Kisah Ke-77: Bebaskan Manshur al-Jamal

Ahmad bin Yazid al-Mahlabi berkata, "Pada suatu malam kami sedang bersama dengan khalifah al-Mutamid Alallah. Ia terlihat mengantuk dan kepalanya tertunduk. Kata dia, 'Jangan ada yang pergi.'
Ia pun tertidur sekitar setengah jam. Ketika bangun, ia berkata, 'Bawalah ke sini seseorang yang bernama Manshur al-Jamal dari penjara.'
Mereka kemudian membawa orang itu. 'Sejak kapan kamu ditahan?' tanya al-Mutamid. 'Sejak tiga puluh tahun yang lalu,' jawab lelaki itu. 'Ceritakan kepadaku bagaimana kisahmu,' kata al-Mutamid.
Aku adalah seorang penduduk kota Moshul. Aku memiliki seekor unta untuk bekerja dan mencari nafkah keluargaku darinya. Pada suatu ketika, aku mengalami kesulitan kerja di Moshul. Aku pergi ke Samira karena di sana pekerjaan lebih memadai.
Ketika aku sudah hampir tiba di Samira, tiba-tiba datang satu pasukan menangkapi segerombolan perampok jalanan. Kurir mengatakan bahwa jumlah mereka adalah sepuluh orang. Tetapi, salah satu dari perampok itu menyuap tentara untuk melepaskannya. Mereka pun melepasnya dan menangkapku sebagai penggantinya. Mereka mengambil juga untaku.
Aku memohon kepada mereka atas nama Tuhan dan menceritakan kisah hidupku, tapi mereka tetap tidak mau mendengarkan dan menahanku. Sebagian dari anggota gerombolan ada yang meninggal, sebagian dibebaskan, dan hanya tinggal aku sendiri.'
Ambilkan 500 dinar dan berikan kepadanya. Berikan juga kepadanya 30 dinar setiap bulannya,' kata al-Mu'tamid. 'Jadikan juga ia sebagai ketua bagian penanganan unta kita.'
Setelah itu ia menemui kami kembali, ia berkata, 'Tadi, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Wahai Ahmad, pergilah kepenjara sekarang juga, dan bebaskanlah Manshur al-Jamal karena ia dizalimi. Perlakukanlah ia dengan baik.'
Aku pun melaksanakan apa yang aku lihat di dalam mimpi.'
Kemudian ia tidur kembali dan kami pun pergi."

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer