warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www/hikmah/html/program/lib.php on line 582.

02082 23. Pemuda Bani Tamim Melawan As-Sufyani





02082 23. Pemuda Bani Tamim Melawan As-Sufyani



A. Kata Huzaifah RA,

“Apabila orang-orang berkulit gelap mendatangi bangsa Arab, mereka akan dikalahkan dan dicampak ke tempat yang paling bawah di bumi ini. Apabila hal ini berlaku, As-Sufyani akan muncul dengan 360 tentera berkuda sehingga mereka sampai ke Damsyik. Selepas sebulan, mereka akan diikuti oleh tiga puluh ribu orang dari Bani Kalb. Maka dihantarnya tentera ke Iraq dan membunuh seratus ribu orang di Az-Zaurak. Kemudian mereka pergi ke Kufah dan menawannya. Apabila ini berlaku, sebuah bendera akan muncul dari arah Timur yang diketuai oleh seorang lelaki dari Bani Tamim yang digelarkan Syuaib bin Saleh. Dialah yang mengawal apa yang di bawah kekuasaannya daripada penduduk Kufah dan dia akan membunuhnya (As-Sufyani dan tenteranya). Kemudian, sebuah pasukan As-Sufyani yang lain akan mendatangi Madinah dan merosakkannya selama tiga hari tiga malam, dan selepas itu berangkat menuju ke Makkah sehingga mereka tiba di suatu kawasan gurun. Maka Allah mengutuskan Jibril dan berfirman kepadanya, “Hapuskan mereka!” Maka dia pun menghentakkan sebelah kakinya ke atas mereka lalu Allah membenamkan mereka kerananya. Tiada yang tinggal melainkan dua orang yang menghantar berita duka kepada As-Sufyani, tetapi itu masih tidak menakutkannya. Beberapa orang dari kaum Quraisy akan melarikan diri ke Konstantinopel lalu As-Sufyani menghantar pemimpinnya ke Rom meminta diserahkan semula mereka kepadanya untuk dihukum pancung bersama-sama pengikutnya.
Pada ketika itulah kedengaran suatu suara berseru, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memusnahkan pemerintah yang zalim, dan para pengikutnya untuk kamu. Diserahkan-Nya kepimpinan umat ini kepada sebaik-baik umat Muhammad. Maka sertailah dia di Makkah, iaitu Al-Mahdi.” Kemudian Huzaifah bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah dapat kami mengenalinya?” Baginda menjawab, “Dia adalah dari anak keturunanku, dia kelihatan seperti orang-orang Israel, dia memakai dua lapis jubah putih Qutwani. Wajahnya bersinar-sinar bagaikan bintang, pada pipinya ada tahi lalat dan dia berusia empat puluh tahun. Wali Abdal akan keluar mendatanginya dari Syam, Wali Nujabak akan keluar mendatanginya dari penduduk Mesir dan Asoib dari Timur serta para pengikutnya, mereka berkumpul di Makkah dan membaiatnya di antara Rukun dan Maqam.
Kemudian dia berangkat ke Syam, malaikat Jibril di hadapannya dan Mikail di belakangnya, seluruh penduduk langit dan bumi meredhai pemerintahannya. Air mudah didapati di negeri-negeri yang dikuasainya, sungai-sungai bercambah dan harta benda melimpah ruah. Apabila sampai di Syam, dia akan membunuh As-Sufyani di bawah pokok yang cabang-cabangnya menjulur ke arah Tasik Tabariyah dan dia (juga) akan membunuh Kalb. Orang yang paling rugi pada hari pembunuhan Kalb itu adalah orang yang gagal membantu walaupun cuma mengikatkan talinya.” Huzaifah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah mereka harus dibunuh sedangkan mereka masih mengakui Tuhan yang Maha Esa?” Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Huzaifah, mereka pada masa itu amat derhaka, mereka mengatakan arak itu halal dan meninggalkan sembahyang.”
(Abu Nuaim, At-Tabrani & Amru Ad-Dani)

Hadis ini sebenarnya adalah lanjutan daripada hadis yang terdahulu, dengan sedikit perbezaan matan. Orang-orang yang berkulit gelap adalah orang yang bukan dari bangsa Arab, yang menguasai dunia ketika itu. Mereka akan mengalahkan bangsa Arab dan menjadikan bangsa Arab itu hina pada pandangan umum manusia. Hal ini sebenarnya telah pun terjadi pada hari ini. Bangsa Arab pada hari ini adalah bangsa yang dipandang rendah, tidak dipercayai, tidak maju, berfikiran kolot, kasar, suka bergaduh, jahat dan sebagainya. Mereka seolah-olah lupa bahawa bangsa Arablah yang suatu ketika dahulu bersungguh-sungguh memajukan dunia ini dengan berlandaskan ajaran wahyu, sedangkan manusia ketika itu umumnya sangat bodoh dan tahayul. Jasa mereka kepada seluruh dunia amatlah besar dan kesan dari jasa mereka itulah kita menikmati apa yang kita sedang nikmati pada hari ini.

Namun umum bangsa Arab pada hari ini patut juga menerima penghinaan itu kerana mereka sendiri sudah tiada langsung roh jihad dalam diri mereka. Mereka sudah tidak kenal siapa musuh zahir mereka sebenarnya sehingga sanggup membuat perjanjian damai dengan Israel. Kalau musuh zahir pun sudah tidak kenal, musuh batin lebih-lebih lagilah tidak dikenal. Kalau musuh pun sudah tidak dikenali, pastilah cara-cara menghadapinya juga tidak mereka ketahui lagi. Mereka hanya ada ilmu tetapi tidak boleh digunakan lagi sebab terlalu tumpul. Mereka tidak lagi boleh diharap untuk memperjuangkan Islam atau untuk mengembalikan semula Islam ke puncak kegemilangan seperti yang pernah mereka lakukan suatu masa dahulu. Takwa dan khusyuk usah ditanya lagi. Mereka juga tidak boleh diajak berjuang untuk menegakkan semula Islam, kerana zaman ini bukan lagi zaman mereka, walaupun hanya sebagai salah seorang anggota pejuang. Peranan mereka hari ini hanyalah sebagai pengekor sahaja, tidak boleh lebih dari itu.


Artikel ini adalah bagian dari buku Imam Mahdi : Rahasia Kegemilangan Umat Islam pada Zaman Modern karangan Ustadz Hawari bin Abdul Malik

Sungguh mengejutkan bahwa

Sungguh mengejutkan bahwa ternyata Barrack Obama itu seorang yang berkulit gelap dan merupakan keturunan bani Sufyan.

Obama memiliki darah keturunan King Edward IV dari Inggris, yang merupakan keturunan the Arab kings of Seville yang pernah memerintah Spanyol (Dinasti Umayyah). Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, merupakan kekhalifahan Islam pertama. Bani Umayyah sendiri menyingkir ke Spanyol setelah kekuasaan di Syam diruntuhkan oleh bani Abbas yang mendirikan dinasti Abbasyah di Persi.

Menurut Burke's Peerage(http://mylifedump.com/2008/03/04/queen-elizabeth-ii-descended-from-the-p...), tidak hanya British Royal Family yang memiliki keturunan muslim dari Spanyol, tetapi semua royal family di Eropa keturunan dinasti muslim spanyol. Dan bahkan para pembesar yang silih berganti memerintah US dan negara-negara Eropa mereka memiliki darah royal family, itu artinya mereka masih keturunan bani Sufyan. Demikian juga dengan orang-orang sukses di US dan Eropa.

Sebut saja antara Obama, Elizabeth Taylor dan Madonna ternyata masih sepupu jauh.

Burke juga menyebutkan bahwa Bill Clinton masih keturunan Royal Family dari Rothschild family. Demikian juga dengan keluarga Bush yang masih keturunan England's King Charles II. Juga dengan Jimmy Carter.

Ref: Royal US Presiden (http://www.asis.com/users/stag/uspres.html)

Jadi menurut saya tentang bab ini dan bab 02083 24 (As-Sufyani Dikalahkan Oleh Tentera at-Tamimi), hadits Rasulullah yang mengacu tentang Sufyani memang benar-benar menyebutkan semuanya secara explisit, bahkan tanpa perlu penafsiran lagi. Kita merasa kabur akan maknanya karena kurang memiliki pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang lain. Sekarang jelas sudah, Nato adalah perhimpunan bangsa-bangsa Sufyani.

Kemudian bila kita mau menelusuri kembali tentang nasab orang-orang besar di Indonesia (sebut saja Gusdur dan SBY yang masih satu buyut, dan para pendiri NKRI di awal revolusi kemerdekaan), ternyata mereka masih berdarah Walisongo. Walisongo merupakan keturunan Hadramaut Yaman, merupakan ahlul bait keturunan langsung Imam Ja'far As Shidiq. Jadi bila mengacu ke hadits-hadits yang menyebutkan bahwa bani Tamim datang dari Yaman, maka fakta ini sudah match. Diperkuat lagi dengan bab 02015 7 (Kulitnya Sawo Matang).

Bila kita mengacu fakta sejarah dan hadits-hadits lain, bani sufyan ini yang paling gigih memerangi ahlul bait. Di awali perang antara bani umayyah dan abbasyah. Dan perang akhir jaman juga perang antara bani sufyan dan ahlul bait.

Demikian, bila ada kekurangan dan kesalahan mohon dikoreksi.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer