Kisah Ke-69: Mendapat Syafaat Rasulullah

Pada masa awal pemerintahannya, Qadhi Shadaruddin Mauhub al-Jazari diperintahkan untuk menangani kawasan Ibnu Umar. Ia adalah seorang yang kaya, perdagangannya lancar, dan memiliki kekayaan yang melimpah. Penguasa kawasan itu mengirim mata-mata untuk menyelidiki kekayaan Ibnu Umar. Ia ingin mengambil kekayaan-kekayaan itu. Kabar itu didengar oleh Ibnu Umar.
Lalu ia mengirim hartanya ke Mesir dan Syam bersama para pedagang. Ia sendiri melarikan diri dan bersembunyi. Ia tiba di Syam, lalu meneruskan perjalanan ke Mesir.
Ketika ash-Shahib Baha'uddin dilantik sebagai menteri, ia ingin menghukum Ibnu Umar. Mendengar hal itu, Ibnu Umar merasa sangat takut. Ia berkata, "Ketika aku merasa begitu takut kepada ash-Shahib Baha'uddin, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau menanyakan keadaanku. Aku katakan kepadanya, Wahai Rasulullah, aku takut kepada ash-Shahib.'
Belaiu berkata kepadaku, 'Jangan takut kepadanya. Katakan saja kepadanya, 'Jangan sakiti aku sebab Rasulullah saw. telah memberikan syafaat beliau kepadaku di sisimu.'
Aku terbangun dalam keadaan yang sangat gembira karena telah bertemu dengan Rasulullah saw. Setelah melaksanakan shalat subuh, aku segera mengenderai kendaraanku dan menemui ash-Shahib yang hendak pergi ke benteng. Aku mengucapkan salam kepadanya lalu berkata, Aku membawa surat untuknya.'
'Surat dari siapa?' katanya.
'Dari Rasulullah saw.' jawabku. 'Beliau berkata kepadamu, 'Jangan sakiti aku karena sebab Rasulullah saw. telah memberikan syafaat beliau kepadaku di sisimu.'
Ash-Shahib berkata, 'Kamu benar. Dan Rasulullah benar. Hari ini, kamu telah mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw. Demi Allah, aku tidak akan menyakitimu untuk selamanya."
Ash-Shahib meminta maaf dan selanjutnya menghormati Ibnu Umar.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer