warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Kisah Berjumpa Rasulullah

Imam Syafi'i Tidak Dihisab

Abu Bayan al-Asbahani mengatakan, "Aku memimpikan diriku bertemu dengan Rasulullah saw. dan berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, Muhammad bin Idris asy-Syafi'i adalah keponakanmu. Apakah engkau memberikan sesuatu yang istimewa kepadanya?'

Beliau berkata, 'Benar, Aku memohon kepada Allah agar Ia tidak menghisabnya.'
'Kenapa engkau berbuat begitu, ya Rasululah?' tanyaku.
Kata beliau, '(Hal itu) karena ia mengucapkan shalawat yang berbeda dan tak pernah diucapkan siapa pun, kepadaku.'
'Seperti apa shalawat itu, wahai Rasulullah?' kataku.

Al-Mutawakkil bermimpi Rasulullah membenarkan Imam Syafi'i

Hisyam bin Ammar berkata, "Aku mendengar aL-Mutawakkil bin al-Mu'tashim (8) berkata, 'Sungguh aku merindukan Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. Andai aku hidup pada masanya; bisa melihat dan berdekatan dengannya; bisa belajar darinya. Sungguh, aku memimpikan Rasulullah saw. berkata,
Wahai manusia, sesungguhnya Muhammad bin Idris telah berpulang ke rahmatullah. Ia telah mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi kalian. Ikutilah ia, maka kalian akan mendapatkan hidayah."

(8) Al-Mutawakkil dan al-Mu'tashim adalah dua orang khallfah pada masa Abbasiah

Rasulullah Meludahi Imam Syafi'i

Imam Syafi'i rahimahullah berkata, "Pada suatu ketika, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata kepadaku, Aku memimpikan Nabi saw. Beliau berkata kepadaku, "wahai anak muda, siapa kamu?"
Aku menjawab, "Aku masih keturunanmu, wahai Rasulullah." Beliau berkata, 'Mendekatlah kepadaku"
Aku pun mendekati beliau. Beliau mengambil ludah dan berkata, "Bukalah mulutmu/"
Aku membuka mulutku, lalu beliau mengusapkan ludah itu ke dalam mulut dan bibirku. Kata beliau, 'Berangkatlah, semoga Allah memberkatimu.'"

Nabi Memberikan Kasturi kepada Malik

Abu Abdillah berkata, "Aku (bermimpi) melihat Nabi saw. duduk di masjid dikelilingi oleh para sahabat. Malik bin Anas berdiri di hadapan beliau. Sementara itu, di hadapan Rasulullah saw. ada banyak minyak kasturi. Beliau lalu mengambil beberapa bagian dan memberikannya kepada Malik. Lalu Malik membagikannya kepada orang-orang."

Abu Hanifah r.a. bermimpi menggali tulang-belulang Nabi

Abu Hanifah rahimahullah berkata, "Aku bermimpi seakan menggali kuburan Nabi saw., lalu mendekap tulang-belulang beliau di dadaku. Aku sangat bingung dengan mimpi itu. Lalu kutemui Ibnu Sirin untuk menanyakan mimpi itu. Ia berkata, Tidak mungkin ada orang yang bermimpi seperti ini.'

'Tetapi, aku bermimpi begitu," kataku.

'Jika kamu benar, berarti kamu akan menghidupkan Sunnah Nabimu!" katanya.

Al-Khuza'i Dibunuh oleh Salah Seorang Ahlul Bait

Ibnu Ahdal menceritakan, "Ketika Ahmad bin Nashr al-Khuza'i asy-Syahid disalib, wajahnya menghitam. Orang-orang yang melihat kejadian ini menjadi berubah pikiran. Tetapi, wajah itu kemudian berubah putih kembali.

Shalawat Dapat Memutihkan Wajah

Abdul Wahid bin Zaid rahimahullah berkata, "Pada suatu ketika aku pergi melaksanakan ibadah haji, bersama seseorang yang senantiasa memanjatkan shalawat dan salam kepada Nabi saw.; saat ia berdiri atau duduk, saat ia diam atau bekerja. Aku bertanya kepadanya tentang hal itu. Ia menjelaskan, 'Pertama kali aku pergi ke Mekah, aku bersama ayahku. Ketika kami pulang, kami menginap di salah satu rumah. Ketika aku sedang tidur, ada seseorang yang datang kepadaku. Ia berkata, Bangunlah. Ayahmu telah meninggal! Wajahnya menghitam.'

Rasulullah meminta Umar bin Abdul Aziz meniru perbuatan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a.

Hammad bin Hasyim menceritakan bahwa ada seseorang datang kepada Umar bin Abdul Aziz r.a. lalu berkata, "Aku bermimpi melihat Nabi saw. Di sebelah kanan beliau ada Abu Bakar, dan di sebelah kiri beliau ada Umar bin Khaththab. Lalu datanglah dua orang yang sedang bertikai. Saat itu engkau duduk di hadapan Rasulullah. Beliau berkata, 'Wahai Umar (bin Abdul Aziz), jika kamu ingin berbuat, maka berbuatlah seperti perbuatan yang dilakukan oleh dua orang ini: Abu Bakar dan Umar bin Khaththab.'"

Mimpi Umar bin Abdul Aziz bertemu Rasulullah s.a.w

Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan, istri Umar bin Abdul Aziz, berkata, "Pada suatu malam, Umar bin Abdul Aziz bangun dari tidurnya lalu berkata, Aku memimpikan sesuatu yang menakjubkan!'
Aku berkata kepadanya, 'Demi Tuhan, katakan kepadaku apa yang engkau lihat dalam mimpimu.'
Umar menuturkan, Aku tidak akan memberitahukanmu hingga pagi besok.'
Ketika fajar menyingsing, ia keluar dan melaksanakan shalat. Lalu ia kembali ke dalam biliknya. Aku berkata kepadanya. 'Katakan kepadaku sesuatu yang engkau lihat dalam mimpimu!'

Mimpi Umar bin Abdul Aziz tentang Ali k.w. dan Muawiyah r.a.

Umar bin Abdul Aziz berkata, "Aku memimpikan Nabi saw. bersama Abu Bakar dan Umar. Aku mengucapkan salam kepada mereka, lalu duduk. Ketika aku sedang duduk (bersama mereka) datanglah Ali dan Muawiyah r.a. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan pintunya dikunci. Tidak lama kemudian Ali keluar dan berkata, 'Tuhan telah memutuskan (putusan-Nya) untukku. Dan tidak lama kemudian Muawiyah juga keluar, lalu berkata, 'Tuhan telah mengampuniku."

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer