admin's blog

Keramat Al Habib Husein bin Abu Bakar Al Aydrus

Beberapa keramatnya:
1. Menjadi mesin pemintal
2. Menyuburkan Kota Gujarat
3. Mengislamkan tawanan
4. Menjadi Imam di Penjara
5. Meramal seorang anak kecil akan menjadi Gubernur Batavia
6. Mengirim uang dari Batavia ke Yaman
7. Jenazahnya tidak dapat dipindahkan dari Kampung Luar Batang

Referensi:
- http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-ulama/kramat-luar-batang.html

Roadshow Global Ikhwan di PUSDAI Bandung

Keluarga Besar Global Ikhwan Sdn. Bhd. mengundang kawan-kawan sekalian untuk mengunjungi pameran produk dan aktivitas Global Ikhwan yang bertempat di PUSDAI - Bandung dan berlangsung sepanjang hari mulai Jum'at 27 Juli 2012 sampai Minggu 29 Juli 2012.

Cara Membuktikan Sosok yang Hadir di dalam Mimpi Adalah Rasulullah

Para ulama menjelaskan bahwa cara seseorang untuk membuktikan bahwa sosok yang hadir di dalam mimpinya bcnar-benar Nabi adalah dengan tiga hal berikut ini.

Kisah Ke-6: Bilal Meninggalkan Rasulullah

Ketika Rasulullah SAW wafat, Bilal mengumandangkan azan, lalu orang-orang berkumpul di masjid. Pada saat itu, Rasulullah belum dikuburkan. Sesaat setelah Rasulullah dikuburkan, Abu Bakar berkata kepada Bilal, "Azanlah, wahai Bilal!"

Bilal menjawab, "Jika engkau memerdekakan saya agar saya bersamamu, saya akan melakukan itu. Tetapi jika engkau memerdekakan saya semata-mata karena Allah, maka biarlah saya bersama-Nya."

Abu Bakar berkata, "Aku memerdekakanmu semata-mata karena Allah."

Kisah Ke-4: Tubuh Nabi Dipotong

Ummu Fadhal, istri Abbas r.a. berkata kepada Nabi, "Aku bermimpi, sebagian dari anggota tubuhmu dipotong dan diletakkan di pangkuanku." Rasulullah berkata kepadanya,
"Itu mimpi baik. Insya Allah Fatimah akan melahirkan anak laki-laki dan ia akan direbahkan di pangkuanmu."
Fatimah pun melahirkan Husain dan diletakkan di pangkuan Ummul Fadhal.

(HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya'la dan Thabrani)

Kisah Ke-2: Aku Melihat Diriku Berthawaf di Ka'bah

Abullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasullah SAW bersabda,

Kisah Ke-1: Aku Melihat Diriku di Surga

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba aku melihat diriku di surga. Ada seorang perempuan berwudhu di samping sebuah istana. Aku bertanya, 'Istana siapakah ini?' Mereka berkata, 'Ini untuk Umar bin Khaththab.' Aku pun teringat kepada sifat cemburu Umar, lalu aku pergi."
(HR Bukhari dan Muslim)

Kisah Ke-100: Neraka Jahanam Tunduk kepada Nabi

Seorang hamba yang fakir memimpikan Nabi saw. Beliau berdiri di sebuah tempat yang sangat luas. Di sekitar beliau ada banyak sahabat yang baik-baik dan keluarga beliau yang berhati bersih. Beliau sedang menyampaikan khotbah kepada mereka, menerangkan perihal Kiamat dan keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepada beliau di hari Kiamat kelak, salah satunya adalah neraka Jahanam tunduk dan taat kepada perintah beliau.
Salah satu perkataan yang beliau ungkapkan tentang neraka adalah, "Dan sungguh, aku telah memerintahkannya. Ia pun patuh..."

Kisah Ke-99: Biarkanlah Dia

Ustadz Abdul Aziz Abu al-Fadhal (26) rahimahullah berkata, "Aku memimpikan Nabi saw. duduk hendak berwudhu. Anas bin Malik, pelayan beliau, berdiri di hadapan beliau membawa ceret lalu menyiramkan air untuk beliau.
Aku segera datang dan merebut ceret itu dari tangan Anas bin Malik untuk menyirami tangan beliau. Anas bin Malik marah. Ia hendak merampas kembali ceret itu dari tanganku. Tapi Nabi saw. berkata, 'Biarkan dia, Anas. Aku menginginkannya.'

Kisah Ke-98: Berkat Perkataan Beliau

Ibnu Abi Thayyib al-Faqir berkata, "Aku menderita ketuliaan selama sepuluh tahun. Aku pergi ke Madinah dan tidur di antara kuburan Nabi dan mimbar (Raudhah). Aku memimpikan Rasulullah saw. Aku katakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, engkau berkata,
'Barangsiapa yang meminta wasilah kqiadaku, maka ia berhak mendapat syafaatku."
Kata beliau,
'Semoga Allah menyembuhkanmu. Aku tidak berkata begitu, tetapi aku berkata, 'Barangsiapa yang meminta wasilah kepadaku dari sisi Allah, maka ia berhak mendapat syafaat dariku."

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer