Opini

Kumpulan ini berisi artikel-artikel dan opini-opini pribadi yang bukan ditulis oleh Ustaz Ashaari Muhammad

MOHON TAWSIAHNYA, Jazakallohu...

Salam Tadzim,

Saya berjumpa dengan seseorang, Kakah, begitulah ku sapa dirinya...
"...sejak usia 20 tahunan ia telah meninggalkan dunia ramai, usia yang cukup muda pada zamannya. 43 tahun lebih ia berpuasa, dalam setahun hanya di hari tasyrik saja ia tak berpuasa. Selain sholat 5 waktu yang wajib, tiap hari ia melakukan seluruh sholat sunnah, sunnah-sunnah nawafil, tanpa kealpaan. Begitulah Kakah dalam kesendiriannya bermunajat mengejar CintaNya".

Kini usianya telah mencapai 69 tahun. Tak ada keinginan insaniyah kecuali terus riyadhoh, bermunajat menanti jawaban yang dijanjikanNya. Kini beliau sedang riyadhoh di Gunung Halimun Sukabumi...
Jika saya diperkenankan bertanya ke Antum, "Kakah" termasuk dalam kategori apa?
Sufikah, Walikah, Ulamakah atau apa?

Mohon dengan keridhoannya Antum dapat menjawab pertanyaan bodoh saya ini...

Wassalam,
-al faqir

http://revolusiana.blogspot.com/2010/05/blog-post.html

Guhali IP, SUFFAH, Revolusiana

MOHON TAWSIAHNYA, Jazakallohu...

Salam Tadzim,

Saya berjumpa dengan seseorang, Kakah, begitulah ku sapa dirinya...
"...sejak usia 20 tahunan ia telah meninggalkan dunia ramai, usia yang cukup muda pada zamannya. 43 tahun lebih ia berpuasa, dalam setahun hanya di hari tasyrik saja ia tak berpuasa. Selain sholat 5 waktu yang wajib, tiap hari ia melakukan seluruh sholat sunnah, sunnah-sunnah nawafil, tanpa kealpaan. Begitulah Kakah dalam kesendiriannya bermunajat mengejar CintaNya".

Kini usianya telah mencapai 69 tahun. Tak ada keinginan insaniyah kecuali terus riyadhoh, bermunajat menanti jawaban yang dijanjikanNya. Kini beliau sedang riyadhoh di Gunung Halimun Sukabumi...
Jika saya diperkenankan bertanya ke Antum, "Kakah" termasuk dalam kategori apa?
Sufikah, Walikah, Ulamakah atau apa?

Mohon dengan keridhoannya Antum dapat menjawab pertanyaan bodoh saya ini...

Wassalam,
-al faqir

http://www.facebook.com/photo.php?pid=146136&id=100000582156547

Guhali IP, SUFFAH, Revolusiana

seseorang dapat dinyatakan

seseorang dapat dinyatakan sebagai wali setelah ia istiqomah menjalankan amalan batin. menjalankan amalan lahir secara istiqomah saja sudah susah, ini pula istiqomah batin, tentu lebih susah lagi. istiqomah sholat di awal waktu 40 hari berturut2 pun sudah susah, tetapi istiqomah sangka baik dengan Tuhan, istiqomah utk redha dengan segala ketentuan Tuhan, istiqomah utk sabar dalam menghadapai ujian2 dari Tuhan, tentu lebih susah lagi.

Karena kita sendiri bukan wali Allah, tentu susah bagi kita menilai hati orang lain. Hanya Wali Allah yang bertaraf mursyid saja yang dapat mengetahui dan menyuluh isi hati orang. Saran saya, marilah kita melihat diri kita sendiri. Kalau ada orang sanggup menjadi abid seperti itu, ya alhamdulillah. Tetapi apa peringkatnya, kita serahkan saja kepada Allah. Allah yang akan menilai hatinya.

Penggunaan Kalimah Allah

Assalamu'alykum saudara Ikhwan...

Di Malaysia baru2 ini sibuk memperkataan tentang penggunaan kalimah "Allah" bagi mengisbatkan dengan "God" orang2 Kritian. Apa kah pandangan mengenai nya? Bagaimanakah sepatutnya umat Islam menerima isu ini baik di Malysia, Indonesia atau dimana jua bumi Allah ini dipijak?
Sekian, ampun maaf.

kita sebagai ummat islam ini,

kita sebagai ummat islam ini, sebaiknya tidak usah sibuk dengan isu ini , tetapi sibuklah untuk mengenali Allah dengan sebenar benar pengenalan. Menghayati Allah, merasakan Allah benar2 berperanan dalam hidup kita jauh lebih penting ketimbang sibuk hanya mengenai istilahnya. Mari kita tanyakan pada diri kita, sudahkah rasa takut dan cintakan Allah mengisi hati kita ?

Dalam Al quran disebutkan, bahwa sesungguhnya orang mukmin itu ialah orang yang bila disebutkan nama Allah itu bergetar hatinya.. jadi, mari kita periksa hati kita, jika kita mendengar kalimah Allah itu, sudahkah hati kita bergetar ? atau dengan kata lain, sudahkah kita ini menjadi mukmin dan bukannya sekedar muslim ? Inilah yang Tuhan jadikan isu di dalam quran....

-=adnan=-

Salam

Salam

Imam Mahdi G penting Tuch..

Wahai saudaraku sesama muslim, janganlah terlalu dipikirkan siapa yang akan menjadi imam mahdi??? karena bisa menimbulkan menjamurnya aliran sesat. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana memperbaiki diri sendiri mengikuti hadist nabi dan mengamalkan al-qur'an sebaik mungkin agar kita selalu berada di jalan kebenaran.. amin..

Tak seorangpun yang tau siapa

Tak seorangpun yang tau siapa dan di mana IMAM MAHDI akan muncul...... hanya DIA lah yang maha mengetahui......

hadis Imam Mahdi banyak tuh

Rasulullah telah mengabarkan banyak hadis tentang Imam Mahdi. Oleh karena itu pastilah ada sesuatu hal yang sangat penting tentang Imam Mahdi. Di zaman para sahabat, mereka sering membicarakan Imam Mahdi. Menjamurnya aliran sesat terutama karena perkara aqidah dan syariat sudah tidak begitu diperhatikan, bukan karena orang sibuk membahas Imam Mahdi.

Allah Maha Besar

Salam perkenalan daripada saudara seIslam anda dari Malaysia

AS99

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer