Kisah Ke-84: Redaksi Shalawat yang Benar

Submitted by admin on Sat, 2012-07-21 12:59

Salah seorang perawi hadits meriwayatkan, "Suatu ketika aku menulis sebuah hadits. Aku hanya menuiis kata shalawat (tidak menyertakan kata keselamatan). Ketika aku tidur, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Tidakkah kau sempurnakan shalawat di dalam tulisanmu?'
Sejak itu, aku tidak pernah menuliskan kata shalawat kecuali aku menuliskan juga kata keselamatan {ash-shaldh wa as-salam)."

Add new comment

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack