Abu Hurairah r a.

Submitted by admin on Mon, 2007-11-19 17:15

salammm...
salah dan benar selalu menyertai kehidupan panusia...
ada orang yang menerima informasi apa adanya karena keterbatasan keilmuan dan wawasanny dan ada juga orang yang tidak puas hanya menerima lalu ia mencoba bertanya bahkan mengkritisi...
setiap buku sejarah yang ada di dunia ini adalah hasil karya seseorang yang dihasilkan lewat pengamatan, penelitian, yang berdasarkan rujukan2 yang dapat di perifikasi. sehingga setiap suatu peristiwa yang ditulis oleh sesorang bisa jadi dapat berbeda dengan hasil penulisan hasil orang lain.
apalagi kalau penulisan sejarah itu sudah jauh dari masa hidup sang penulis... sangat dipastikan akan menyebabkan bias... dan sangat mustahil 100 persen sempurna...
menyikapi perbedaan pandangan dalam kedudukan sahabat Rasull bukanlah sebuah dosa....
toh... allah dalam al-quran telah mengambarkan secara jelas bahwa terdapat orang-orang munafik di sekitar rasulll...
kenapa orang yang mempertanyakan tentang hal ini di sebut telah keluar dari islam???
kebenaran hanya milik allah.. bukan anda yang berhak menentukan si pulan kafir dan masuk neraka..
berfikir secara sehat, teliti dan baca (IQRA!)
renungkan apa yang menyebabkan pertumpahan darah setelah rasul wafat???
kenapa mereka saling berpereng??
kenapa sebagian mereka saling berebut kekuasaan???
apakah mereka tidak pernah di ajarkan oleh arrasul??? (Mustahil)
semua terjadi karena sebagian orang-orang yang hidup disekeliling rasululllah adalah orang-orang munafik...
maka ketika rasulullah wafat mereka kembali menunjukkan taring-taringnya
inilah yang mesti kita kaji, teliti, amati, guna menyibak sejarah islam yang sesungguhnya....
kebenaran pasti akan menang..

Para sahabat adalah orang-orang mulia, tidak sepantasnya kita menggosipkan mereka. Melalui merekalah agama Islam tersebar ke seluruh dunia sampai kepada kita. Tanpa mereka kita sudah jauh dari kebenaran.

Tentang orang munafik, memang ada di masyarakat saat itu yang munafik. namun kita tidak bisa menuduh seorang sahabat sebagai munafik kecuali ada perkataan sahih dari Rasulullah tentang orang tersebut. Takutnya tuduhan munafik dari kita tertuju kepada orang yang tidak munafik, artinya jika demikian maka tuduhan munafik itu akan jatuh kepada kita sendiri. Nauzubilah !

Selain itu juga ada beberapa sahabat yang oleh Rasulullah disebut sebagai dijamin surga, artinya sahabat-sahabat ini 100% pasti bukan munafik, bukan kafir. Kalau kita menganggap sahabat yang seperti ini sebagai orang biasa saja sudah tidak beradab, apalagi kalau kita sampai tuduh sebagai orang munafik.

Sangat mudah menuduh orang lain salah, namun sangat sulit melihat kesalahan dalam diri kita.

Katanya kita dilarang mencela para sahabat nabi. Tapi bagaimana kalau para sahabat nabi (yang utama) sendiri malah saling berperang? Ini malah lebih dari mencela kan ?

Oke katakanlah mereka dijamin masuk surga, tapi bukankah nabi juga berkata : kalau ada 2 orang mukmin saling membunuh, baik yang dibunuh dan membunuh, ke-2-nya masuk neraka.
Nah lo....

Berkata Ahnaf bin Qeis ra: Aku berangkat (dengan pedang terhunus) untuk menolong seseorang, lalu kutemu Abu Bakrah ra berkata: kau akan kemana?, kujawab: ingin menolong pria itu..!, maka berkata Abu Bakrah ra: Pulanglah..!, aku mendengar Rasul saw bersabda:

Add new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Filtered HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type='1 A I'> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id='jump-*'> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

PingBack