Kisah Ke-88: Ajari Aku al-Fatihah

Ahmad bin Husain bin Mahran al-Muqri' berkata, "Aku membeli seorang budak perempuan—kukira ia adalah seorang warga negara Turki—dan tidak bisa berbahasa Arab. Tetapi, teman-temanku memiliki budak-budak perempuan yang bisa menerjemahkan untuknya.
Suatu hari ia tertidur, dan terbangun dalam keadaan menangis. Ia berteriak-teriak (dalam bahasa Arab), 'Wahai tuanku... ajari aku surah al-Fatihah!'
Aku membatin, 'Jahat benar perempuan ini. Ia ternyata bisa berbahasa Arab, tapi tidak mau berbicara denganku dalam bahasa Arab. Kemudian datanglah para budak perempuan teman-temanku. Kata mereka, 'Kamu tidak bisa berbahasa Arab, tapi bagaimana sekarang kamu bisa mengucapkannya?"
Budak itu berkata, (Di dalam mimpiku aku berjumpa dengan seseorang yang pemarah berjalan diikuti oleh orang banyak. Aku bertanya, 'Siapakah orang itu?"
Jawab mereka, 'Ia adalah Musa a.s.'
Aku kemudian melihat orang yang lebih tampan daripada dia, dan orang itu juga berjalan diikuti oleh orang-orang. Aku bertanya, 'Siapakah orang itu?'
Jawab mereka, 'Ia adalah Muhammad saw."
Aku kemudian mengikuti orang yang terakhir ini. Ia pergi ke sebuah pintu besar, yang ternyata adalah pintu surga. Ia mengetuk pintu itu dan masuk bersama orang-orang yang mengikutinya. Tinggal aku dan dua orang perempuan. Kami mengetuk pintu itu dan pintu itu pun terbuka.
Terdengar bunyi suara,'Barangsiapa yang membaca surah al-Fatihah dengan baik, ia boleh masuk.' Kedua perempuan yang bersamaku itu membaca al-Fatihah dengan baik dan mereka bisa masuk. Tinggal aku sendiri. Kemudian aku diajari al-Fatihah. Aku mempelajarinya dengan sangat sulit dan benar-benar menyiksa hingga ketika aku bisa membacanya, aku terjatuh dan mati."

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer