Manusia Paling Cerdik Dan Pendidikannya

"Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat."

( Riwayat Ibnu Majah dan Abiddunya )

Coba kita pikirkan dan renungnya baik-baik hadist ini.

Rasulullah SAW menceritakan tentang suatu jenis kecerdikan yang aneh, dimana kecerdikan seseorang itu (menurut Allah dan Rasul) diukur dari sejauh mana seseorang itu ingat mati. Ucapan seperti ini, kalau diucapkan di zaman sekarang oleh pemimpin-pemimpin dunia biasa, insya Allah masuk guiness book of record. Sebab ucapan ini terlalu aneh. Hanya saja karena yang mengucapkan ini adalah seorang Nabi pada 1400 tahun yanglalu, maka kebanyakan orang memilih untuk setuju saja, walaupun itu tidak menjadi pemikirannya dan prioritas hidupnya.

Coba kita pikir baik-baik sekarang. walaupun sebagian kita dengar hadist ini, dan tidak pernah ada yang menyangkal dengan mengatakan hadist ini dhaif apalagi maudhu, sampai hari ini kita masih berpikir bahwa orang cerdik itu berpendidikan tinggi, PhD, single author, dll. Padahal inilah ajaran Nabi Muhammad, yaitu kalau hendak membuat seseorang itu menjadi secerdik-cerdik manusia, maka jadikan lah dia banyak-banyak mengingati kematian.

Jadi konsekuensi logisnya begini, misalnya Departemen Pendidikan Republik Indonesia berniat ingin mendidik bangsa indonesia menjadi bangsa yang paling cerdik, maka Nabi Muhammad SAW punya resepnya, yaitu jadikanlah seluruh Rakyat indonesia ini semuanya sejak kecil, ingat dengan mati. Mengingati kematian mesti menjadi dasar sistem pendidikan kita.

Atau misalnya, kalau lah ada Partai Islam yang menang dan memegang kekuasaan, hal ini yang mesti dijadikan prioritas. Mendiknas, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum, dll semuanya mesti orang yang ingat mati, dan memastikan semua orang mengingati kematian. Supaya dengan demikian lahirlah secerdik cerdik manusia.

Sekarang coba pikir lagi, sistem pendidikan mana di dunia sekarang ini, yang dasarnya ialah ingat mati? Siapakah yang mengerti caranya membuat suatu sistem pendidikan yang dapat melahirkan orang-orang yang hatinya selalu ingat mati?

Coba kita tanya, kapada kalangan pendidik, atau tanya kalangan ulama, coba tolong anda lahirkan secerdik-cerdik manusia, Insya Allah dia ngga akan ngerti cara membuatnya, sebab dia sendiri pun tak mampu, dia sendiri selalu bergelut dengan setan yang senantiasa berhasil membuat dia lupa mati.

Orang nggak mengerti cara membuat ini walaupun dia hafal quran hadist.

Jadi, rupa-rupanya, pelaksanaan hadist dan quran itu, ditentukan oleh faktor adanya org yangg ruhnya mampu menjadi guru kepada ruh murid-muridnya, sehingga mereka mampu menjadi secerdik-cerdik manusia.

-=adnan=-

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer