Kisah Ke-81: Doanya Telah Dikabulkan

Ibnu Abi ad-Dunya menceritakan bahwa ada seseorang yang memimpikan Rasulullah saw. dan beliau berkata, "Datanglah kepada seorang Majusi di Bagdad lalu katakan kepadanya bahwa doanya telah dikabulkan."
Orang itu menuturkan, "Ketika terbangun pada pagi harinya, aku bingung, 'Bagaimana aku mendatangi orang majusi itu?'
Malam berikutnya aku tidur dan memimpikan hal yang sama. Begitu juga pada malam ketiga. Paginya, aku pun pergi ke Bagdad. Aku menemui orang majusi itu, dan aku mendapatkannya sebagai orang yang kaya dan memiliki harta yang melimpah.
Aku masuk dan mengucapkan salam kepadanya. Aku duduk.
Apakah ada keperluan?' tanya si majusi. 'Ya,' jawabku. 'Katakanlah,' pintanya.
'Aku akan mengatakannya ketika kita berdua saja,' jawabku.
Orang-orang kemudian pergi, tinggal teman-teman dekatnya saja.
'Mereka juga,' kataku. Teman-temannya pun pergi. 'Katakan,' kata si majusi.
Aku adalah utusan Rasulullah saw. kepadamu. Beliau menyampaikan pesan kepadamu: doa itu telah dikabulkan.' 'Kamu tahu siapa aku?' tanya si majusi. 'Ya,' jawabku.
Aku mengingkari Islam dan risalah Muhammad,' kata dia. 'Ya. Aku tahu. Tapi dia mengutusku kepadamu,' jawabku. 'Muhammad mengutusmu kepadaku?' tanyanya. 'Benar,' jawabku.
Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya,' kata si majusi.
Ia kemudian memanggil teman-teman dekatnya. Katanya, 'Selama ini aku berada di dalam kesesatan. Kini, aku telah kembali kepada kebenaran. Barangsiapa yang masuk Islam, ia boleh mengambil apa yang ia pegang. Dan siapa yang tidak, maka kembalikan milikku yang ada padanya.'
Orang-orang itu pun masuk Islam, kecuali beberapa orang.
Lalu ia memanggil anaknya lalu berkata, Anakku, selama ini aku berada di dalam kesesatan. Kini, aku telah memeluk agama Islam. Apa yang akan kamu lakukan?'
'Bapakku, aku akan masuk Islam,' jawab anaknya.
Ia memanggil putrinya lalu berkata, 'Putriku, aku dan kakakmu telah masuk Islam. Jika kamu masuk Islam, maka aku akan memisahkan kalian berdua.'
Putrinya berkata, 'Ayahku, demi Tuhan, aku benci sekali berkumpul dengannya. Aku akan masuk Islam.'
Lalu ia berkata kepadaku. Apakah kamu tahu doa apa yang telah dikabulkan itu?'
'Tidak,' jawabku.
'Ketika aku mengawinkan putriku dengan putraku", aku membuat jamuan dan mengundang orang-orang datang. Mereka datang dan menerima apa yang aku berikan kepada mereka. Ketika orang-orang itu mulai menyantap makanan, aku pun mulai lelah. Aku berkata kepada pelayan, 'Siapkan tikar di lantai atas, aku ingin istirahat sebentar.'
Aku pun naik. Di sebelahku tinggal keluarga asyraf (keturunan Nabi saw.) yang sangat miskin. Aku mendengar seorang anak perempuan kecil berkata kepada ibunya, 'Ibu, orang majusi ini menyiksaku dengan aroma makanannya.'
Aku segera turun dan membawakan kepada mereka makanan yang banyak, dinar, dan hadiah untuk semua orang yang ada di rumah itu.
Sang ibu berkata, 'Semoga Allah mempertemukan engkau dengan kakekku.'
Anggota keluarga yang lain berkata, Amin.'
'Itulah doa yang dikabulkan itu."

(24) Perkawinan antar saudara kandung diperbolehkan di dalam tradisi majusi

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer