Kisah Ke-86: Jangan Membaca Al-Qur'an

Abu al-Wafa al-Qari' al-Harawi berkata, "Pada suatu ketika, aku membacakan Al-Qur'an di hadapan Sultan. Tetapi, mereka berbicara sendiri dan tidak mendengarkan bacaanku. Aku pulang ke rumah dalam keadaan gundah. Aku tidur dan kulihat Rasulullah saw. di dalam mimpi dalam keadaan murung.
Beliau berkata kepadaku, 'Apakah kamu membacakan Al-Qufan di hadapan orang-orang yang berbicara dan tidak mendengarkan bacaanmu? Setelah ini, jangan kaubaca kecuali jika Allah menginginkannyal'
Aku terbangun. Setelah peristiwa itu, aku tidak bisa berbicara selama empat bulan. Jika aku membutuhkan sesuatu, aku menuliskannya di sebuah kertas.

Ulama hadits dan ulama logika kemudian mendatangiku. Mereka mengatakan kepadaku bahwa suatu saat nanti aku akan berbicara lagi. Bukankah Rasulullah berkata, '...kecuali jika Allah menginginkannya...'?' Ungkapan ini merupakan pengecualian.
Aku tertidur kembali di tempat dulu aku bermimpi. Aku memimpikan Rasulullah saw. lagi, dan wajah beliau terlihat ceria. Beliau berkata kepadaku, 'Apakah kamu sudah bertobat?'
'Ya, wahai Rasulullah,' jawabku.
Beliau berkata,
'Barangsiapa yang bertobat kepada Allah, Allah menerima tobatnya. Keluarkan lidahmu.'
Beliau kemudian mengusap lidahku dengan telunjuknya.
Kata beliau, 'Jika kamu berada di antara orang-orang, lalu kamu baca Kitabullah, jangan teruskan bacaanmu jika mereka tidak mau mendengarkan kalamullah (firman Allah).'"
Aku terbangun dan kurasakan lidahku sudah bisa bicara lagi. Segala puji bagi Allah swt."

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer