Kisah Ke-65: Jangan Ragu Meriwayatkan Hadits

Ketika Ali bin Abu Thahir berangkat ke negeri Syam, dan sebelumnya ia menulis hadits, ia meletakkan kitab-kitabnya di sebuah kotak dan melapisinya dengan cat antiair yang terbuat dari aspal. Lalu ia berangkat dengan mengunakan kapal. Di tengah lain, kapal itu dilanda ombak besar. Kotak-kotak itu terlempar ke laut. Baru setelah itu gelombang mereda. Ketika tiba di daratan, selama tiga hari ia menunggu di pantai berdoa kepada Allah. Pada malam ketiga, ia bersujud dan berdoa, Ya Allah, jika permohonanku ini hanya untuk-Mu dan kecintaan kepada utusan-Mu, maka tolonglah aku, kembalikan kotak itu kepadaku."
Ketika ia mengangkat kepala, kotak itu sudah ada di dekatnya. Kemudian ia tinggal di kota Burhah. Orang-orang datang kepadanya untuk mendengarkan hadits, tapi ia tidak mau.
Ali menuturkan, "Aku kemudian memimpikan Rasulullah saw. bersama Ali bin Abu Thalib r.a. Rasulullah berkata kepadaku, Wahai Ali, orang yang telah diperlakukan Allah swt. sepertimu di tepi laut itu, tidak akan menolak untuk menceritakan hadits.'
Jawabku, Aku bertobat kepada Allah swt.'
Lalu beliau mendoakan aku dan menyuruhku untuk menceritakan hadits."

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer