi, belajar fisika, kimia, bikin macam-2 produk, dll.

-Indratmoko-

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer