Kisah Ke-84: Redaksi Shalawat yang Benar

Salah seorang perawi hadits meriwayatkan, "Suatu ketika aku menulis sebuah hadits. Aku hanya menuiis kata shalawat (tidak menyertakan kata keselamatan). Ketika aku tidur, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Tidakkah kau sempurnakan shalawat di dalam tulisanmu?'
Sejak itu, aku tidak pernah menuliskan kata shalawat kecuali aku menuliskan juga kata keselamatan {ash-shaldh wa as-salam)."

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer