Kisah Ke-89: Kembali ke Jalan Allah

Basyar al-Hafi r.a. berkata, "Aku menemui Akbar al-Kurdi dan kukatakan, 'Apa yang menyebabkan kamu kembali ke jalan Allah?
Kata dia, 'Di salah satu tempat ketika aku menjadi perampok jalanan, ada tiga buah pohon kurma, satu di antaranya tidak berbuah. Ada seekor pipit yang memindahkan butir-butir kurma dari pohon yang berbuah ke pohon yang tidak berbuah. Aku menghitungnya; sepuluh kali ia membawa butir-butir itu.
Terpikir olehku, 'Aku harus berdiri dan melihatnya.' Aku bangkit dan ternyata di pohon yang tidak berbuah itu ada seekor ular yang buta. Burung pipit itu meletakkan makanan itu di mulut sang ular. Aku menangis! Aku membatin, 'Tuanku, ular seperti ini diperintahkan oleh Nabi-Mu agar dibunuh. Tetapi, Engkau membutakannya dan memerintahkan seekor pipit untuk memberi makan kepadanya. Dan aku adalah hamba-Mu. Aku mengakui bahwa Engkau adalah Maha Esa, dan Engkau jadikan aku sebagai perampok jalanan dan bajing loncat.'
Ada suara berkata di dalam diriku, 'Wahai Akbar, pintu-Ku terbuka lebar...'
Aku patahkan pedangku dan kutaburkan debu di kepalaku. Aku berteriak, 'Ampun... ampun....'
Lalu ada sebuah suara yang berkata, 'Aku mengampunimu... Aku mengampunimu....
Teman-temanku terbangun lalu bertanya, 'Ada apa denganmu? Kamu mengagetkan kami!'
'Aku telah terasing, jauh dari rahmat Tuhan karena dosa, tapi kini aku sadar...' jawabku.
'Kalau begitu kami juga: kami terasing, jauh dari rahmat Tuhan karena dosa, dan kini kami sadar,' kata mereka.
Kami melempar semua pakaian kami dan berniat untuk melakukan ihram. Kami berada di dalam kondisi seperti itu selama tiga hari: meratap, menangis, dan kami bingung.
Pada hari ketiga kami bertemu dengan sebuah desa. Di pintu desa itu sudah ada seorang perempuan buta duduk menunggu. Katanya, Apakah di antara kalian ada yang bernama Akbar al-Kurdi?'
Salah seorang dari kami menjawab, 'Ya. Apakah engkau memerlukan sesuatu?'
Kata perempuan tua itu, 'Ya. Selama tiga hari aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Berikan kepada Akbar al-Kurdi apa yang ditinggalkan anakmu.'
Lalu perempuan itu mengeluarkan enam puluh potong pakaian. Kami pun memakai sebagian darinya. Lalu kami memasuki desa itu hingga tiba di Baitul Haram.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer