Kisah Ke-93: Ia Memberiku Seratus Dirham

Penults buku at-Tuhfah al-Lathifah fi Tarikh al-Madinah asy-Syarifah (Selayang Pandang Sejarah Kota Madinah) berkata, "Ada sebuah surat dari kota Mekah kepada al-Mugitzi yang memerintahkannya untuk memberi Zubair bin All bin Sayyidil Kull sebanyak 100 dirham. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perihal surat itu.
Al-Mugitsi hanya memiliki separuh dari seratus dirham. Lalu ia mengirimkannya kepada Ibnu Sayyidil Kull melalui Jamal al-Mathari. Jamal al-Mathari adalah seorang yang sangat senang membantu orang-orang saleh. Ketika Jamal datang kepada Sayyidil Kull dengan lima puluh dirham, Sayyidil Kull berkata, 'Masih ada separuh yang tersisa.' Dan ia mengembalikan uang itu.
Jamal kembali kepada al-Mughitsi dan menceritakan apa yang terjadi. Kata al-Mughitsi, 'Syekh itu benar. Seharusnya memang seratus, tapi aku tidak memiliki uang lagi. Aku hanya ingin segera memberikannya, agar ia segera dapat menggunakannya, dan berita gembira ini cepat sampai.'
Jamal kembali kepada Sayyidil Kull dan memberitahukan alasan itu.
Kata Sayyidil Kull, 'Bukankah aku sudah katakan kepadamu?'
'Lalu dari mana engkau tahu?' tanya Jamal.
Kata Syekh Sayyidul Kull, Aku memimpikan Rasulullah saw. dan aku menceritakan keadaan dan kemiskinanku. Beliau memberikan kepadaku seratus dirham. Ketika kamu memberikan aku lima puluh dirham, aku tahu bahwa mimpi itu benar adanya. Karena itu, aku meminta sisanya. Jangan kausalahkahkan aku!'

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer