warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Kisah Berjumpa Rasulullah

Nabi Melihat Kematian Husain bin Ali r.a.

Salma menceritakan bahwa ia menemui Ummu Salamah yang sedang menangis, lalu Salma bertanya kepadanya, "Mengapa kamu menangis?"

Ummu Salamah menjawab, "Aku bermimpi bertemu dengan Nabi saw.; kepala dan jenggot beliau penuh dengan debu. Aku bertanya kepada beliau, Ada apa dengan engkau, wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Aku baru saja melihat pembunuhan Husain.'" (HR Tirmidzi, Thabrani, dan Hakim)

Hasan bin Ali r.a berharap kepada Allah

Hasan bin Ali r.a. berada di dalam kesulitan ekonomi yang sangat pelik. Gaji {ratib) sebanyak 100.000 dinar setiap tahunnya yang ia peroleh dari baitulmal ditahan oleh Muawiyah r.a.(4) selama dua tahun. Ia benar-benar berada di dalam keadaan ekonomi yang sulit.
Hasan menuturkan, "Aku lalu memanggil seseorang untuk menulis surat kepada Muawiyah agar mengingatku. Tetapi, aku tidak jadi melakukannya. Kemudian aku bermimpi bertemu Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Bagaimana kabarmu, wahai Hasan?'

'Baik, wahai kakek,' jawabku.

Hasan bin Ali r.a berhenti berperang

Hasan bin Ali r.a berkata, "Aku tidak ikut berperang lagi setelah kulihat sebuah mimpi. Aku memimpikan Nabi saw. memegang Arsy dan kulihat tangan Abu Bakar memegang Nabi, lalu tangan Umar memegang Abu Bakar, lalu tangan Utsman memegangi Umar. Dan kulihat darah tercecer di bawah mereka!

Konon hal itu mengisyaratkan bahwa Allah menuntut atas darah pembunuhan Utsman bin Affan r.a."

Mendapatkan Ampunan Zubair

 

Saad bin Abi Waqqash Kekasih Nabi Ibrahim

 

Husain bin Kharijah al-Asyja'i berkata, "Ketika peperangan terjadi antar sahabat Nabi, seperti Perang Shiffin dan Perang Jamal, aku merasa tidak tenang. Aku pun berdoa kepada Allah untuk menunjukkan kepadaku sebuah kebenaran yang bisa aku ikuti. Dan aku bermimpi seakan Kiamat telah tiba. Seolah-olah ada dinding pemisah antara diriku dan mereka. Aku membatin, Andai aku bisa merobohkan dinding ini, niscaya aku dapat bertemu dengan mereka.'"

Abdullah bin Mas'ud berjumpa Rasulullah

 

Salamah bin Tamam menceritakan bahwa ada seseorang yang mendatangi Abdullah bin Mas'ud lalu berkata, "Semoga keadaanmu membaik. Malam tadi, saya bermimpi melihatmu bersama Nabi saw. Posisi beliau ada di atas, sedangkan engkau ada di bawahnya, kemudian beliau berkata, 'Wahai Ibnu Mas'ud, kemarilah, mendekatlah kepadaku. Engkau merasa sendirian setelah aku (pergi).'"

Ibnu Mas'ud berkata kepada orang itu, "Demi Allah, kamu telah melihat Rasulullah?"

"Ya," jawabnya.

Ibnu Mas'ud berkata, "Kuharap kamu akan datang ke Madinah dan melaksanakan shalat untukku."

Rasulullah Mengajak Utsman bin Affan untuk Berbuka Bersama

Ketika pagi tiba, Utsman bin Affan r.a. berpuasa, memerdekakan dua puluh budak, dan memakai dua pakaian yang tidak pernah ia pakai selama ini, baik pada masa jahiliah maupun pada masa Islam. Lalu ia berkata kepada orang-orang, "Malam tadi, aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar. Mereka berkata, "Ya Utsman, berbukalah bersama kami, besok!"

Utsman kemudian meminta Al-Qur'an kepada orang yang ada di sekitarnya untuk ia baca. Pada hari itu juga, Utsman terbunuh. (HR Ibnu Abi Syaibah, Hakim, dan Ibnu Sa'd)

Bersujud di Atas Dahi Nabi

 

Imarah bin Khuzaimah bin Tasbit r.a. menceritakan bahwa ayahnya berkata, "Aku bermimpi bersujud di atas dahi Nabi saw. Kemudian aku kabarkan hal itu kepada beliau. Beliau berkata,

"Roh memang bertemu dengan roh. Mimpimu benar."

Lalu Rasulullah menundukkan kepala beliau. Aku pun menempelkan dahiku ke dahi beliau." (HR Ahmad)

Maksud dari sabda beliau "mimpimu benar" di dalam hadits ini adalah Rasulullah saw. memerintahkan Khuzaimah unluk melaksanakan apa yang ia alami di dalam mimpinya.

 

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer