Kisah Ke-6: Bilal Meninggalkan Rasulullah

Ketika Rasulullah SAW wafat, Bilal mengumandangkan azan, lalu orang-orang berkumpul di masjid. Pada saat itu, Rasulullah belum dikuburkan. Sesaat setelah Rasulullah dikuburkan, Abu Bakar berkata kepada Bilal, "Azanlah, wahai Bilal!"

Bilal menjawab, "Jika engkau memerdekakan saya agar saya bersamamu, saya akan melakukan itu. Tetapi jika engkau memerdekakan saya semata-mata karena Allah, maka biarlah saya bersama-Nya."

Abu Bakar berkata, "Aku memerdekakanmu semata-mata karena Allah."

Bilal berkata, "Jika begitu, saya tidak akan lagi melakukan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah SAW wafat."

Abu Bakar berkata, "Terserah kamu." Bilal pun keluar dan pergi ke Syam mengikuti rombongan yang pergi ke sana.

Bilal tinggal beberapa waktu di Syam hingga suatu saat ia bermimpi bertemu Rasulullah. Beliau berkata,

"Mengapa engkau pergi, wahai Bilal? Tidakkah kamu ingin mengunjungi kami?"

Bilal terbangun dengan diselimuti perasaan sedih. Ia kemudian pergi ke Madinah, mendatangi makam Rasulullah sambil menangis di sana.

Setelah itu, ia mendatangi Hasan dan Husain, lalu menciumi mereka berdua. Mereka berdua berkata kepada Bilal, "Kami ingin engkau azan pada waktu subuh nanti."

Bilal pun naik ke loteng masjid. Saat ia mulai mengumandangkan kalimat Allahu akbar, kota Madinah bergetar. Ketika ia mengucapkan kalimat Asyhadu an la ilaha illallah, kota Madinah semakin bergetar. Kaum perempuan keluar dari rumah-rumah mereka. Tidak pernah terjadi tangis melebihi hari itu.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer