admin's blog

Kisah 97 Mengonsumsi Tidak

Hasan bin Basyar rahimahumullah sakit. Pada suatu malam ia memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata kepada Hasan,
"Jika kamu ingin sehat, makanlah 'tidak'dan minumlah 'tidak'."
Hasan berkata, "Ketika terbangun, aku mengirimkan kepada Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah 10.000 dirham, untuk dibagikan kepada orang-orang fakir (sebagai ungkapan rasa syukur atas mimpi dengan Rasulullah). Aku juga menanyakan tentang tafsir mimpiku."

Kisah Ke-96: Nashr Bersalaman dengan Allah

Al-Akbari berkata, "Aku memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata, 'Sentuhlah kedua mataku dengan tangan engkau karena mataku terasa sakit.'
Beliau berkata, 'Datanglah kepada Nashr bin Aththar, ia akan mengusap matamu.'
Aku membatin, 'Bagaimana mungkin aku tinggalkan Rasulullah dan pergi ke orang biasa?' Aku terus berkata kepada Rasulullah.
'Wahai Rasulullah, usaplah mataku dengan tangan engkau..,' kataku.

Kisah Ke-95: Basuhlah Tangannya

Abu Ja'far ash-Shaidalani berkata, "Aku memimpikan Nabi saw. dikelilingi orang-orang fakir, yakni para ahli ibadah dan orang-orang zuhud. Tiba-tiba langit terbelah. Dua orang malaikat turun. Tiap-tiap dari mereka membawa bak cuci dan ceret. Mereka meletakkan bak cuci itu di hadapan Rasulullah saw. dan mencuci tangan beliau. Lalu bak cuci itu diputar hingga semua tangan mereka dicuci. Bak cuci itu kemudian diletakkan di hadapanku. Saiah satu di antara malaikat itu berkata, Jangan cuci tangannya. Dia bukan bagian dari mereka.

Kisah Ke-94: Rasulullah Telah Datang!

Abul Khair at-Tinati berkata, "Aku memasuki kota Madinah dalam keadaan fakir. Selama lima hari aku tidak makan. Aku pergi ke kuburan dan mengucapkan salam kepada Nabi saw., Abu Bakar, dan Umar. Aku berkata, 'Malam ini aku menjadi tamumu, wahai Rasulullah.'
Aku berbaring dan tidur di belakang mimbar.
Malam itu aku memimpikan Rasulullah saw. Abu Bakar berada di samping kanan beliau, sedangkan Umar berada di sisi kiri beliau. Di hadapan beliau ada Ali bin Abu Thalib.

Kisah Ke-93: Ia Memberiku Seratus Dirham

Penults buku at-Tuhfah al-Lathifah fi Tarikh al-Madinah asy-Syarifah (Selayang Pandang Sejarah Kota Madinah) berkata, "Ada sebuah surat dari kota Mekah kepada al-Mugitzi yang memerintahkannya untuk memberi Zubair bin All bin Sayyidil Kull sebanyak 100 dirham. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perihal surat itu.

Kisah Ke-92: Mendekatlah

Ya'kub bin Sufyan berkata, "Ketika aku masih berpetualang mencari ilmu, pada malam hari aku menulis dengan menggunakan penerang lampu. Pada suatu malam, ada sesuatu jatuh menimpa mataku. Aku tidak bisa melihat hanya dengan menggunakan lampu. Aku menangis karena penglihatanku kabur, dan hal itu menyebabkanku tidak dapat menulis hadits Rasulullah saw. Ketika aku dalam keadaan seperti itu, aku terserang kantuk. Aku tertidur dan memimpikan Rasulullah. Beliau berkata, 'Ada apa denganmu?'

Kisah Ke-91: Ia Melihat Cahaya-Cahaya Nabi

Ada dua orang yang sedang berbicara, sementara Ka'ab al-Ahbar ada di dekat mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, "Aku bermimpi seakan manusia dikumpulkan dan aku melihat semua nabi. Semuanya. Mereka memiliki dua cahaya, dan para pengikut mereka memiliki satu cahaya. Aku juga melihat Nabi Muhammad. Tidak ada satu pun dari bulu dan tubuhnya yang tidak mengeluarkan cahaya. Dan kulihat para pengikutnya memiliki dua cahaya.
Ka'ab al-Ahbar berkata, "Bertakwalah kepada Allah swt., wahai Abdullah. Pikir kembali apa yang kamu ucapkan tadi!|

Kisah 90 Aku Menyukainya

Salah seorang di antara ulama selalu membuka majelis pengajiannya dengan pembacaan qasidah (pujian terhadap Rasulullah saw.) karya Ka'ab bin Zubair r.a. Ada orang yang bcrtanya kepada ulama itu mengapa mereka mclakukannya. Jawabnya, "Aku pernah memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata kepada beliau, (Wahai Rasulullah, bolehkah aku membacakan qasidah karya Ka'ab bin Zubair untuk engkau?'
Beliau berkata 'Ya. Aku menyukainya dan menyukai orang-orang yang menyukainya.'
Sejak saat itu, aku berjanji kepada Allah, aku tidak akan lupa untuk membaca qasidah karya Ka'ab bin Zubair setiap hari.

Kisah Ke-89: Kembali ke Jalan Allah

Basyar al-Hafi r.a. berkata, "Aku menemui Akbar al-Kurdi dan kukatakan, 'Apa yang menyebabkan kamu kembali ke jalan Allah?
Kata dia, 'Di salah satu tempat ketika aku menjadi perampok jalanan, ada tiga buah pohon kurma, satu di antaranya tidak berbuah. Ada seekor pipit yang memindahkan butir-butir kurma dari pohon yang berbuah ke pohon yang tidak berbuah. Aku menghitungnya; sepuluh kali ia membawa butir-butir itu.

Kisah Ke-88: Ajari Aku al-Fatihah

Ahmad bin Husain bin Mahran al-Muqri' berkata, "Aku membeli seorang budak perempuan—kukira ia adalah seorang warga negara Turki—dan tidak bisa berbahasa Arab. Tetapi, teman-temanku memiliki budak-budak perempuan yang bisa menerjemahkan untuknya.
Suatu hari ia tertidur, dan terbangun dalam keadaan menangis. Ia berteriak-teriak (dalam bahasa Arab), 'Wahai tuanku... ajari aku surah al-Fatihah!'

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer